Perlahan mendekat
Jejak langkah merah darah
Di lorong hitam putih
Menyapa sendu keberadaanku
Menyebut namaku dengan lembut
Mengusap keningku
Mengecup pipiku
Dan berbaring disampingku
Tahu apa kamu tentang rasa kehilangan?
Jika maaf adalah obat lain cerita jika kamu berkata
Adakah demikian terlintas begitu saja?
Sajak tentang hati yg luka
Jika merindumu adalah uang mungkin aku bisa membeli gunung
Jika merindumu adalah sakit mungkin aku sudah mati
Aku terlahir dengan satu hati
Rapuh seperti botol kaca
Jangan pecahkan lagi sayang
Karena sudah tidak bersisa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar