Selasa, 09 Agustus 2011

hilang tanpamu

Untukmu.

Manis, melihatmu pergi buatku terlihat miris.

Hingga ku terbiasa dengan senja temaram
Dimulai dengan mata lebam dan hati yg tidak tentram..

Seperti tersasar ditengah adu tembak. Tanpa tersadar aku sudah terjebak. Di ruang dan waktu yg tidak bergerak.

Hatimu terlihat lembut ternyata keras. Seperti batu yg dilapisi kertas.

Dirimu sayang. Yang memaksaku berjalan kaki pulang.
Dirimu cantik. Yang memukul mundur harga diriku hingga tak berkutik.
Dirimu manis. Yg hilang seiring bunyi peluit dibawa kereta tanpa masinis.

Dan semoga kamu tidak lupa, bibir yg kamu pakai untuk mengutukku pernah singgah dan melumat lidahku dengan semua kata rindu
Hingga pada akhirnya aku hanya mampu melihatmu melalui celah di antara jariku

Aku. Hilang. Tanpamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut