Minggu, 13 Maret 2011

hati kaca

Perlahan mendekat
Jejak langkah merah darah
Di lorong hitam putih
Menyapa sendu keberadaanku

Menyebut namaku dengan lembut
Mengusap keningku
Mengecup pipiku
Dan berbaring disampingku

Tahu apa kamu tentang rasa kehilangan?
Jika maaf adalah obat lain cerita jika kamu berkata
Adakah demikian terlintas begitu saja?
Sajak tentang hati yg luka

Jika merindumu adalah uang mungkin aku bisa membeli gunung
Jika merindumu adalah sakit mungkin aku sudah mati

Aku terlahir dengan satu hati
Rapuh seperti botol kaca
Jangan pecahkan lagi sayang
Karena sudah tidak bersisa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut