Jumat, 30 Desember 2011

Rindu Rasa Bangsat

"Apa yg kamu cari? Sebuah rasa? Rasa tidaklah membutuhkan kosmetik, lipstik, dan candaan menggelitik. Rasa hanya membutuhkan ciuman, sentuhan, dan kehangatan. Dengan demikian dia tumbuh tinggi dengan ranting menjuntai kearahmu dan dirinya. Tinggal saja pilihan dia untuk meraihnya atau tidak..."

Begitu panjang kata temanku disaat ku bercerita aku merindukan seseorang.
Seseorang yg telah hilang sekitar enam bulan yg lalu. Seseorang yg berlari menjauh setelah sekian lama melekat di kulitku.
Seseorang yg seakan mampu mengambil seluruh hidupku dengan satu kedipan mata merayu.
Seseorang yg mencampakkanku, yg menyakiti, dan yg berada di urutan nomor satu daftar kekasih terburuk yg pernah tidur dikamarku.

Orang melihat bagaimana sempurnanya dia, cantiknya, manisnya, suaranya, piawainya dia memainkan gitar dan kelamin kekasihnya.
Aku malah melihat ketidaksempurnaannya, keegoisannya, seperti anak kecil yg pintar memakai lipstik berjalan bak seorang diva dengan celana jins sobeknya.
Aku membutuhkan ketidaksempurnaannya itu, untuk buatku lebih bermakna, lebih berarti jauh dari apa yg bs kuharapkan.
Sejatinya aku mencintai keburukan kebobrokan dan semua sifat jeleknya dia. Tentang bagaimana dia merengek, sifat sok pintar, dan bagaimana aku mengajarkan dibagian titik mana lelaki akan tunduk dibawah kakinya.

Selang sudah setengah tahun, aku merindunya, akan lebih lama dari ini jika benar adanya rasa itu. Bangsat! Senikmat apa dirimu di benakku? Bersenggama dengan rindu menyibak kalbu dan memancing emosi juga kenangan untuk bersama mencumbumu?
Sudah cukup! Sebelum kebun binatang sesat keluar dari mulutku dan meramaikan kamar yg penuh dengan umpatan untukmu.
Mengapa kamu pergi ketika aku mencintai kekuranganmu?
Mengapa aku diam disini ketika kamu menyangkal semua desah rindumu padaku?
Tak masalah, bagiku lidah yg sekarang kamu pakai untuk mengutukku pernah melumat bibirku dengan mesra dan menjilat tubuhku tanpa kurang tersisa setitik peluh.
Bangsat! Bangsat! Bangsat!
Pergi! Pakai kembali bh hitammu, keluar dari kepalaku!
Karena jika masih terus kamu berada dikepalaku, mungkin memang disanalah seharusnya kamu berada..

Senin, 05 Desember 2011

Lihat Aku

Teramat sangat sirna cintamu
Tak kunjung jua menghantam rinduku
Sayang, ketika itu jg aku mati
Tiada asa tiada rasa yg ku pinta

Lihat bagaimana aku menenang
Menggeliat air mata tergenang
Meleleh diujung mata berbulir-bulir
Tiada kemarau sesaat pun ku rasa

Aduh, sayang, lihat aku
Tiadamu tiada simpul
Senyum yg biasa kamu tenun
Tawa yg biasa kamu pancing

Tak tersesali untukmu
Berbeda ranting teramat jauh
Matahari tak lg memanjat diantara kita
Waktu pun tak lagi menumbuhkannya

Aduh, sejatiku, lihat ini
Bagaimana kamu mengunci hatiku
Mengikat rantai diantara paru-paru
Tidak keluar ataupun masuk

Tak tersesali sekali lg
Berbeda jalan terlalu sukar, untukku
Dirimu tak kunjung datang
Seraya waktu tertawa biarkan aku hilang

Jumat, 04 November 2011

penggalauan

Ini tulisan pertama gue tanpa embel-embel puisi dan blablabla nya. oke udah cukup lama gak nulis kayak begini, jadi maaf kalo misalnya bahasa gue rada ngawur secara gitu bahasa indonesia adalah bahasa tersulit nomor tiga di asia. tuhkan mulai ngawur.
tapi tetep, inti tulisan ini gak jau-jauh dari ganjau (baca: galau) yah maklum masih dlam proses moving on. disuruh mandi aja susah, apalagi disuruh move on ?? -.-

oke, gue mau cerita pas gue ke satu mall di daerah kelapa gading. gue selalu ketemu tuh perempuan disitu, sebelumnya pun mang gue sering banget kesitu. jadi setelah putus, tepatnya tanggal 3 agustus kemaren yg bertepatan sama gagalnya anniversary gue sama doi, gue ke toko buku tempat pertama kali gue ketemu doi.

kali ini beda, gak ada yg gandeng tangan gue dan nyeret kearah novel, gak ada tangan yg dorong gue kearah tempat resep masakan, dan gak ada situasi kondisi dimana sama sibuk nyari buku. dan salah satu ritual gue di toko buku itu adalah tiba-tiba hilang begiiu salah satu diantara kita sibuk nyari buku. misalnya, gue lagi sibuk nyari vagabond yg baru, tiba-tiba gue nengok tuh perempuan udah gak ada. gue celingak-celinguk nyariin dia, sampe bersihin kacamata gue buat liat sekeliling gue lebih jelas. sampe akhirnya hp gue geter dapet sms yg isinya,

"cieee yg pacarnya ilang.... :$"

dan gue cuma bisa senyum baca tuh sms dan nyariin dia yg lagi ngumpet.

dan sekarang, gue sendirian.
selama di toko buku itu gue berharap sangat sangat sangat sangat berharap tiba-tiba hp gue geter dan ada sms yg biasa dia kirim kalo lg ngumpet.

sepuluh menit......
dua puluh menit...
sampe satu setengah jam, gue nungguin hp gue geter.

dan gak terjadi apa-apa. masa-masa yg manis itu udah gak ada, kenangan yg harusnya manis malah terasa sakit. sampe akhirnya gue ketawa dalam hati,

"what the hell i'm waiting for? she was never here, u fuckin idiot.. "

karena cinta yg gue tau itu gak kenal musim kemarau, cuma tissue dan air sungai yg tau kenapa. dan mungkin pada akhirnya gue tertawa setelah lama menangis dan tetiba air telaga yg surut menjadi penuh dan meluap.

dan apapun itu, gue masih menunggu hp gue berdering....

salam, titik dua petik buka kurung

Senin, 24 Oktober 2011

putri

Perlahan tapi pasti kian mendekat
Terlarut terlalu pekat pada elegi yg kian melekat
Seperti abu pada rokok yg layu dan terjatuh ke asbak
Membakar setiap keberanian dan jatuh terjebak

Aku takut mencintaimu
Terlalu takut untuk jatuh ke lubang yg sama
Teraniaya rasa kesal yg terlanjur lama
Dan tanpa kesenangan semata semua rasa hilang tiada bekas
Karena aku terlalu takut mencintaimu

Memilikimu yg tak menginginkanku
Mencintaimu yg tak mendambaku
Merindumu yg tak memikirkanku
Menangisimu yg tak kunjung datang kepadaku

Dalam gelap semua irama elegi tertelan perlahan
Seakan manis rasa yg terasa pahit

Aku terlalu takut mencintaimu
Rasa pada asa dan putus harapan dikepala

Aku mundur perlahan

Mencari rasa yg tak pernah ku rasa

Aku terlalu takut mencintaimu
Itu sudah cukup, dan tak pernah akan lagi ku lakukan

Senin, 10 Oktober 2011

rima elegi

Asa yg tiada
Cinta yg gundah gulana
Membara sepanjang masa
Memerah diroda yg sama

Dengarlah waktu yg tak lekang
Cinta padanya yg tak pernah hilang
Biar tiap malam teriak mengerang
Mencari hangat ditatapan bintang

Teranglah yg ku cari
Walau selalu tak mau sendiri
Hingga tak ada yg mengerti
Dan memahami arti berbagi

Keinginan yg tak tercapai
Tanpa kesempatan untuk memulai
Sempatkan menangis gemulai
Dan langkah tertatih yg lunglai

Aku mencintaimu
Aku menginginkanmu
Aku merindukanmu
Aku membutuhkanmu

Rima pada elegi
Manis yg tak pasti
Dengarlah jantung hati
Aku masih mencintai

Jumat, 09 September 2011

biru yg pekat

Sibak rambut yg tergeraimu mengundang tawa biru yg sengaja kututupi dengan senyum palsu. Hilanglah, sayang. Aku tau cara menemukanmu

Dan tentang biru pekat yg mengalir deras melewati pipi, sudah kulupakan. Aku hanya tertawa pada diriku, dan mecari rokok yg baru
Tertawalah sayang, karena aku tak lagi tertawa. Menangislah sayang, karena aku tak lagi menangis. Untukmu, biru yg pekat.

Aku tak akan menyelam terlalu dalam lagi, terlalu biru hingga tak terlihat. Tak ada cahaya dan tangan yg sampai. Tak ada yg bisa selain aku
Dgn wujud, warna, dan bentuk yg berbeda. Aku biarkan sungai yg terbentuk untukmu kering. Tak lagi dalam, tak lagi sejuk..

Dan biru yg pekat, aku tak membencimu. Aku hanya benci indra penglihatanku yg kabur melihat lukaku
Tak ada haru biru sedu. Hanya aku membakar rokok yg baru. Tanpa kamu. Tanpa pilu.

Bukan jalan yg tepat jika saling mengumpat. Aku berhenti mencarimu, dan akan menemukanmu bila sempat.
Tanpa alasan, kenapa dan bagaimana aku mencintaimu. Aku hanya tau, aku memang mencintaimu. Bukan kata dan janjimu

Biru yg pekat

Biru yg pekat

Aku bukan pemaaf, aku hanya pelupa. Lupa untuk tidak mencintai semua perbuatan burukmu. Apa adanya. Selalu dan setiap saat.

Sabtu, 20 Agustus 2011

tulisan sebelum tidur

Seharian ini aku berusaha mengusirmu dari pikiranku
Entah sebesar apa ruam merah dikepalaku
Sayang, untuk semuanya, terimakasih karena pernah mencintaiku
Terimakasih karena pernah merindukanku

Terlalu mudah untuk mencintaimu
Namun, terlalu sulit untuk membencimu apalagi melupakanmu

Entah nanti atau tidak sama sekali
Jika kamu melihatku berpikirlah,

"Pria ini yang mencintaimu sekali, dua kali, tiga, empat, dan berkali-kali tanpa henti.."

Seketika itu jg setimpal semua benci yg kamu muntahkan kepadaku

Terimakasih karena pernah mencintaiku
Terimakasih karena pernah merindukanmu

Dari,
Yg belum terbangun karena mimpi bersamamu lebih indah dari kenyataan dihidupku.

Selasa, 09 Agustus 2011

nyawa hidup

Kamu tau,
Andai aku punya 4 mata dan dua jantung
Akan ku taruh ditempat yg berbeda

Jika memang hidup baru itu ada
Aku akan mengubur sisa lama dihalamannya
Seperti pelangi sehabis hujan
Seperti cahaya dibalik bayangan

Dan apabila aku memiliki lima nyawa
Selama lima kehidupan aku akan menjalaninya dengan mencintai lima kali orang yang sama,

Kamu,
kamu lagi,
kamu berikutnya,
Tetap kamu dan cuma kamu..

ingatan

Hari ini aku bersepatu hujan
Agar bunyinya menyembunyikan tangisku
Hari ini aku berwarna oranye
Persis api. Matahari. Membakarmu hingga habis

Aku tak bisa meninggalkan.
Semua kata tentang kamu. Foto. Tulisan. Dan semua guyonan bodohmu.
Aku tak bisa melepaskan.
Ikatanmu. Pelukanmu. Gigitanmu. Pandanganmu dariku.
Yg biasa kamu lakukan padaku.

Hari ini tepat setahun, aku membawamu pada hidupku di restoran cepat saji.
Mendengarkan lagu tentang apa yg aku miliki dan apa yg aku berikan.

Kamu tidak lagi aku ketahui
Seperti misteri laut lepas
Yg memancingku berenang dan tenggelam
Semakin jauh dari bibir pantai.

Aku tak menemukan daratan, agar aku bisa berpijak, agar aku bisa kembali hidup.
Tak ada teriakan dan tangis yg paling kencang yg sanggup aku keluarkan
Namun kamu tak mendengar, tak menjawab.

Semakin berusaha. Semakin tenggelam.
Semakin menggila. Semakin menyiksa.
Aku menyerah, sayang. Kini biarlah. Biarlah kamu menang. Kamu tertawa. Kamu bahagia.

hilang tanpamu

Untukmu.

Manis, melihatmu pergi buatku terlihat miris.

Hingga ku terbiasa dengan senja temaram
Dimulai dengan mata lebam dan hati yg tidak tentram..

Seperti tersasar ditengah adu tembak. Tanpa tersadar aku sudah terjebak. Di ruang dan waktu yg tidak bergerak.

Hatimu terlihat lembut ternyata keras. Seperti batu yg dilapisi kertas.

Dirimu sayang. Yang memaksaku berjalan kaki pulang.
Dirimu cantik. Yang memukul mundur harga diriku hingga tak berkutik.
Dirimu manis. Yg hilang seiring bunyi peluit dibawa kereta tanpa masinis.

Dan semoga kamu tidak lupa, bibir yg kamu pakai untuk mengutukku pernah singgah dan melumat lidahku dengan semua kata rindu
Hingga pada akhirnya aku hanya mampu melihatmu melalui celah di antara jariku

Aku. Hilang. Tanpamu.

Abu - Abu

Aku menunggu hari ini berakhir.
Hingga matahari tak lagi bersinar untuk yg mati.
Hingga esok tak lagi ada untuk yg patah hati.

Semoga nanti aku menutup mata
Dan terbuka dengan dada yg utuh
Dan semua ingatan ini hanya akan jadi kenangan.
Kenangan yg samar-samar. Tidak buruk. Tidak bahagia. Tidak hitam. Tidak juga putih.
Hanya abu-abu.

Yg tidak terkatakan akan kukatakan
Yg tidak dilakukan akan kulakukan
Tidak semua yg baik. Tidak juga semua yg jahat.
Hanya abu-abu.

Dan semua yg kurasakan tak lagi pahit
Semua yg ku telan tak lagi sakit
Atau yg kukatakan tak lagi manis
Dan yg kuberikan tak lagi indah

Singgahnya hitam diatas putih
Bercampur sama rata
Tidak hitam. Tidak putih. Hanya abu-abu.
Hanya abu-abu. Untukmu.

Selasa, 02 Agustus 2011

Happy Anniversary

Setahun sudah aku mencintaimu.
Tak pernah berkurang, tak menetap, dan selalu bertambah.
Aku akan berhenti berusaha untuk mendapatkanmu.
Aku akan berusaha untuk melangkah tidak denganmu

Setahun sudah aku menginginkanmu.
Hingga terbawa arus dan tenggelam di kesedihan yg berlarut
Tidur dengan susah payah, bangun dengan mata yg sembab

Aku. Akan. Berhenti. Mencintaimu.

Begitu pikirku tiap malam.
Kamu tak lagi ada disaat aku tertidur.
Kamu tak lagi ada disaat ku terbangun.

Aku tidak berharap kamu menyesal meninggalkan aku.
Aku hanya berharap dapat menyesal memberikannya untukmu.

Kenapa harus kamu?
Kenapa harus hidupku?

Sayang, setahun yg gagal ini adalah bukti.
Jika kamu tidak mencintaiku, seseorang akan mencintaiku.
Jika kamu tidak merindukanku, seseorang sedang merindukanku.
Jika kamu tidak mengharapkan diriku, seseorang telah mengharapkan diriku.
Tidak denganmu! Tidak dengan bayangmu!

Sayang, begitu kerasnya aku melemparmu sejauh mungkin sama seperti aku melempar keatas langit.
Perlahan itu semua akan turun lagi kebawah dan menimpaku yg merana.
Aku kehilangan diriku.
Aku sibuk mencarimu. Bodoh.
Aku baru ingat dimana kamu menaruh hatimu.
Di dada pria itu.

Aku membencimu. Aku mencintaimu.
Aku tak bisa membedakannya lagi.
Untukmu. Selalu.

happy failed anniversar

Rabu, 27 Juli 2011

obsesi

Aku ingin menjadi belati berkarat yg tertancap di dadamu
Menyimpan kenangan basahmu dipikiran liarku
Biarkan aku berotasi disetiap harimu
Yg tak lebih sekedar lalat pengganggu

Aku mencintaimu lebih dari bola mataku melihat tubuh telanjangmu
Menginginkanmu lebih dari gilanya kulitku menyentuhmu
Mendambamu lebih dari obsesiku terhadap desahanmu
Membutuhkanmu lebih dari wangi parfum yg mampu tercium hidungku

Tak peduli ruang tak peduli waktu
Manakala kamu pergi dan tak kembali
Itu tak mengapa, biarkan kamu rasakan satu milyar lelaki bersamamu
Hingga tersadar aku lebih baik dari satu milyar lelaki itu..

Senin, 25 Juli 2011

racau gulana

Kamu tau,

Aku rela mandi dua kali hari ini, agar dipeluk olehmu saat tidur

Aku belajar memasak dari buku resep, agar bisa membuatkan sup kesukaanmu untuk sarapan

Aku memasang muka genit setiap memandangmu, agar bisa dicium kamu

Aku tidak tidur, hanya untuk mendengarmu bernafas ditelingaku

Aku terbiasa menciummu di pagi hari, biarpun aku tau kita sama2 belum gosok gigi

Aku pun mencintaimu, sampai ke hal2 yg kamu benci dari dirimu

Dan sekarang aku pun belajar merelakanmu, membiarkan kamu bertindak sesuka hati yg tertawa melihatku menangis.

Lagu Lama

Nyanyian adalah hal kecil
Tentang suara burung dipagi hari, bunyi gemericik di senja yg hujan, bahkan hingga suara nafasmu di tengah malam

Dan hal terkecil itu yg terkadang sering kamu lupakan
Bukan dilupakan, namun kamu tidak mengingatnya sama sekali
Tentang jemarimu yg memainkan 6 senar di gitar
Senyum dan suaramu yg bernyanyi sambil melihat kearahku

Apa benar itu tak berarti?
Apa benar itu tlah terganti?
Olehmu? Pria barumu?
Penonton konser barumu?

Aku memang mengacau, dan tak mengapa jika kamu tak kembali
Karena aku jelas mengingat itu semua. Seperti baru kemarin
Seperti aku tau darimana asal embun pada kaca mobilku dipagi hari

Sayang,

Apa benar nyanyian itu tak berarti?
Tentang, "I wanna grow old with u.." ?
Tentang, "its all about u.." ?

Namun benar, kamu "the only exception.."
Dan menjadikannya "linger"
Dan yg membuatku selalu bernyanyi "won't go home without u"
Yg menggerakkan bibirku tanpa sadar bernyanyi "never gonna leave this bed.."
Dan serupa dengan "a man who can't be move.."

"How can I move on when I'm still in love with u?"

Seperti itu rasanya, sekarang.

Hingga sore barusan aku mendengar "permintaan hati"

"Dengarkanlah permintaan hati yg teraniaya sunyi, dan berikanlah arti pada hidupku yg terhempas. Pelukanmu.. Bersamamu.. Dan tanpamu.. Aku hilang selalu...."

Dan sekarang,
Aku hanya bis mencintaimu. Lewat tulisanku. Dan sampai kapanpun kamu tau. Ini semua cuma untukmu.

Lagu Lama

Nyanyian adalah hal kecil
Tentang suara burung dipagi hari, bunyi gemericik di senja yg hujan, bahkan hingga suara nafasmu di tengah malam

Dan hal terkecil itu yg terkadang sering kamu lupakan
Bukan dilupakan, namun kamu tidak mengingatnya sama sekali
Tentang jemarimu yg memainkan 6 senar di gitar
Senyum dan suaramu yg bernyanyi sambil melihat kearahku

Apa benar itu tak berarti?
Apa benar itu tlah terganti?
Olehmu? Pria barumu?
Penonton konser barumu?

Aku memang mengacau, dan tak mengapa jika kamu tak kembali
Karena aku jelas mengingat itu semua. Seperti baru kemarin
Seperti aku tau darimana asal embun pada kaca mobilku dipagi hari

Sayang,

Apa benar nyanyian itu tak berarti?
Tentang, "I wanna grow old with u.." ?
Tentang, "its all about u.." ?

Namun benar, kamu "the only exception.."
Dan menjadikannya "linger"
Dan yg membuatku selalu bernyanyi "won't go home without u"
Yg menggerakkan bibirku tanpa sadar bernyanyi "never gonna leave this bed.."
Dan serupa dengan "a man who can't be move.."

"How can I move on when I'm still in love with u?"

Seperti itu rasanya, sekarang.

Hingga sore barusan aku mendengar "permintaan hati"

"Dengarkanlah permintaan hati yg teraniaya sunyi, dan berikanlah arti pada hidupku yg terhempas. Pelukanmu.. Bersamamu.. Dan tanpamu.. Aku hilang selalu...."

Rabu, 13 Juli 2011

dari mata sampai jantung

Aku melihatmu, lewat doaku.
Mendengar namamu, dari nafasku.
Menyentuhmu, melalui airmataku.
Mencintaimu, sedalam luka di nadiku.

Cintamu padaku. Dengarkan aku. Jangan berhenti dulu. Belum saatnya.

Aku membiarkanmu masuk, merasuk duniaku, mengganti rimaku dengan lagumu.
Dan kamu bertanya padaku,

"Apa yg akan kamu lakukan untuk menunjukan cintamu padaku?"

Aku akan membuatkan istana untukmu.
Tidak dengan tanah, batu, atau pasir.
Aku akan membuatnya dari tulang, darah, dan jantungku sebagai tahtamu.
Membiarkanmu menjadi ratu dalam hari-hariku.

Jadi, jangan pergi dulu. Bukan saatnya. Dan bukan sekarang waktunya.
Terima aku apa adanya.
Karena aku menerimamu, lebih dari udara yg sanggup dihirup hidungku.
Lihat aku sepenuhnya.
Karena aku melihatmu, lebih dari apa yg sanggup dijangkau mata paling basahmu.

Rabu, 06 Juli 2011

dimana aku ada kamu

Aku merindukanmu. Begitu sakit begitu berat rasanya untuk bernafas.
Kamu berkata,

"jangan diingat lagi.."

Tapi apa aku berdaya?
Semua yg aku lalui mengingatkanku padamu.

Udara yg sama aku hirup ketika bersamamu, hujan dengan air yg sama membasahi pipiku.
Bahkan, bulan yg mengintip pun mengingatkanku betapa sering kita tertawa karenanya.

Aku merasakan senyawamu melebur bersama udara yg mampu diterima hidungku.
Dirimu ada tepat dibalik retinaku.
Ingatan tentang suara nafasmu selalu mengganggu disaat aku bernafas.
Seakan melihatmu namun tak mampu memelukku.

Jika saja waktu mampu membalut lukamu akibat kesalahanku, akan kubayar berapa lama pun itu.
Biarlah tenang hariku walau tanpamu.
Biarlah terasa damai kepalaku walau tanpa dirimu.
Biarlah kering bola mataku walau tanpa melihat dirimu.

Aku merindumu datang kepadaku tersenyum dan tertawa bersamaku.
Jika kututup mata dan mulai berhitung, dihitungan keberapa kamu akan muncul? :')

Sabtu, 02 Juli 2011

kenang yang tidak harus dikenang

Cinta, menutup mataku untuk melihat lubang yg menganga didadaku
Menutup telingaku mendengar jeritan didarahku
Menstimulasi otakku dan berkata, "tenang.. Semua akan baik2 saja.."

"Dia akan kembali, tidak malam ini, mungkin besok. Tepat setelah kalian berjalan 11 bulan.."

Cinta, dihatiku cuma tergambar rindu padanya
Menjanjikan surga dengan dia disampingku
Mungkin cinta benar, jika dia tak bisa hilang dari kepala disitulah seharusnya dia berada

Entah sayang, kamu membaca ini atau tidak..
Kamu tetap ada dibagian bola mataku paling basah
Dan dirimu selalu nyata disetiap jam berdetak
Karena cinta yg membuatku lupa rasa pahit, menjadikannya manis seperti gerimis pada malam ini

Sekarang, seterus, dan selanjutnya
Tulisan ini tetap ada, biarpun kamu tak ada..
Jika suatu pagi nanti kamu terbangun dan merindukan aku, kamu tau dimana menemukan hatiku..
Tepat dua jengkal dibawah hidungmu..
Selamat tidur, sayang..

Kamis, 26 Mei 2011

rumah diatas pasir

Dulu ada dua anak kecil yg saling jatuh cinta dan membangun rumah diatas pasir.

Semua berjalan begitu indah hingga kenyataan merusak semuanya
Terlalu muda untuk mengenal cinta
Mereka terus bertengkar hingga akhirnya saling berteriak pergi dan hidup sendiri.
Mereka berlari menjauhi rumah dan pergi menjalani kehidupannya masing2..

Tinggal aku yg hidup sendiri di rumah tersebut..

Aku adalah reaksi dari aksi cinta mereka yg dipersatukan dalam kehidupan rumah tangga..
Tanpa mereka sadari tak sekalipun melihat kesungguhan dari reaksi yg mereka ciptakan..

Aku sendiri mencintai rumah diatas pasir
Dibangun sebagai bukti bahwa aku dan cinta mereka pernah ada..
Biarpun hanyut terbawa banjir dan hilang terhanyut hingga di hilir..
Dan kerasnya kenyataan yg membuatku teracuni..

Aku sendiri. Aku mati.
Tempatku ada disini.
Biarpun mereka sudah pergi..

Rabu, 18 Mei 2011

kicau galau

*memainkan lagu: the cranberries - linger

Malam yg terlalu panas untuk aku yg belum tertidur. Masih memikirkan dia diujung mataku. Dan menyeruak keluar menjelma menjadi bulir air. Perlahan namun pasti turun ke pipi menuju dagu.

"Aku tak tau apa yg kamu pikirkan.." Pikirku sembari mengusap air itu

Aku pun masih belum tertidur, dan lagu yg dimainkan pun memainkan perasaanku. Seakan tersihir irama dan lirik yg menggoda hatiku untuk meracau galau.

"But I'm in so deep, u know I'm such a fool for u.."

Dengan tersenyum pun tiang air mata terjun bebas kembali dengan derasnya.
Kubakar rokok yg tinggal sebatang, dan pedih mata karena asap yg terlalu pekat dikamar..
Aku menunggumu untuk membakar rokok yg baru..
Tersenyum bersamaku dan berbahagia selamanya. Tapi, tunggu.. Terlalu naif kah impianku?
Hanya untuk hidup bahagia bersamamu, apakah itu terlalu egois untukmu?

Aku melihat diriku seperti anjing kecil dipinggir jalan yg mengikuti kemanapun kamu pergi, menatapmu dan berkata, "ayo cintai aku sepenuh hati.."

Aku tetap berusaha untuk tidur, biarpun bayangmu terus membuatku terjaga.
Habis rokok yg menyala, tak tau harus kemana biar waktu yg menjawab.
Tenanglah, besok pikiranmu pasti berubah..

*lagu berakhir

Kamis, 28 April 2011

Antara Cinta Dan Mimpi

Ada seorang anak lelaki, yg mencari kendaraan menuju tempat yg tak tersentuh..

Menuju mars, tanah impian tiap kepala dengan mimpi yg gila..
Dia mencari kesemua tempat yg dituju hingga menemukan sebuah kotak berisikan sisa sayap patah dari garuda

Dia begitu bahagia, hingga akhirnya tersadar ada satu hal yg tidak bisa dia tinggalkan..
Cintanya, sejatinya yg selalu dirasakan dalam hatinya. Setiap dia memandang, bayangnya tertembus seakan muncul dibalik retina..

Tak tertahan lagi karena sisa sayap patah tak mampu mengangkat dua insan
Hingga dia berkata kepada cinta,

"mintalah pada bulan sepasang sayap.."

Cinta pun melihatnya pergi dengan tiang air yg bergantung erat dimatanya..

Cinta berteriak kepada bulan,

"dengarlah sampai abad yg tak lekang, biarlah cahayamu sampai menuju tanah yg dia cari.. Agar dia merasakan apa yg kurasa lewat biasmu yg tak terhingga.."

Mendengar itu, bulan pun terjaga, sesigap dia berdiri memandang anak lelaki itu terbang melewatinya..

Kemayu, perlahan, bulan mengedipkan mata.. Anak lelaki itu terperanga.. Seakan semua bayangan cintanya tergambar dikulit sang bulan..
Sembari terbang, ia menangis.. Berat oleh airmata, sisa sayap patah tak mampu menahannya..

Tak kuasa menahan bebannya, diapun terjatuh ke bumi dan tersadar, disinilah dia berada.. Bersama dia dan cintanya.

Tak perlu tanah impian yg memenuhi hasrat ego dirinya. Karena mimpinya adalah cintanya itu sendiri.

Kamis, 21 April 2011

sisa sayap patah

Kepakkanku tak berarti lagi
Tanpa kebanggaan dan harga diri
Dalam sisa hari yg semakin sendiri
Menjejaki arus angin tiada henti

Hanya tersisa sepucuk bulu sayap
Sisa sayap yang patah
Yang tersenyum melihatku dan mengusap airmataku
Yang lari bersembunyi melihat kemarahanku

Sisa sayap yg patah juga mengingatkanku, tanpanya aku masih bisa terbang..
Memulai perjalanan baru tanpa aturan melarang
Kalau boleh, aku mau terbang ke mars, menuju tempat yg sempurna untukku, denganmu..

Aku percaya sisa sayap patahku mampu menari dan bernyanyi
Dikala hujan mematuk sepiku yg menggila
Dia berubah warna hijau menyala dan kuning mengkilat.
Membuatku tertawa dan memeluknya begitu erat

Aku mencintaimu tanpa sebab, alasan, dimana, kapan, dan mengapa
Berhenti menanyakan kenapa
Tumbuhkan kembali sayapku, sayang
Dan bentangkan sekali lagi, hati yg sudah merapuh ini

Akan kutunjukkan jalan menuju mars
Tak ada lagi kuasa untuk mematahkan sayap kita
Agar tak ada lagi sisa sayap patah yg kesepian
Dan tidak ada lagi yg mengekang

sisa sayap patah

Sisa sayap yg patah juga mengingatkanku, tanpanya aku masih bisa terbang.. Memulai perjalanan baru tanpa aturan melarang. Kalau boleh, aku mau terbang ke mars, menuju tempat yg sempurna untukku, denganmu..

Minggu, 17 April 2011

rindu menggebu

Rasanya ingin kubakar saja tempat ini
Tembok putih yg dingin, kasur busa dan selimut yg terlipat
Keluar lewat jendela berlari kerumahmu
Hingga akhirnya menemukanmu tersenyum kepadaku

Aku merindukan senyummu, tawamu, kecupmu, sentuhanmu
Segala sesuatu tentang dirimu
Yg menjadikanku bintang sesungguhnya
Yg mencintaiku seutuhnya

Aku lelah, menangis untukmu datang padaku tiap malam
Hingga tertuang dalam dan banjir kamar ini karnanya
Membiarkanku tenggelam, sesak, penuh isak tanpa nafas

Aku merindukanmu seperti membutuhkanmu
Menginginkanmu seperti mencandumu
Merasakan dirimu sekali, dua kali, tiga kali, berkali-kali

Apa arti rasa rindu tanpa kamu?
Sama seperti aku menari tanpa lagu
Disaat tubuhku terbungkus ruang kecil yg rapat, khayalku melambung jauh keatas
Menggebu seperti asap pada rokok yg kubakar

Melambung tinggi mencari sejatimu
Berontak keluar mencari dirimu
Aku merindukanmu
Aku membutuhkanmu
Aku menginginkanmu..

Tak habis tanda titik dua petik buka kurung
Menunggumu menggantinya dengan tanda titik dua tutup kurung

Senin, 04 April 2011

kencan bersama bintang

Malam ini, berbintang.
Biarpun hujan meracau galau. Dia memainkan pinggulnya tersenyum nakal.
Tangannya liar mengarah wajahku, membiarkan hujan turun mematuk punggungku..
Hanya lirih tersisa jika aku mengingat malam berganti pagi. Seakan malam yg harusnya panjang hanya akan berakhir setelah aksi ini selesai.
Sebenarnya hatiku muram temaram. Layu, lama tak bersahabat.
Adakalanya cinta datang dan pergi. Namun bersamanya soal perkara uang.
Selama dipangkuannya aku tak membicarakan beban yg menggeliat geli di bahuku, dan pergumulan yg mendekam dikepalaku.
Hanya pelepas penat, dihariku yg semakin sekarat..
Aku semakin berkarat, dikala waktu terus memburu.
Namun hanya hangat semangatku terus dan terus berkibar, darah muda yg bergejolak.
Diantara deru nafas tak ada satu peluh terlewat percuma. Terpantul begitu nikmat tiap bulir yg jatuh dari jidat.

'Jangan terburu-buru..'

Kata bintang sambil mendekap.
Biarkan matahari memanjat dari tiap ranting hingga atas dan jam alarm berbisik mengingatkan. Biarkan malam ini kita berkencan, meledak, hingga terkulai lunglai lemas. Dan sisakan segurat senyuman begitu kita saling memandang.
Sampai pada akhirnya matahari mulai mengintip dibalik jendela, ada aku dan kamu dipelukkanku saling bercanda..
Jangan lupa tipsnya, jangan lupa kecupannya.
Hapus dulu bekas lipstik, dan siap kembali menantang dunia.
Karena kita baru saja melewati jam istirahat.

Kamis, 31 Maret 2011

romeo

Masih terasa sisa cahaya senja yg ungu itu
Serta tetes air hujan di kulit
Rasanya seperti mengeras dan mengupas kulit lapisan luar
Belum lagi sesayup dia memanggil namaku dengan lembut
Melambaikan tangannya dan tersenyum sambil menggandeng pacar barunya
Sedikit kejam menurutku,
Karena dia mengikat hatiku terlalu kuat.. Terlalu kencang.. Begitu sesak.. Tak bersisa..
Hanya sedikit celah longgar yg disisakan, mungkin agar aku siap menghadapi saat2 seperti ini
Dimana saatnya pemeran romeo bunuh diri, namun juliet berlari ke pangeran bermobil sedan
Dan semua berakhir dengan mawar yg kugigit hingga berdarah, tangan kumasukan kekantong jaket yg bolong berjalan menunduk mengitari taman.
Sesampai dirumah, cuma tersisa sekaleng bir dan aku duduk diteras menatap bulan yg sedang tersipu..
Seteguk.. Perlahan.. Menahan tiang air yg siap roboh kapanpun, dimanapun..
Begitu tinggi, berat, dan siap jatuh terjun bebas sebelum diusap tanganku yg kotor..
Romeo, romeo..
Bukan selalu tentang pria sempurna, kaya, tampan, dan bijaksana.
Hanya cintanya yg sempurna, bukan pasangannya..
Aku tak seharusnya mencintainya, namun aku memilih untuk mencintainya..
Hingga matahari siap mengetuk lantai kayu terasku, aku tersenyum dan tak pernah menyesalinya..

Rabu, 30 Maret 2011

coretan aku

Semua berlalu tanpa terasa
Begitu cepat waktu berbicara
Aku mengenalmu bukan sehari dua hari
Aku mengenalmu, mencintaimu

Aku melafalkan hidupmu
Membiarkannya masuk menendang duniaku
Mendengarkan cerita hidupmu
Tersenyum setiap kamu melihatku

Kamu ada namun terasa tiada
Kamu tiada namun terasa ada
Aku lupa tanggal ulangtahunku
Tapi aku ingat semua tentang kamu

Tanganku tak cukup kuat membiarkanmu mengikatku
Menyeretku masuk ke duniamu dan menari diduniaku
Aku tetap mencintaimu biarpun terkadang kamu juga mencintaiku

Mungkin aku lelaki biasa diantara lelaki yg berada disekitarmu
Mendengarmu menceritakan mereka satu persatu
Aku berusaha untuk tidak cemburu
Karena siapa aku dihidupmu?

Aku selalu mengerti diriku yg tidak sebanding denganmu
Semoga lelaki yg sama sebanding tara mampu melihatmu seperti aku melihatmu
Dan mampu mencintaimu seperti aku mencintai dirimu

Kamis, 24 Maret 2011

Dia

Orang melihat dia melangkah
Tapi dia tidak melangkah
Mengiranya punya segalanya
Tapi tak punya segalanya
Dunianya berjalan keluar masuk tanpa keluar dari orbitnya
Dia bisa menjadi apa saja
Tapi tidak bisa menjadi sesuatu bagi orang lain
Seakan terikat tapi terbebas
Pemikirannya seperti liar namun kemayu
Terbelenggu tapi leluasa
Seakan ada walaupun tiada
Ataupun tiada walaupun ada
Tak pernah sama biarpun sifatnya sama
Dia cuma gadis kecil yg pintar memakai lipstik
Dia cuma wanita dewasa yg bermain boneka
Dia hidup agar bisa mati dan dia mati agar bisa hidup
Dimanapun dia, aku menuliskan ini untuknya..
Terbanglah walau tanpa sayap..
Dan hiduplah damai ditengah kekacauan..

Rabu, 23 Maret 2011

Hilang

Derita tentang rasa kehilangan
Selalu rasa sakit yg menyambar
Menghantam kepala
Mengorek nadi

Aku hanya berkata, jangan pergi
Jangan biarkan lubang ini menganga
Hingga tak tersisa
Segala macam tentang arti memiliki

Langkahmu kian mendekat
Mendetak nadi yg jatuh menghilang
Perlahan seiring temaram
Hingga jemari lembutmu menyentuh

Jangan mendekat!
Jauhkan tubuhmu dari pelukanku
Karna tak mungkin lagi kulepaskan
Jika akhirnya kudapatkan kembali

Aku sering kehilangan, dan tidak akan kehilangan yg satu ini.

Rembulan

Perempuan berkulit coklat bermata hangat dan berambut panjang
Yg duduk terdiam bertahtakan rembulan
Sajak sayu yg selalu kamu dendang
Sajak tentang pupus hati terkekang

Sibuk mencari cinta dimana kamu berada
Sibuk melihat jauh kedepan
Coba lihat seisi duniamu
Mungkin ada aku disitu

Dengarkanlah sampai abad yg tak lekang
Kepada siapa kamu mau berjuang?
Menapaki pilu dengan tangan menutup mata
Berlari dengan rambut terurai bertabur bintang

Dengarkanlah sampai abad yg tak lekang
Aku ada disini bercerita tentang hatimu yg kusayang
Kepada wanita berambut panjang
Kulit coklat mata hangat dan bertahtakan rembulan
Aku masih disini menanti panjang matamu tertuju padaku

Raja dan Ratuku

Katakan sayang,
Apa kebutuhanmu
Katakan nak,
Apa yg kamu mau

Aku akan membuat jalanmu terbentang luas
Biarpun berliku biarpun curam dan terjal
Percayalah aku yg jadi batu penjurumu
Agar semua cita2mu terwujud

Peluk aku nak, cium aku
Jangan benci keadaanku
Biar jeruji menahan tangan untuk memelukmu
Namun mereka tak mampu menahan rasa sayangku

Buka matamu nak ini keadaanku
Jangan menangis sayang lebarkan sayapmu
Takkan kubiarkan sehelai rambut pun berani menyakitimu
karna kamulah raja kamulah ratu
Permata sakral buah hati cintaku
Yg masih nakal dan lugu

Pemabuk jalanan

Siapakah aku menerima cintamu?
Aku hanya pemabuk jalanan berteman dengan pelukan pelacur
Yg membagi rata hasil jerih payah
Hanya demi menyambung hidup

Siapakah aku mendapat kepercayaanmu?
Lidahku begitu panas nafasku begitu menyengat
Tubuhku begitu berat

Siapalah aku begitu kau memelukku?
Hujan badai adalah temanku
Siang terik juga sahabatku

Terimakasih untuk cintamu padaku
Bukan saja ini kuberikan
Apapun akan aku lakukan
Duduk manis dan lihat saja kemudian

My Way

Even if I'm still not enough for you,
I'll make sure that I'm enough for you. With my way.
With my own way
I'll make you love me as much as I love you, or even more, though it's hard I guess, but I'll try.
Don't you know that I have a billion ways to make sure that your wild eyes will always see me.
Just me and only me.
If there's 1000 ways failed.
I'll make the 1001 way after it
I'm not good enough for you, and so do you.
That's why we'll trying to be more than good each other.

By : rara

Botol Kaca

Ditengah deru nafas kita
Bayangan berdua terpampang di botol kaca
Ada bayangan kamu dan aku
Terpagut mengadu cinta

Desahan serumu memacu
Adrenalin kita menyatu
Hilang sudah perih dunia ini
Ketika kita memadu kasih

Lidahmu menggores setiap peluhku
Seperti kuas dengan kanvas kosong
Putih bersih dan siap diisi
Diisi dengan warna penuh cinta

Aku tidak melihat kebohongan di bayangan botol kaca itu
Kebohongan yg biasa aku lakukan
Kebohongan yg biasa kamu terima
Kali ini kita saling jujur

Botol kaca itu menjadi saksi
Apapun kita, perbedaan kita, status kita cinta bisa merubahnya
Dari dua berbeda
Menjadi satu sempurna

Selasa, 22 Maret 2011

serigala

Aku menginginkanmu
Tubuh dan nyawamu
Mengasah taringku
Untuk menangkapmu

Aku meneriakkan namamu
melihatmu diatas langit
Mencoba menangkapmu
Yg ternyata refleksi bayanganmu di air

aku menginginkanmu
Hidup setengah mati tanpamu
Mengarahkan cakarku kearahmu
Seperti serigala merindukan bulan

hanya dirimu yg mampu
Membinasakan rasa yg membelenggu
Bukan hanya pola riak
Biarpun habis aku berteriak

Seperti serigala merindukan bulan
Cakar dan taringku tak sampai
Berharap kamu ada dipangkuan
Yg membakar rasa buas hingga usai

Minggu, 20 Maret 2011

titik koma

Pada suatu rentetan huruf abjad berbaris
Adalah tanda (.) yg mencintai tanda (,)
Namun sayang bukan kepalang
Tanda titik dan koma takkan bisa bersatu

Mereka saling cinta saling memandang jauh kedepan
Sayang seribu sayang tatanan cara baca tak dapat berubah
Kisah cinta ironis mereka menjadi pembicaraan
Mulai dari pensil, penghapus dan penggaris

Suatu kala pena sang bijaksana mendengar kisah tersebut
Gundah hatinya dan menangis
Setitik tinta jatuh tepat diatas tanda koma
Menjadikan mereka (;)
Dengan ini kamu akan terus bersatu
Sambil pergi meninggalkan tanda titik dan koma berdua
Dan seluruh abjad bersuka ria
Menyaksikan cinta tanda (;) yg akhirnya dapat bersatu

si manis jembatan

Terlelap dibuai angin
Bersandar dibangku taman
Disorot lampu jalanan
Disamping mobil berlalu lalang

Dengan dress putih ketat
Lekuk tubuh yg mencuat
Gincu dan make up melekat
Siap-siap mendekat pasti disikat

Setiap mata pasti melihat
Biarpun hanya sekedar lewat
Ada yg berhenti untuk mengumpat
Ada juga yg minta dijilat

Ahh si manis jembatan hitam
Dengan hidup biru kelam
Dengan masalalu hitam legam
Hanya untuk mencari makan

pendosa

Tak pernah tertidur
Berlari hingga kaki berdarah
Mengucur perlahan menyisakan jejak
Merah merona di tanah tandus

Maut menghadang
Setan pun ku terjang
Dan aku tertawa
Ketika iblis tunduk menyembah

Mimpi yg telah hancur
Gelap dan pekat
Hanya terdengar teriakan
Dan gertak gigi di besi2 panas

dosa membanjiri tubuhku
Hanyut terbawa sungai darah
Menuju ke alam bawah tanah
Hidup diantara cacing jelantah

Tuhan! Tuhan! Dimana Dia?
Tarik tanganku sejukkan langkahku
Cucukkan saja jari-Mu ke air
Dan teteskan kelidahku

Tuhan! Tuhan! Tolong aku!
Kirimkan malaikat sucimu angkat aku
Tubuhku lebur tulang pun tak bersisa
Hanya penyesalan yg sudah tak berguna

Rabu, 16 Maret 2011

pemabuk dan cintanya II

jangan pecahkan hatiku seperti botol barusan
Biar sepahit apapun rasa bir hitam, lebih pahit jika rasa ini kamu abaikan

pemabuk dan cintanya I

Dia mencintaimu melalui fermentasi sempurna
bermata merah dan bernyanyi lagu cinta seperti indonesia raya
Tidak memiki alasan kapan, mengapa, bagaimana dan dimana
Selalu terasa tagih akan seteguk dirimu

Cintanya mampu meruntuhkan rasa manis gula menjadi alkohol
Rasa yg siap membuat kepayang
Terangsang akibat pemanasan perasaan
Yg mengalir melalu darah menyerang kepala
Tanpa akal dan logika

Rasa cinta dipendam untuk menghasilkan protein dan tanin
Karna waktu yg tepat adalah cara agar cita rasa cinta itu sempurna
Begitu pahit begitu nikmat begitu memikat

Melalui pasteurisasi untuk menghilangkan kuman dan bakteri dihidupnya
Kuman yg menjadikannya sampah dan bakteri yg menjadikannya terhina

Pemabuk itu hanya punya harga diri yg tersimpan dalam kaleng dan botol
Agar tidak menguap dan mengurangi cita rasa itu sendiri
Harga diri sebagai pemabuk dan seorang manusia
Harus dihargai dan dicintai

Kamu yg membakar dada
Mampu menjadi candu dipikiran
Menggetarkan dunia yg selalu selau berputar
Menjadikan sayap terbentang luas menyusuri tiap lekuk tubuhmu

Bagaimana jika aku pemabuk itu?
Karna pemabuk yg jatuh cinta,
Sama seperti macan yg diberi sayap.

Minggu, 13 Maret 2011

hati kaca

Perlahan mendekat
Jejak langkah merah darah
Di lorong hitam putih
Menyapa sendu keberadaanku

Menyebut namaku dengan lembut
Mengusap keningku
Mengecup pipiku
Dan berbaring disampingku

Tahu apa kamu tentang rasa kehilangan?
Jika maaf adalah obat lain cerita jika kamu berkata
Adakah demikian terlintas begitu saja?
Sajak tentang hati yg luka

Jika merindumu adalah uang mungkin aku bisa membeli gunung
Jika merindumu adalah sakit mungkin aku sudah mati

Aku terlahir dengan satu hati
Rapuh seperti botol kaca
Jangan pecahkan lagi sayang
Karena sudah tidak bersisa

dewa dan cinta

Sudah kubilang
Jangan menyelam lebih dalam
Mencoba mengetahui arti ini
Arti cintaku melebihi cinta yg kau pahami

Lebih dari Aphrodite
Lebih dari neputunus kepada laut
Terus melejit
Jauh jauh lebih dalam dari palung laut

Sudah kubilang
Tak bisa kamu memahami
Kamu hanya bisa merasakan
Lebih daripada zeus kepada manusia

Menyatu dengan semesta
Melebur didasar ombak
Melekat bagai atlas kepada bumi
Menopang dirimu yg menggila disini

Terus terus melaju
Lewati abad yg tak lekang
Menjauh kita pahami
Arti dari sama yg mengekang

Kepadamu dengan penuh cinta
Akulah jalanmu
menjadi batu penjurumu
menuju keabadian cinta

cinta mati

Aku cinta kamu cinta aku
Bagaimana cara kita habiskan malam ini?
Dengan lagu punkrock dan sebotol vodka
Bersama kita kebut mobil setanku
Mabuk dan tertawa terbahak dgn adrenalin menggebu
Secepat lampu2 kota yg terlintas dikaca

Diperempatan cahaya kuning menyalak dengan bunyi klakson

Dan.... Brakkkk!!!!

Aku cinta kamu cinta aku
Melihatmu berdarah tersenyum tanpa penyesalan
Senyum hitam tulus dari jantung
Mata berkaca dan nadi yg mulai berhenti
Kamu bisikan kata, 'I love u..' Sembari membalut kepalaku yg berdarah dengan tanganmu

Darah kita bersatu..

Aku cinta kamu cinta aku
Bersama gelap mata perlahan terbang tinggi
Aku cinta kamu cinta aku
Inilah awal cinta mati kita berasal

bis kota

Malam ini terang bulan
Berhias lampu kota yg temaram
Mobil yg sibuk berlalu lalang
Tidak kurang juga si kupu malam

Aku dideretan kursi belakang
Bersama segala rupa penumpang
Dan melihat kamu disitu
Tetap di jam pulang yg sama

Jelas tercium parfum murah
Tercampur bau peluh penat hari ini
Mengunyah permen karet
Melihat keluar jendela

Boleh tahu siapa nama tuan?
Manis parasnya bagus tubuhnya
Selalu ingin kukatakan itu
Namun aku tetap dikursi belakang

Boleh tahu siapa nama tuan?
Manis parasnya bagus tubuhnya
Selagi aku menerawang
Seniman jalanan bernyanyi lagu
Berjudul punk rock jalanan

aura mabuk

Mata pelo bukan kepayang
Dunia bergoyang kepala melayang
Nada bicara begitu cepat
Tapi gerakan tangan kaki makin lambat

Mata pelo bukan kepayang
Dunia bergoyang kepala melayang
Sendawa juga sendu cerita satu
Entah hati atau otak meradang pilu

Mata pelo bukan kepayang
Dunia bergoyang kepala melayang
Tersisa tawa dan siksa
Menghantam darah membuka luka

Mata pelo bukan kepayang
Dunia bergoyang kepala melayang
Nada berat mimpi berlebihan
cuma alkohol yg bisa menahan

Apa yg harus ku apa kan

Sabtu, 12 Maret 2011

semalam

Terpapar sebuah pemandangan diantara dua bukit berdampingan
Dua jengkal dari sana bibirnya yg selalu menggoda, ya dari sana cintaku berasal.
Kurasakan harum tubuhnya, buatku membatu dengan penuh rasa
Aromanya membuatku gila, penuh fantasi, imajinasi yg begitu liar dan dalam.
Detik demi detik berlalu bagaikan bulir-bulir air mengarungi waktu yg tak pernah berbohong memutarkan nalar logika, membalikkan fakta
Jemari kaku dan semua tampak begitu semu
Dan kamu hanya terbaring seperti itu menungguku melakukan sesuatu
Keanggunanmu buatku melamun, kau buatku bagaikan penyamun, haus akan aromamu
Jujur aku tak kuasa menahan hasrat, menggebu liar. Ingin rasanya menabrakkan tubuhku ke tembok menghilangkan cenat cenut dikepala
Sejenak kemudian kau bawaku ke alam liar, bergumul ditemani asap dari tembikar
Kepalaku seperti cerobong asap. Mengepul deras, melambung tinggi jauh ke awan.
Menahanku perlahan, lepaskan beban, berhenti dan menari tanpa sungkan
Aku pun berdiri duduk diatas tubuhmu, biarkanmu melihat sesukamu seluk beluk lekuk setiap inci propertiku
Peluh berjatuhan, menjadi saksi dan teman perjalanan
Kukecup perlahan dari dahi hingga ujung kaki
Kamu menikmati tiap sapuan kuas lidahku yg melumat tiap baris tubuhmu
Tercipta gestur yang melantur, nafasku tak teratur terdengar seperti mendengkur
Selangkah lagi sayang, satu malam lagi terlewati.
Sempurna, kau dan aku berbaring tak berdaya
Kamu jelas membuatku melayang, hingga membentuk rasi bintang menuju ke semesta yg tak lekang
Rapuh mulai terasa saat tubuhmu menghilang di balik kabut, tinggal diriku bertabur kalut
Memudar hilang seperti kabut panas, tenggelam larut seperti putih gula di secangkir kopi panas.
semakin kucari, semakin kau larut..
Dan benar saja itu semua hanya fatamorgana, khalayan liar. Hanya ada aku terbaring sendiri dikamar
Tersudut oleh tatapan lampu yang terlupa sejak kau merasuki pikiranku
Aku terbangun dengan celana basah, ahh... Mimpi yg gila.



A.O

Kamis, 10 Maret 2011

linger - the cranberries

If you, if you could return
Don’t let it burn, don’t let it fade
I’m sure I’m not being rude
But it’s just your attitude
It’s tearing me apart
It’s ruining everything
And I swore, I swore I would be true
And honey so did you
So why were you holding her hand
Is that the way we stand
Were you lying all the time
Was it just a game to you

But I’m in so deep
You know I’m such a fool for you
You got me wrapped around your finger
Do you have to let it linger
Do you have to, do you have to
Do you have to let it linger

Oh, I thought the world of you
I thought nothing could go wrong
But I was wrong
I was wrong
If you, if you could get by
Trying not to lie
Things wouldn’t be so confused
And I wouldn’t feel so used
But you always really knew
I just wanna be with you

And I’m in so deep
You know I’m such a fool for you
You got me wrapped around your finger
Do you have to let it linger
Do you have to. do you have to
Do you have to let it linger

And I’m in so deep
You know I’m such a fool for you
You got me wrapped around your finger
Do you have to let it linger
Do you have to, do you have to
Do you have to let it linger

You know I’m such a fool for you
You got me wrapped around your finger
Do you have to let it linger
Do you have to, do you have to
Do you have to let it linger



Lagu ini lagu paling manis.. :)

Selasa, 08 Maret 2011

kata ajaib

Dia berlari di kemilau cahaya rembulan
Terkadang terengah menahan napas
Tubuhnya semakin berat
Kakinya berlari tertatih menahan darah

"Dia sekarat!"

Teriak gadis berkerudung ungu
Mencoba meraihnya namun tak kuasa
Dia liar, bak binatang buas
Menggigit dan berbisa

Coba dengar apa yg gadis itu katakan,

"Apa yg kamu cari membuatmu bahagia?"

Rasanya batin tercambuk!!
Sedikit membungkuk dia menangis
Meringis pilu yg membengkokkan hatinya
Siapa sangka sekalimat itu menampar malunya?
Menunmbuhkan penyesalan dalam hingar bingar malam

"Katakan padaku, kapan kamu berhenti?"

Gadis itu bertanya lagi
Dia hanya bisa menangis meringkik
Seperti kuda yg terusik
Menggaruk tanah hingga kuku berdarah

"Lihatlah! Gadis dengan kata ajaibnya menundukkan si buas!"

Teriak orang sekampung membawa obor juga parang
Berbondong-bondong mereka memasang kuda-kuda untuk menyerang
Memaksa dia hingga lari dari kenyataan,
Hidup enggan mati pun tak mau
Itu harapan mereka untuk dia

Namun lihatlah, dia yg dijuluki si buas tanpa nadi dan hati merunduk sujud
Kepada gadis kecil dengan kata ajaibnya
Menembus telinga, menusuk hati, menggampar harga diri
Perlahan tapi pasti dia tenggelam dalam darahnya sendiri
Sedetik lagi bersiap untuk mati, dia tersenyum pada gadis dan mengucapkan,

"Terima kasih"

Sabtu, 26 Februari 2011

merindumu

Terbaring lemah pagi ini
Hanya ada foto kita berdua
Hanya ada guling
Hanya ada kenangan

Tersenyum kecil melihat fotomu
Kita berdua terlihat manis disitu
Biar skrg aku mengacau dan kau pergi
Tapi difoto ini kita bergandengan

Jelas sekali masih terasa
Senyum kecilmu di pagi hari
Yg tak mau mandi
Yg tak mau beranjak pergi

Hanya rasa merindumu
Tak mampu kubendung lagi
Tak kuasa tangan menahan air
Hingga perlahan mengalir

Aku merindumu bangun disisiku
Kecupanmu dikeningku
Tatapanmu melihatku
Yg selalu bisa membangunkanku

Jelas terasa aku merindumu
Jawab, harus kuapakan rindu ini?
Meradang pilu setiap malam
Terbangun sepi setiap pagi

Jelas terasa sekali merindumu
Jawab, harus kuapakan apa ini?
Jika kututup mata dan mulai berhitung
Pada hitungan keberapa kamu akan muncul?

Minggu, 20 Februari 2011

kupu kupu

Terbanglah sini diam dibahuku
Agar kamu tidak kesepian
Agar tidak kedinginan
Agar bisa cukup makan

Aku punya selimut hangat
Atau peluk saja tubuhku
Cukup hangat untukmu
Dan ganti pakaian minimmu

Kupu kupu yg lucu
Kemana engkau terbang?
Apakah ke bunga hati yg luka?
Untuk tawarkan nikmat dan candu

Kupu kupu yg sendu
Kemana engkau berlabuh?
Tetap dengan pakaian minimmu?
Atau mencoba pakaian yg lebih hangat

Kupu kupu yg biru
Tinggallah diam dibahuku
Bermain saja diperutku
Jadikan cairan madu tubuhku tempatmu untuk berlabuh

Kamis, 17 Februari 2011

jakarta dikala malam

Anjing!
Umpatnya keluar dari pintu bar.
Biarpun hujan dia tetap berjalan.
Tidak terasa dingin karna api didalam hatinya jauh lebih hangat dari api neraka
Serasa mau meledak!
Sudah di ubun2!
Terus mengumpat menuju tempat parkiran
Dia pun terus berjalan dan menjadi pusat perhatian bagi pemabuk yg kehujanan
Sesampai di mobil sedan mahal kesayangannya, dia merogoh tasnya, merogoh kantongnya.
Djancuuuuuuk!!
Logat khas keluar lagi. Lebih menyalak.
Kunci mobil tertinggal di meja bar.
Mau tak mau kembali lagi kedalam, dan pulang sebelum dia berpikir untuk menghantamkan kepalanya ke kaca mobil.
Sambil berlari dia kembali masuk.
Basah kuyup. Penuh marah rasanya air dikepalanya menguap karna panas yg mendidih di ubun2.
Langkah demi langkah, dengan geram, tangan dan gigi gemertak dia menuju meja yg diduduki seorang pria khas metroseksual dengan 6botol bir dimejanya.

'Kenapa kamu datang lagi?? Kurang puas hina saya??'

'Diam, anjing! Gue mau ambil kunci mobil gue!'

'Kunci mobil kamu? Sejak kapan itu hak milik kamu? Sudah lupa apa yg kamu lakukan dengan kelamin saya demi dapatkan itu?'

'Oh! Jadi ini perlakuan lo yg udah asik mengobok-obok gue? Kurang puas?'

Segala perkataan kasar keluar dari mulut mereka, dan setiap pasang mata tertuju tanpa mereka. Berkelanjutan. Suasana liar menggila. Seperti tontonan sirkus aneh dengan anak kecil berjanggut sebagai tontonan utama. Penonton tersirap. Ada pasang mata risih, ada pasang mata ingin tahu, dan ada pasang mata terkejut.
Make up yg luntur terkena hujan tidak menghalangi kecantikannya. Tiap orang pun memandang mereka sampai live band yg sedang menghibur para tamunya. Begitu juga para pemabuk dan pelacur yg asik bercumbu berhenti untuk menyaksikan mereka.
Gebrakan meja, kata kotor, segala bahasa kebun binatang dari babi sampai monyet. Dari bangsat sampai pelacur, semua menyatu seperti panggung sirkus kebun binatang sesat. Keadaan panas memuncak.
Seketika pintu bar terbuka, satu lagi yg geram gemertak dikepala panasnya datang kearah mereka. Bunyi hak tinggi ketika berjalan, jelas dia membanting kaki menyentuh lantai. bayangan gelap yg tidak terlalu jelas, siapa sosok yg datang menghampiri karena minimnya cahaya. Apakah pihak kemanan bar? Pemilik bar? Ataukah salah satu pemilik sepasang mata yg akhirnya muak mendengar kata kotor mereka.
Kerlip cahaya sedikit menyinari pihak ketiga tersebut, mulai jelas, mulai cemas pihak yg dituju, mulai lemas lutut mereka berdua.
Seorang wanita tua yg terlihat jelas kaya, setelan kain yg seharga tanah dibilangan jakarta. Dia lantang keras menunjuk dan berteriak,

'Papa!! Cukup!! Sudah saya peringatkan berkali2 jangan sentuh anak saya! Apa saya tidak cukup memenuhi kebutuhan kelamin kamu??! Dan kamu juga anakku! Bikin malu mama! Kamu gak tau sakitnya hati mama kamu, diam2 hubungan intim dengan pacar mama!!'

Sontak dua orang yg ribut seperti genderang itu diam. Perasaan kalut. Kaget. Setengah tidak percaya. Ingin mati saja, rasanya.

'Sekarang, pulang anjing2!!'

Sambil memegang kepala, wanita tua itu berteriak, tanpa banyak bicara dua orang itu seakan terhipnotis kaku dan berjalan keluar. Panggung sirkus sesat bubar. Seperti tersambar petir rasanya. Menyusul wanita tua itu terhuyung berjalan keluar sebelum serangan jantung datang.

Hujan pun reda, suasana hingar bingar di bar berangsur normal.
Sebagian masih bercerita, sebagian kembali menggoda bercumbu seakan tidak terjadi apa2.

Dan dua mobil sedan mahal berjalan beriringan.

aku mencintaimu

aku mencintaimu
kata dan janjimu
serta merta sedu rindumu yang mengebu mengadu pilu disaat sendu

"setiap kata adalah cinta...."

itu kamu ucapkan sebelum tidur dan mengecup keningku
bisikan mimpi agar sayap cinta terbentang melindungimu sampai pagi
aku mencintaimu di pagi hari
dikala cintamu tersenyum merayu beranjak naik keatas tubuhku
aku mencintaimu di sore hari
dikala penat menjadi beban dan peluh seluruh badan kamu menungguku dibangku taman
aku mencintaimu di malam hari
dikala kamu tidur tersenyum melepaskan segala ribuan mimpi yg tertunda
terbaring nyaman diatas dadaku dan rambut hitam memnutupi perutmu

aku selalu mencintaimu
klise tapi fakta.

Minggu, 13 Februari 2011

aku

Aku bukan seorang pembohong
Aku lelaki biasa
Bukan bagaimana cara aku menyakitimu
Tapi bagaimana aku membahagiakan kamu
Bukan juga ketika telingamu mendengar kata kasarku
Bukan juga matamu yg melihat keburukanmu
Coba dengan hatimu rasakan seperti kulit kita yg bersentuhan
Aku mau membahagiakan kamu
Seperti kisah ratna dan galih
Seperti romi pada yuli
Dan sebungkus rokok merah dengan gelas bir
Pasangan serasi
Aku berbahaya dengan segala ucapanku
Segala mimpi besar yg liar
Dan berbahaya ketika aku mulai mencari yg aku mau
Mencari makna tentang rasa yg dipanggil hujan
Jika boleh, aku mau menjadi tokoh utama dalam kisah klasik
Yg penuh intrik dan dikelilingi gadis cantik nan heroik
Berteriak lantang, 'aku akan menyelamatkan dunia!'
Ya, mimpi begitu besar dan liar mengingat tulang kacaku
Rapuh, seperti hati pemabuk yg memeluk botol dipinggir jalan

Aku masih terus mencari, kebahagiaan tentang rumah

Tentang kamu

Tentang hidup

Karna kesakitanku sudah cukup menjelaskan arti sesungguhnya tentang kehidupan
Kesakitan perih yg aku cari
Yang membuatku hidup terus mencari
Sampai lega hati menemukanmu bahagia
Dengan siapa saja yg kamu temui

Senin, 07 Februari 2011

kepadamu, dengan cinta.
aku mencintaimu dengan sederhana.
Seperti bara pada rokok
Seperti botol pada bir.
Kepadamu, dengan cinta.
Aku mencintaimu tanpa harap balas.
Seperti bunga pada matahari.
Seperti bulan pada bumi.
Kepadamu, dengan cinta.
Aku mencintaimu secara luar biasa.
Seperti hujan pada hutan.
Seperti air pantai pada pasirnya.
Kepadamu, dengan penuh cinta
Aku sungguh mencintaimu.

Senin, 31 Januari 2011

untuk dia

Untuk dia,
yg membangunkanku dipagi hari untuk mengigatkan jangan lupa sarapan
untuk dia,
yg membantuku memilih shampo yg cocok untuk rambutku
untuk dia,
yg membantu memilih bajuku sebelum pergi bersama
dan untuk dia,
yg membuatku berpikir kata demi kata yg baik untuk mengucapkan selamat tidur

terimakasih, kamu yg terbaik :)

Pengikut