Senin, 04 April 2011

kencan bersama bintang

Malam ini, berbintang.
Biarpun hujan meracau galau. Dia memainkan pinggulnya tersenyum nakal.
Tangannya liar mengarah wajahku, membiarkan hujan turun mematuk punggungku..
Hanya lirih tersisa jika aku mengingat malam berganti pagi. Seakan malam yg harusnya panjang hanya akan berakhir setelah aksi ini selesai.
Sebenarnya hatiku muram temaram. Layu, lama tak bersahabat.
Adakalanya cinta datang dan pergi. Namun bersamanya soal perkara uang.
Selama dipangkuannya aku tak membicarakan beban yg menggeliat geli di bahuku, dan pergumulan yg mendekam dikepalaku.
Hanya pelepas penat, dihariku yg semakin sekarat..
Aku semakin berkarat, dikala waktu terus memburu.
Namun hanya hangat semangatku terus dan terus berkibar, darah muda yg bergejolak.
Diantara deru nafas tak ada satu peluh terlewat percuma. Terpantul begitu nikmat tiap bulir yg jatuh dari jidat.

'Jangan terburu-buru..'

Kata bintang sambil mendekap.
Biarkan matahari memanjat dari tiap ranting hingga atas dan jam alarm berbisik mengingatkan. Biarkan malam ini kita berkencan, meledak, hingga terkulai lunglai lemas. Dan sisakan segurat senyuman begitu kita saling memandang.
Sampai pada akhirnya matahari mulai mengintip dibalik jendela, ada aku dan kamu dipelukkanku saling bercanda..
Jangan lupa tipsnya, jangan lupa kecupannya.
Hapus dulu bekas lipstik, dan siap kembali menantang dunia.
Karena kita baru saja melewati jam istirahat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut