Teramat sangat sirna cintamu
Tak kunjung jua menghantam rinduku
Sayang, ketika itu jg aku mati
Tiada asa tiada rasa yg ku pinta
Lihat bagaimana aku menenang
Menggeliat air mata tergenang
Meleleh diujung mata berbulir-bulir
Tiada kemarau sesaat pun ku rasa
Aduh, sayang, lihat aku
Tiadamu tiada simpul
Senyum yg biasa kamu tenun
Tawa yg biasa kamu pancing
Tak tersesali untukmu
Berbeda ranting teramat jauh
Matahari tak lg memanjat diantara kita
Waktu pun tak lagi menumbuhkannya
Aduh, sejatiku, lihat ini
Bagaimana kamu mengunci hatiku
Mengikat rantai diantara paru-paru
Tidak keluar ataupun masuk
Tak tersesali sekali lg
Berbeda jalan terlalu sukar, untukku
Dirimu tak kunjung datang
Seraya waktu tertawa biarkan aku hilang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar