Kamis, 08 November 2012
paman gober for dystopia
Jika aku tak bisa mencintaimu, sayang, aku akan menghancurkanmu
Berserakan dan bersenggama diantara puing hati yg telah kamu lupakan, sayang.
Jika aku tak bisa merindukanmu, sayang, aku akan meniadakanmu
Bersentuhan lara dan senduku yg menggebu padamu, sayang.
Aku pun berkaca pada kaca buram yg pecah, tentang keadaanku yg sempat membuatmu luluh lantah,
Tiada kata yg tak pantas, segala kutuk dan tulah pun sudah ku ungkapkan.
Peluhku, darahku, rinduku, cintaku, hidupku, matiku, sudah kutanggalkan
Dan sejatinya ku jadikan itu sebagai tempat terakhirmu untuk bersuka
Inilah duniaku sekarang, tanpamu.
Karena yg aku tau, begitu bersamamu, duniaku itu kamu..
Selasa, 11 September 2012
Takdir segelas perasaan
Cerita kita adalah sisa buih di gelas bir. Berbekas tak hilang lekas, membekas dan tak langsung tuntas. Pasti, menuang lg satu yg baru
Bila gelas baru pun berlanjut, masih tetap bir yang sama.
"Tak puas kalau cuma segelas", lalu kita pun tertawa karenanya
Dan kita biasa meminumnya bergantian, tidak terburu-buru dan tidak berlalu-lalu. Konstan, seakan banyak waktu yg berbuku menunggu
"Aku ingin menulisnya diatas kertas", ujarmu.
Aku pun menyahut,
"aku juga sedang menuangnya didalam gelas"
Sejujurnya kita bs saling menyakiti dengan gelas bir yg dulu kita pecahkan. Namun belum ada sakit yg bs menggantikan candu kita pd cinta
Inginku yg lalu jgn dibiarkan berlalu, biarkan kita rengkuh dan sakit karenanya. Sampai tak sembuh-sembuh. Agar aku jenuh, demikian pun kamu
"Kamu percaya cinta?" Tanyaku sebentar.
"Yg aku percaya, botol ini mampu membelah dadamu",
katamu dgn bangga........
....
Kamu biasa tau, aku tak punya nafsu, cuma cinta, cinta yg kata orang cinta segitiga, segilima, dan segi-segi lainnya.
Segi dari setiap sendi pada sudut dimana rokok ku biasa disulut. Bergelas-gelas bir ditiap semaput pun sering ku pagut, berlanjut sampai kasur yg kusut
Sebab, kita ada rindu yg belum ketemu
Sebab, kita ada bir yg belum mencair
Sebab, ada kita di sauh yg menjauh, genggaman di mulut botol yg jatuh, dan lambaian manis diiringi bunyi peluit masinis.
Namun menyerahlah sayang, seiring waktu kurang bertemu pun kita saling mengerti
Diam-diam kita menggambar masa depan masing-masing dan ada kita berdua bersulang di bar biasa bertemu
Bila gelas baru pun berlanjut, masih tetap bir yang sama.
"Tak puas kalau cuma segelas", lalu kita pun tertawa karenanya
Dan kita biasa meminumnya bergantian, tidak terburu-buru dan tidak berlalu-lalu. Konstan, seakan banyak waktu yg berbuku menunggu
"Aku ingin menulisnya diatas kertas", ujarmu.
Aku pun menyahut,
"aku juga sedang menuangnya didalam gelas"
Sejujurnya kita bs saling menyakiti dengan gelas bir yg dulu kita pecahkan. Namun belum ada sakit yg bs menggantikan candu kita pd cinta
Inginku yg lalu jgn dibiarkan berlalu, biarkan kita rengkuh dan sakit karenanya. Sampai tak sembuh-sembuh. Agar aku jenuh, demikian pun kamu
"Kamu percaya cinta?" Tanyaku sebentar.
"Yg aku percaya, botol ini mampu membelah dadamu",
katamu dgn bangga........
....
Kamu biasa tau, aku tak punya nafsu, cuma cinta, cinta yg kata orang cinta segitiga, segilima, dan segi-segi lainnya.
Segi dari setiap sendi pada sudut dimana rokok ku biasa disulut. Bergelas-gelas bir ditiap semaput pun sering ku pagut, berlanjut sampai kasur yg kusut
Sebab, kita ada rindu yg belum ketemu
Sebab, kita ada bir yg belum mencair
Sebab, ada kita di sauh yg menjauh, genggaman di mulut botol yg jatuh, dan lambaian manis diiringi bunyi peluit masinis.
Namun menyerahlah sayang, seiring waktu kurang bertemu pun kita saling mengerti
Diam-diam kita menggambar masa depan masing-masing dan ada kita berdua bersulang di bar biasa bertemu
Jumat, 07 September 2012
Semesta Ide
Mau nulis sedikit berat dan berbeda dari tulisan-tulisan sebelumnya. Entah cocok apa gak, here we go..
Di jaman ini, semakin hari semakin canggih, dimana nalar dan logika semakin mendominasi. Beberapa kepercayaan pun mulai memudar dan dari yg gue liat ada trend atheism di kalangan anak muda. Atheism keren dan gaul, pintar, dan gaul (pokoknya gaul).
Dan anak2 muda kehilangan sebuah kepercayaan entah terhadap Tuhan, atau pun hal2 abstraksi lainnya.
Tuhan, cinta, harapan, doa, mimpi, dan cita-cita gue masukan satu kategori yg namanya, 'Semesta Ide'. Lanjut dari sini bakal gue ulas sedikit pemikiran gue ke penerapannya dalam hidup gue.
Semesta Ide itu "sesuatu" yg mampu membawa manusia ke pintu-pintu inovasi lainnya, yg mendorong memecahkan tembok logika dan mampu melewati rasi galaksi andromeda. "Sesuatu" yg bisa membawa manusia melewati batas kemampuannya, yg gak masuk akal, dan gak bs dibuktikan secara nyata dan gak berwujud.
Gue selalu berpikir kalo manusia butuh sesuatu yg lebih besar dari kekuatannya sendiri untuk berkembang. Menghapus logika yg menjadi tempurung bagi kura-kura. Karena kenapa? Hal2 mustahil bisa diwujudkan karena semesta ide itu sendiri.
Contoh, orang jaman dulu menganggap impian manusia untuk bisa terbang itu mustahil dan bodoh, namun Wright bersaudara bisa mewujudkannya jadilah pesawat terbang. Atau, orang jaman dulu menganggap mustahil sebatang besi bisa mengambang di air, sampai diciptakannya kapal pesiar.
Mungkin kepercayaan-kepercayaan seperti itu sudah mustahil diterapkan karena penggunaannya sudah mulai luntur. Mental kita masih mental tempe, masih minder dan gak kuat dengan namanya kenyataan. Anak-anak muda sering kecewa, mungkin gak ada doa yg terjawab, atau selalu gagal dan menyerah akhirnya memilih untuk tidak percaya dan berpikir secara logika.
Apa yg gue maksud semesta ide mungkin bukan mengubah air menjadi anggur, atau 5 roti dan 2 ekor ikan mampu menghidupi semua masyarakat-masyarakat dibawah garis kemiskinan.
Semesta Ide yg gue maksud adalah sebuah harapan dan doa agar termotivasi dan makin berusaha.
Gak ada salahnya kok untuk berdoa dan percaya, karena semesta mendengar dan gak menutup mata.
Gue pun suka sama kata-kata sudjiwo tedjo, dia menganggap Tuhan itu sebuah angka 0. Ada, tapi gak ada. Sesuatu dimana semua bermula dan berakhir.
Gue inget satu kata-katanya dia,
Tuhan berkata, "bagilah dirimu dengan-Ku maka jadilah tak terhingga.."
Maksudnya, jika kita membuka diri dan membagi diri kita, membiarkan Semesta Ide itu masuk maka kemampuan kita pun menjadi tak terbatas. Kalo belum ngerti juga, semisal 1 : 0 = tak terhingga
Bayangkan jika kita membagi diri kita dengan Semesta Ide, luar biasa bukan?
Kadang, gue suka diremehin atau diledek karena masih mau berdoa dan sering menyebut Tuhan di twitter, secara gitu selain bir, rokok, ada perempuan yg selalu gue bahas disitu.
Gue gak munafik, gue mungkin gak bisa membuktikan secara jelas bahwa Tuhan itu ada. Tapi siapapun yg percaya prinsip keseimbangan, pasti ada si jahat ada si baik, hitam dan putih, kalo perlu gue bakal jadi si jahat untuk membuktikan adanya si baik.
Akhir dari tulisan ini cuma mau mengingatkan, jaman boleh berkembang, dan Tuhan atau semesta ide gak bisa dibuktikan. Tapi ambil waktu lo buat tutup mata, dan dengar suara nurani karena nurani satu-satunya penghubung ke Pusat Semesta. Adakah Tuhan disitu?
Salam miras,
Dari pemabuk
Cheers.
Di jaman ini, semakin hari semakin canggih, dimana nalar dan logika semakin mendominasi. Beberapa kepercayaan pun mulai memudar dan dari yg gue liat ada trend atheism di kalangan anak muda. Atheism keren dan gaul, pintar, dan gaul (pokoknya gaul).
Dan anak2 muda kehilangan sebuah kepercayaan entah terhadap Tuhan, atau pun hal2 abstraksi lainnya.
Tuhan, cinta, harapan, doa, mimpi, dan cita-cita gue masukan satu kategori yg namanya, 'Semesta Ide'. Lanjut dari sini bakal gue ulas sedikit pemikiran gue ke penerapannya dalam hidup gue.
Semesta Ide itu "sesuatu" yg mampu membawa manusia ke pintu-pintu inovasi lainnya, yg mendorong memecahkan tembok logika dan mampu melewati rasi galaksi andromeda. "Sesuatu" yg bisa membawa manusia melewati batas kemampuannya, yg gak masuk akal, dan gak bs dibuktikan secara nyata dan gak berwujud.
Gue selalu berpikir kalo manusia butuh sesuatu yg lebih besar dari kekuatannya sendiri untuk berkembang. Menghapus logika yg menjadi tempurung bagi kura-kura. Karena kenapa? Hal2 mustahil bisa diwujudkan karena semesta ide itu sendiri.
Contoh, orang jaman dulu menganggap impian manusia untuk bisa terbang itu mustahil dan bodoh, namun Wright bersaudara bisa mewujudkannya jadilah pesawat terbang. Atau, orang jaman dulu menganggap mustahil sebatang besi bisa mengambang di air, sampai diciptakannya kapal pesiar.
Mungkin kepercayaan-kepercayaan seperti itu sudah mustahil diterapkan karena penggunaannya sudah mulai luntur. Mental kita masih mental tempe, masih minder dan gak kuat dengan namanya kenyataan. Anak-anak muda sering kecewa, mungkin gak ada doa yg terjawab, atau selalu gagal dan menyerah akhirnya memilih untuk tidak percaya dan berpikir secara logika.
Apa yg gue maksud semesta ide mungkin bukan mengubah air menjadi anggur, atau 5 roti dan 2 ekor ikan mampu menghidupi semua masyarakat-masyarakat dibawah garis kemiskinan.
Semesta Ide yg gue maksud adalah sebuah harapan dan doa agar termotivasi dan makin berusaha.
Gak ada salahnya kok untuk berdoa dan percaya, karena semesta mendengar dan gak menutup mata.
Gue pun suka sama kata-kata sudjiwo tedjo, dia menganggap Tuhan itu sebuah angka 0. Ada, tapi gak ada. Sesuatu dimana semua bermula dan berakhir.
Gue inget satu kata-katanya dia,
Tuhan berkata, "bagilah dirimu dengan-Ku maka jadilah tak terhingga.."
Maksudnya, jika kita membuka diri dan membagi diri kita, membiarkan Semesta Ide itu masuk maka kemampuan kita pun menjadi tak terbatas. Kalo belum ngerti juga, semisal 1 : 0 = tak terhingga
Bayangkan jika kita membagi diri kita dengan Semesta Ide, luar biasa bukan?
Kadang, gue suka diremehin atau diledek karena masih mau berdoa dan sering menyebut Tuhan di twitter, secara gitu selain bir, rokok, ada perempuan yg selalu gue bahas disitu.
Gue gak munafik, gue mungkin gak bisa membuktikan secara jelas bahwa Tuhan itu ada. Tapi siapapun yg percaya prinsip keseimbangan, pasti ada si jahat ada si baik, hitam dan putih, kalo perlu gue bakal jadi si jahat untuk membuktikan adanya si baik.
Akhir dari tulisan ini cuma mau mengingatkan, jaman boleh berkembang, dan Tuhan atau semesta ide gak bisa dibuktikan. Tapi ambil waktu lo buat tutup mata, dan dengar suara nurani karena nurani satu-satunya penghubung ke Pusat Semesta. Adakah Tuhan disitu?
Salam miras,
Dari pemabuk
Cheers.
Rabu, 29 Agustus 2012
pulanglah sayang
Semakin kuingat semakin samar
Mimpi tentangmu, hidup dan matimu
Bisikanmu masih kudengar
Sentuhanmu masih kurasa
Pulanglah sayang, ketuk hatiku
Dan bawaku dgn mimpi bunuh aku dgn rindu
Pulanglah sayang, ketuk hidupku
Bawalah padaku dirimu yg kunanti dgn segala rindu penuh debu dari masalalu
Kembalikan padaku, hidup dan matiku.
Jika terangmu yg buatku berpijar, mana dirimu disaatku berpendam?
Adakalanya cinta datang dan pergi, namun ada satu fase dimana cinta diam dan menerima semua hal yg tak bisa diterima.
Lempar aku seperti batu kecil di danau, biarlah tenggelam dan jangan menyelam untuk memungutku lagi.
Biarkan aku disitu, sampai danau sendu surut dan lihatlah aku masih menunggumu didasarnya.
Mimpi tentangmu, hidup dan matimu
Bisikanmu masih kudengar
Sentuhanmu masih kurasa
Pulanglah sayang, ketuk hatiku
Dan bawaku dgn mimpi bunuh aku dgn rindu
Pulanglah sayang, ketuk hidupku
Bawalah padaku dirimu yg kunanti dgn segala rindu penuh debu dari masalalu
Kembalikan padaku, hidup dan matiku.
Jika terangmu yg buatku berpijar, mana dirimu disaatku berpendam?
Adakalanya cinta datang dan pergi, namun ada satu fase dimana cinta diam dan menerima semua hal yg tak bisa diterima.
Lempar aku seperti batu kecil di danau, biarlah tenggelam dan jangan menyelam untuk memungutku lagi.
Biarkan aku disitu, sampai danau sendu surut dan lihatlah aku masih menunggumu didasarnya.
Selasa, 28 Agustus 2012
Teh di pagi hari
Selamat pagi, manis. Aku ingin sekali lg menjadi teh mu dipagi hari, disaat perutmu sakit bulanan dan moodmu yg berantakan.
Gak perlu lagi gula, karena esensi gula pun terlekat padamu, pada bibirmu, yg masih membekas di kepala dan indra perasa.
Tapi teh-nya sudah dingin, bahkan basi. Mungkin tawamu pun tak tersisa ketika aku salah mengeja teh menjadi the, entah ingat atau gak kita sering tertawa karena itu, dulu. Namun cangkir yg biasa aku siapkan masih ada dan menunggumu untuk mengisinya kembali. Itu pun jika kamu mau. Itu pun jg jika aku bisa.
Jujur, aku ingin membencimu dan lupa menyiapkan cangkir itu setiap pagi. Tapi apa bisa aku melupakan hal yg aku benci?
Kekasih tulisanku, ingat ada hatiku yg terselip disetiap kata dan spasi ini. Sedikit yg berbisik agar kamu cepat kembali, ada juga yg berteriak agar kamu cepat mati.
Karena yg ku tau, jika dengan teh rasa rindu tak ku temu dirimu, dengan tiang air mata sepanjang apa mampu ku hanyutkan dirimu?
Gak perlu lagi gula, karena esensi gula pun terlekat padamu, pada bibirmu, yg masih membekas di kepala dan indra perasa.
Tapi teh-nya sudah dingin, bahkan basi. Mungkin tawamu pun tak tersisa ketika aku salah mengeja teh menjadi the, entah ingat atau gak kita sering tertawa karena itu, dulu. Namun cangkir yg biasa aku siapkan masih ada dan menunggumu untuk mengisinya kembali. Itu pun jika kamu mau. Itu pun jg jika aku bisa.
Jujur, aku ingin membencimu dan lupa menyiapkan cangkir itu setiap pagi. Tapi apa bisa aku melupakan hal yg aku benci?
Kekasih tulisanku, ingat ada hatiku yg terselip disetiap kata dan spasi ini. Sedikit yg berbisik agar kamu cepat kembali, ada juga yg berteriak agar kamu cepat mati.
Karena yg ku tau, jika dengan teh rasa rindu tak ku temu dirimu, dengan tiang air mata sepanjang apa mampu ku hanyutkan dirimu?
Minggu, 26 Agustus 2012
ilusi, cinta itu kamu
P : Cinta adalah perangkap. Ketika ia muncul, kita hanya melihat cahayanya, bukan sisi gelapnya..
P : Aku jatuh ke perangkapnya..
P : Kemana perginya cahaya? Aku hilang dalam kegelapan..
A : Berharap bayanganmu selalu muncul, dan tak hilang saat gelap
A : Menginginkanmu seperti membutuhkanmu.. Mencarimu menangisimu hingga larut tenggelam karenanya
P : Dalam keadaan itu, aku mengalami ketidak mengertian total tentang cinta yang ku kira ada..
P : Lalu segalanya mendadak menjadi hampa, begitu sepi dari makna..
A : Kukira nyata, dan kukira semestinya..
A : Ini bukan cerita cinta, ini cerita tentang cinta
A : Tentang mereka yg jatuh cinta, menghadapi dan membayar dengan seharusnya
A : Dan ada juga tentang mereka yg menyerah karena mereka tau tak pantas didalamnya
P : Dimana aku sekarang? Nanti juga kau pasti tahu.. Aku tak pernah pergi jauh, kau tau itu. Aku hanya sedang bersembunyi saja.
A : Jatuh kedalam lingkaran yg tak berujung
A : Yang menggambarkan kebahagiaan dan senyuman
P : Sebagian diriku takut melihat cahaya itu lagi, karena aku tau cinta adalah perangkap. Siapa yang akan bertanggung jawab bila pada akhirnya aku jatuh ke dalam kegelapan lagi?
P : Hey, aku tetap mencintaimu..
A : Sayang, cerita tidak selalu berakhir bahagia dan senyuman
A : Biarlah saat kamu datang lagi, aku tetap ada, saat kamu hilang, aku tetap mencari
P : Kau? Menyia-nyiakan waktumu? Jangan tunggu aku. Itu ironi bagiku..
P : Mungkin masalah kita hanya satu, kita sering lupa bahwa cinta adalah kata lain dari saling mendengarkan.. Sebab, mendengarkan adalah saling membuka diri: saling memberi.. Dan menerima dengan tulus.
P : Apalah arti cinta yang sebenarnya? Apakah kamu masih ingin memilikiku?
P : Apakah hasrat itu ada? Jika jawaban mu iya. Aku tak yakin cintamu tulus..
P : Aku memang jauh darimu, keberadaanku saja kamu tak tau.. Aku sengaja.. Menikmati waku di dalam kegelapan ini. Mencandu rindu yang selalu hadir di mimpiku..
A : Seharusnya kamu tau, aku tak biasa tanpa dirimu.. Seharusnya kamu mengerti aku tenggelam terlalu dalam karena rasa itu.
A : Bersenggama dengan kesepian, menunggu datang tiap malam
A : Hingga anganku terbawa kepulan asap yg rokok dalam ruangan sempit
A : Mencari celah untuk keluar... Merasakannya lagi, sekali dua kali, berkali-kali
A : Mencari dirimu..
P : Sungguh, dalam hati, aku mengingatmu, merindumu, memujimu.. Dan bila aku pernah berbuat salah, kata-kataku, tindakanku, pikiranku, emosiku, dan segala hal yang aku lakukan kepadamu dan menyakitimu.. Maafkan aku, sebab bukankah itu pembeda kau dan aku?
P : Lalu 'maaf', sekali lagi kata itu terlontar, dada yang membatu tiba-tiba bergetar, retak dan runtuh.. Bantu aku keluar dari kegelapan ini.
A : Tanganku selalu terbuka untukmu
A : Pintu kamarku tak pernah kukunci untuk dirimu
A : Sayang, bilamana kamu bukan milikku, milik siapakah hatiku?
P : Sayang, bagiku cinta tak harus memiliki. Hasrat ku ingin memilikimu sangatlah besar. Tapi jika aku bersikeras memilikimu, itu bukanlah cinta. Melainkan hasrat biasa..
A : Hati yg terlanjur memilihmu tanpa alasan yg jelas
A : Hati yg memilih jalan terlalu keras.
P : Kamu yakin apa yang kamu rasa itu cinta?
A : Bukan sekedar hasrat.. Bukan sekedar terlihat.. Bukan sekedar kelamin yg tersirat..
A : Lalu apakah cintaku bagimu?
P : Aku adalah ilusi bagimu..
A : Bantu aku untuk bisa.. Karena terlanjur aku terikat oleh tali ilusimu.. Begitu erat dan selalu memikat..
A : Dan biarkan aku mencandu ilusi itu..
A : Sepadan bagiku jika itu yg kamu mau..
A : Cinta itu kamu..
P : Berhentilah, ketika aku sudah berhasil menghilangkan virusku darimu, dan kamu sembuh dari kecanduan akan diriku, aku akan tetap mengingatmu sebagai seseorang yang pernah mengisi hari-hariku dengan senyuman..
P : Biarkan aku terbang.. Bila waktuku tiba, duduklah di kursi nyaman mu.. Jadikan aku sebagai kenangan bagimu..
A : Dan jika itupun diriku di balik matamu, tak mengapa..
A : Karena aku hanyalah sebongkah batu yg biasa kamu lempar ke danau, biarpun mati karena berharap takkan kubiarkan juga kamu menyelam memungutku kembali.. Cukup aku saja.. Cukup hatiku saja..
A : Karena aku terlalu bodoh untuk mencintaimu..
P : Kamu tidak akan bisa bertahan hidup dengan cintaku yang tidak nyata.. Aku sayang kamu, tapi realita menginginkan kita untuk berpisah..
P : Dan akupun bodoh untuk membiarkan mu mencintai diriku..
A : Sekali lagi..
A : Tetaplah menjadi bulan untukku, dan aku seperti serigala yg berteriak memanggilmu untuk turun bersamaku..
P : Jika itu jalan terakhir yang tersisa, aku bersedia..
P : Aku jatuh ke perangkapnya..
P : Kemana perginya cahaya? Aku hilang dalam kegelapan..
A : Berharap bayanganmu selalu muncul, dan tak hilang saat gelap
A : Menginginkanmu seperti membutuhkanmu.. Mencarimu menangisimu hingga larut tenggelam karenanya
P : Dalam keadaan itu, aku mengalami ketidak mengertian total tentang cinta yang ku kira ada..
P : Lalu segalanya mendadak menjadi hampa, begitu sepi dari makna..
A : Kukira nyata, dan kukira semestinya..
A : Ini bukan cerita cinta, ini cerita tentang cinta
A : Tentang mereka yg jatuh cinta, menghadapi dan membayar dengan seharusnya
A : Dan ada juga tentang mereka yg menyerah karena mereka tau tak pantas didalamnya
P : Dimana aku sekarang? Nanti juga kau pasti tahu.. Aku tak pernah pergi jauh, kau tau itu. Aku hanya sedang bersembunyi saja.
A : Jatuh kedalam lingkaran yg tak berujung
A : Yang menggambarkan kebahagiaan dan senyuman
P : Sebagian diriku takut melihat cahaya itu lagi, karena aku tau cinta adalah perangkap. Siapa yang akan bertanggung jawab bila pada akhirnya aku jatuh ke dalam kegelapan lagi?
P : Hey, aku tetap mencintaimu..
A : Sayang, cerita tidak selalu berakhir bahagia dan senyuman
A : Biarlah saat kamu datang lagi, aku tetap ada, saat kamu hilang, aku tetap mencari
P : Kau? Menyia-nyiakan waktumu? Jangan tunggu aku. Itu ironi bagiku..
P : Mungkin masalah kita hanya satu, kita sering lupa bahwa cinta adalah kata lain dari saling mendengarkan.. Sebab, mendengarkan adalah saling membuka diri: saling memberi.. Dan menerima dengan tulus.
P : Apalah arti cinta yang sebenarnya? Apakah kamu masih ingin memilikiku?
P : Apakah hasrat itu ada? Jika jawaban mu iya. Aku tak yakin cintamu tulus..
P : Aku memang jauh darimu, keberadaanku saja kamu tak tau.. Aku sengaja.. Menikmati waku di dalam kegelapan ini. Mencandu rindu yang selalu hadir di mimpiku..
A : Seharusnya kamu tau, aku tak biasa tanpa dirimu.. Seharusnya kamu mengerti aku tenggelam terlalu dalam karena rasa itu.
A : Bersenggama dengan kesepian, menunggu datang tiap malam
A : Hingga anganku terbawa kepulan asap yg rokok dalam ruangan sempit
A : Mencari celah untuk keluar... Merasakannya lagi, sekali dua kali, berkali-kali
A : Mencari dirimu..
P : Sungguh, dalam hati, aku mengingatmu, merindumu, memujimu.. Dan bila aku pernah berbuat salah, kata-kataku, tindakanku, pikiranku, emosiku, dan segala hal yang aku lakukan kepadamu dan menyakitimu.. Maafkan aku, sebab bukankah itu pembeda kau dan aku?
P : Lalu 'maaf', sekali lagi kata itu terlontar, dada yang membatu tiba-tiba bergetar, retak dan runtuh.. Bantu aku keluar dari kegelapan ini.
A : Tanganku selalu terbuka untukmu
A : Pintu kamarku tak pernah kukunci untuk dirimu
A : Sayang, bilamana kamu bukan milikku, milik siapakah hatiku?
P : Sayang, bagiku cinta tak harus memiliki. Hasrat ku ingin memilikimu sangatlah besar. Tapi jika aku bersikeras memilikimu, itu bukanlah cinta. Melainkan hasrat biasa..
A : Hati yg terlanjur memilihmu tanpa alasan yg jelas
A : Hati yg memilih jalan terlalu keras.
P : Kamu yakin apa yang kamu rasa itu cinta?
A : Bukan sekedar hasrat.. Bukan sekedar terlihat.. Bukan sekedar kelamin yg tersirat..
A : Lalu apakah cintaku bagimu?
P : Aku adalah ilusi bagimu..
A : Bantu aku untuk bisa.. Karena terlanjur aku terikat oleh tali ilusimu.. Begitu erat dan selalu memikat..
A : Dan biarkan aku mencandu ilusi itu..
A : Sepadan bagiku jika itu yg kamu mau..
A : Cinta itu kamu..
P : Berhentilah, ketika aku sudah berhasil menghilangkan virusku darimu, dan kamu sembuh dari kecanduan akan diriku, aku akan tetap mengingatmu sebagai seseorang yang pernah mengisi hari-hariku dengan senyuman..
P : Biarkan aku terbang.. Bila waktuku tiba, duduklah di kursi nyaman mu.. Jadikan aku sebagai kenangan bagimu..
A : Dan jika itupun diriku di balik matamu, tak mengapa..
A : Karena aku hanyalah sebongkah batu yg biasa kamu lempar ke danau, biarpun mati karena berharap takkan kubiarkan juga kamu menyelam memungutku kembali.. Cukup aku saja.. Cukup hatiku saja..
A : Karena aku terlalu bodoh untuk mencintaimu..
P : Kamu tidak akan bisa bertahan hidup dengan cintaku yang tidak nyata.. Aku sayang kamu, tapi realita menginginkan kita untuk berpisah..
P : Dan akupun bodoh untuk membiarkan mu mencintai diriku..
A : Sekali lagi..
A : Tetaplah menjadi bulan untukku, dan aku seperti serigala yg berteriak memanggilmu untuk turun bersamaku..
P : Jika itu jalan terakhir yang tersisa, aku bersedia..
Jumat, 24 Agustus 2012
monolog jiwa
Sejatiku, malam ini kulatari dengan lagu yg sedang happening sekarang. Lagu yg dibawakan oleh maroon5 - payphone.
Kurasa bisa kudekap tiap alunan nada, dan lirik yg mewakili lidah tak bertulangku ini.
Tak lengkap rasanya waktu ini tanpa kamu, ketika lampu kamar kupadamkan yg biasanya terganti oleh terangmu disampingku. Aku masih ingat rasanya, kepalamu didadaku, rambutmu disela jariku, dan ketika bibirmu tepat dihidungku.
Kemana semua janji yg pernah kita ucap? Dimana ada aku dan kamu melawan dunia?
Jujur, sejatiku, hatiku, cintaku padamu, aku sempat lari dipukul mundur kenyataan, kemarin. Kupikir tanganku mengecil, kakiku menggigil, gigi gemertak, dan nyali menciut.
Karena aku tau, semua yg ada pada kita itu salah. Peluk kita salah, cumbu kita salah, cinta kita salah.
Lari aku tunggang langgang, kemarin.
Sejatiku, kalo boleh pun aku berbalik. Berlari kearahmu dan membopongmu ke puncak himalaya, ke tangga menuju surga, mengalihkan dunia dan menjadikan itu semua menjadi milikmu.
Semanis, sesakit, semiris apapun lagu payphone ini belum menandingi rinduku yg berbuku-buku padamu.
Alunan lagu berakhir, dan kupaksakan mata sembab ini tertutup.
Selamat malam, sayang. Sampaikan salamku pada peluk hangat yg kurindukan.
Kurasa bisa kudekap tiap alunan nada, dan lirik yg mewakili lidah tak bertulangku ini.
Tak lengkap rasanya waktu ini tanpa kamu, ketika lampu kamar kupadamkan yg biasanya terganti oleh terangmu disampingku. Aku masih ingat rasanya, kepalamu didadaku, rambutmu disela jariku, dan ketika bibirmu tepat dihidungku.
Kemana semua janji yg pernah kita ucap? Dimana ada aku dan kamu melawan dunia?
Jujur, sejatiku, hatiku, cintaku padamu, aku sempat lari dipukul mundur kenyataan, kemarin. Kupikir tanganku mengecil, kakiku menggigil, gigi gemertak, dan nyali menciut.
Karena aku tau, semua yg ada pada kita itu salah. Peluk kita salah, cumbu kita salah, cinta kita salah.
Lari aku tunggang langgang, kemarin.
Sejatiku, kalo boleh pun aku berbalik. Berlari kearahmu dan membopongmu ke puncak himalaya, ke tangga menuju surga, mengalihkan dunia dan menjadikan itu semua menjadi milikmu.
Semanis, sesakit, semiris apapun lagu payphone ini belum menandingi rinduku yg berbuku-buku padamu.
Alunan lagu berakhir, dan kupaksakan mata sembab ini tertutup.
Selamat malam, sayang. Sampaikan salamku pada peluk hangat yg kurindukan.
Selasa, 21 Agustus 2012
apa yang aku berikan jika kamu kembali?
Pergilah sayang, sampai kembali aku menemukanmu
Entah seberapa hancur tulangku termakan waktu, akan ada aku disini menunggumu
Lenyaplah sayang, seiring senja yang temaram
Entah lemahnya batinku yg terpagut rindu, tetap akan ada aku disini menunggumu
Hilang sayang sampai aku menemukanmu
Pergi melayang sampai aku memelukmu
Seingatku kamu bertanya,
"Apa yang kamu berikan padaku jika aku kembali? Apakah hatimu?"
Seingatku pun menjawab,
"Bukan, malah sebaliknya, kamu mengembalikan hati yg ku titipkan padamu ke tempat seharusnya dia berada. Disini, diantara kita"
Seingatku kamu bertanya,
"Apa yang kamu berikan padaku jika aku kembali? Separuh nafasmu?"
Seingatku pun menjawab,
"Bukan, malah sebaliknya, bukan juga separuh tp seutuhnya nafas yg ku titipkan padamu. Agar mampu ku hirup udara yg senyawa dengan rasa rinduku bila ada kamu.."
Sayangku..
Mau kah kembali? Bila hanya dengan rindu mampu ku raih dirimu, kurasa cukup rinduku membawa semesta ini dibawah kakimu
Dan sekali lg kurasakan terangmu yg ada ketika aku berselimut gelap malam denganmu, dikasur yg basah penuh peluh dan debu dari masalalu.
Dan asal kamu tau, rinduku itu tanpa malu. Berlari tak berbaju mencarimu ditengah kerumunan dan memanggil namamu.
Asu
Entah seberapa hancur tulangku termakan waktu, akan ada aku disini menunggumu
Lenyaplah sayang, seiring senja yang temaram
Entah lemahnya batinku yg terpagut rindu, tetap akan ada aku disini menunggumu
Hilang sayang sampai aku menemukanmu
Pergi melayang sampai aku memelukmu
Seingatku kamu bertanya,
"Apa yang kamu berikan padaku jika aku kembali? Apakah hatimu?"
Seingatku pun menjawab,
"Bukan, malah sebaliknya, kamu mengembalikan hati yg ku titipkan padamu ke tempat seharusnya dia berada. Disini, diantara kita"
Seingatku kamu bertanya,
"Apa yang kamu berikan padaku jika aku kembali? Separuh nafasmu?"
Seingatku pun menjawab,
"Bukan, malah sebaliknya, bukan juga separuh tp seutuhnya nafas yg ku titipkan padamu. Agar mampu ku hirup udara yg senyawa dengan rasa rinduku bila ada kamu.."
Sayangku..
Mau kah kembali? Bila hanya dengan rindu mampu ku raih dirimu, kurasa cukup rinduku membawa semesta ini dibawah kakimu
Dan sekali lg kurasakan terangmu yg ada ketika aku berselimut gelap malam denganmu, dikasur yg basah penuh peluh dan debu dari masalalu.
Dan asal kamu tau, rinduku itu tanpa malu. Berlari tak berbaju mencarimu ditengah kerumunan dan memanggil namamu.
Asu
Senin, 20 Agustus 2012
arti dirimu
Tanpamu langkah meragu
Terasa jelas suaramu biar tak berwujud
Dengan bentuk yg berbeda kamu muncul
Mengaburkan hingar bingar malam ketika kamu berdiri disitu
Rinduku tak panjang sampai menyentuh pipimu
Nafasku tak jauh sampai mengusap lehermu
Bunyi detak dadaku tak mampu mengetuk dahimu
Dan pelukku tak kuat sampai mampu mengikatmu
Yg ku tau tentangmu,
Terang yg ada ketika cahaya lampu meredam dikamarku
Hangat yg turun seakan jawab surga ditengah dingin
Kemerlap di langit yg menyala jelas dan tak kuasa ku rayu
Sejatinya, dirimu adalah ruangku
Tempat dimana ku berpangku tanpa malu, tanpa baju. Kamu, kelemahan yg menguatkanku
Terasa jelas suaramu biar tak berwujud
Dengan bentuk yg berbeda kamu muncul
Mengaburkan hingar bingar malam ketika kamu berdiri disitu
Rinduku tak panjang sampai menyentuh pipimu
Nafasku tak jauh sampai mengusap lehermu
Bunyi detak dadaku tak mampu mengetuk dahimu
Dan pelukku tak kuat sampai mampu mengikatmu
Yg ku tau tentangmu,
Terang yg ada ketika cahaya lampu meredam dikamarku
Hangat yg turun seakan jawab surga ditengah dingin
Kemerlap di langit yg menyala jelas dan tak kuasa ku rayu
Sejatinya, dirimu adalah ruangku
Tempat dimana ku berpangku tanpa malu, tanpa baju. Kamu, kelemahan yg menguatkanku
Minggu, 12 Agustus 2012
amfetamin
Matamu, gravitasiku. Kulitmu, heroinku. Tak kunjung usai ku mengadu pada sendu karena kehilanganmu
Ingin merasakanmu sekali, dua kali, tiga kali, berkali-kali
Sampai tiada henti, tanpa jeda pun ku hirup tiap kerinduan yg melekat di kulitmu
Ku tarik nafas terlalu berat, kuhembuskan dan terasa sesak. Bukan lg udara yg biasa ku hirup disekeliling bibirmu sebelum tidur
Teranglah yg aku cari. Namun tak kudapat dimatahari. Terang yg ada padamu, di malam, disaat lampu kamar padam dan berselimut dirimu
Semua yg ada padamu membuatku gila. Mengikat seperti biru kristal amfetamin, dan gelembung2 drama yg kamu hisap dan hembuskan serasa cinta
Aku merindukanmu seperti membutuhkanmu. Nadi dan nyawaku bergantung pada hidup dan matimu. Ketergantungan yg buatku lupa aku lupa
Canduku, sayangku. Jika hanya dgn uang kau dtg padaku, kembalilah sayang.. Berikan padaku apa yg kamu punya
Dan mimpi untuk selamanya pun terasa sirna, seiring matahari yg mengusirmu perlahan memudar menjauhi tempat tidurku
Ingin mengumpat, sekeras2nya sehina2nya. Anjing rasanya berdiam diri tak tau kemana kamu.
Aku merindumu..
Ingin merasakanmu sekali, dua kali, tiga kali, berkali-kali
Sampai tiada henti, tanpa jeda pun ku hirup tiap kerinduan yg melekat di kulitmu
Ku tarik nafas terlalu berat, kuhembuskan dan terasa sesak. Bukan lg udara yg biasa ku hirup disekeliling bibirmu sebelum tidur
Teranglah yg aku cari. Namun tak kudapat dimatahari. Terang yg ada padamu, di malam, disaat lampu kamar padam dan berselimut dirimu
Semua yg ada padamu membuatku gila. Mengikat seperti biru kristal amfetamin, dan gelembung2 drama yg kamu hisap dan hembuskan serasa cinta
Aku merindukanmu seperti membutuhkanmu. Nadi dan nyawaku bergantung pada hidup dan matimu. Ketergantungan yg buatku lupa aku lupa
Canduku, sayangku. Jika hanya dgn uang kau dtg padaku, kembalilah sayang.. Berikan padaku apa yg kamu punya
Dan mimpi untuk selamanya pun terasa sirna, seiring matahari yg mengusirmu perlahan memudar menjauhi tempat tidurku
Ingin mengumpat, sekeras2nya sehina2nya. Anjing rasanya berdiam diri tak tau kemana kamu.
Aku merindumu..
Sabtu, 11 Agustus 2012
bersalah
Kita salah
Kamu salah, aku salah
Kita bersalah
Kesalahan yg menjadikan semua berarti
Yg membawaku serasa didunia mimpi
Aku pun terbangun tanpamu disisi
Tanpa ucapan sayang dan sarapan yg biasa kita lakukan
Aku pun tertidur tanpamu disisi
Tanpa ucapan sayang dan kecupan yg biasa kita bagikan
Cintamu seakan nyata, ada aku dan kamu melawan dunia
Ingin kupaksakan hanya aku yg melawan dunia
Namun tak berdaya hanya pemabuk yg bisa mencinta
Sayang, terbanglah walau tanpa sayap
Terhuyung hingga jatuh merana di lubang yg sama
Dan biarlah pengap yg mendambamu sampai mengingatkanmu untuk kembali pulang ke tubuhku
Cintamu padaku, kembalilah ke wujud asalmu
Penuh drama dan tipu yg buatku lupa diri
Cintaku padamu, diamlah sesaat. Tunggu lagi sejenak, minum bergelas bir sampai dada meledak dan sampaikan kakiku untuk berlari membawamu pulang
Ke tubuhku
Kamu salah, aku salah
Kita bersalah
Kesalahan yg menjadikan semua berarti
Yg membawaku serasa didunia mimpi
Aku pun terbangun tanpamu disisi
Tanpa ucapan sayang dan sarapan yg biasa kita lakukan
Aku pun tertidur tanpamu disisi
Tanpa ucapan sayang dan kecupan yg biasa kita bagikan
Cintamu seakan nyata, ada aku dan kamu melawan dunia
Ingin kupaksakan hanya aku yg melawan dunia
Namun tak berdaya hanya pemabuk yg bisa mencinta
Sayang, terbanglah walau tanpa sayap
Terhuyung hingga jatuh merana di lubang yg sama
Dan biarlah pengap yg mendambamu sampai mengingatkanmu untuk kembali pulang ke tubuhku
Cintamu padaku, kembalilah ke wujud asalmu
Penuh drama dan tipu yg buatku lupa diri
Cintaku padamu, diamlah sesaat. Tunggu lagi sejenak, minum bergelas bir sampai dada meledak dan sampaikan kakiku untuk berlari membawamu pulang
Ke tubuhku
Jumat, 20 Juli 2012
surat selisipan hati
Hey kamu. Apa kabar? Gimana harimu?
Mungkin, harus aku yg cerita dulu ya?
Oke, hari ini aku bangun pagi. Selain langsung merindukanmu dan melihat hp ku beharap sms atau telfon darimu aku malas sekali bangun hari ini.
Seperti biasanya.
Aku mandi, dan melihat toilet duduk seakan km disitu menungguku selesai dengan shower.
Lalu aku memasak sarapanku sendiri, kesukaanmu, telur acak2 dan beberapa potong chicken wings.
Aku masak untukku sendiri..
Hari ini aku gak ngapa2in, cuma nonton tv minum berkaleng2 bir dan mencoba untuk melupakanmu. Tapi otak dan hatiku memaksa untuk tetap berpikir, "mungkin besok pikiranmu berubah.."
Lalu sorenya aku keluar, berkeliling tak tentu arah dengan mobilku. Kemacetan membuatku gila, seharusnya kamu disebelahku kita mengalihkan brengseknya kemacetan ibukota.
Lalu kuputar setir dan pulang kerumah, kosong, gak ada kamu..
Aku malas mandi, pikirku. Biasanya aku mandi sebelum mau memelukmu sampai tertidur, tp aapa kamu disini?
Sesampai subuh pun aku masih menunggumu.. Tak sadar tiang air mata meluncur bebas seakan bernyali baja. Dan lagi, bergelas2 bir ku hirup untuk menggantikan air yg hilang dikepalaku.
Sayang, aku merindumu. Pulang, kembalilah untukku.
Apa yg tak ku punya untukmu sekarang?
Penuh cinta dan kerinduan yg menyiksa,
Aku, yg masih mencintaimu
Mungkin, harus aku yg cerita dulu ya?
Oke, hari ini aku bangun pagi. Selain langsung merindukanmu dan melihat hp ku beharap sms atau telfon darimu aku malas sekali bangun hari ini.
Seperti biasanya.
Aku mandi, dan melihat toilet duduk seakan km disitu menungguku selesai dengan shower.
Lalu aku memasak sarapanku sendiri, kesukaanmu, telur acak2 dan beberapa potong chicken wings.
Aku masak untukku sendiri..
Hari ini aku gak ngapa2in, cuma nonton tv minum berkaleng2 bir dan mencoba untuk melupakanmu. Tapi otak dan hatiku memaksa untuk tetap berpikir, "mungkin besok pikiranmu berubah.."
Lalu sorenya aku keluar, berkeliling tak tentu arah dengan mobilku. Kemacetan membuatku gila, seharusnya kamu disebelahku kita mengalihkan brengseknya kemacetan ibukota.
Lalu kuputar setir dan pulang kerumah, kosong, gak ada kamu..
Aku malas mandi, pikirku. Biasanya aku mandi sebelum mau memelukmu sampai tertidur, tp aapa kamu disini?
Sesampai subuh pun aku masih menunggumu.. Tak sadar tiang air mata meluncur bebas seakan bernyali baja. Dan lagi, bergelas2 bir ku hirup untuk menggantikan air yg hilang dikepalaku.
Sayang, aku merindumu. Pulang, kembalilah untukku.
Apa yg tak ku punya untukmu sekarang?
Penuh cinta dan kerinduan yg menyiksa,
Aku, yg masih mencintaimu
Selasa, 17 Juli 2012
pembelajaran
Pembelajaran ini gue dapet selama 20 tahun. Tentang sikap gue, cara bicara, cara berpikir, bagaimana gue memperlakukan orang, dan menyikapi setiap permasalahan.
Gue broken home, keadaan keluarga lg gak asik gak kayak dulu. Gue masih tinggal sama tante gue. Sebisa mungkin dengan biaya mabuk yg besar gue menghidupi diri gue sendiri.
Gue start awal kerja baik2 mulai di semarang, jd model, asmen eo, bantu2 usaha kakak sepupu gue di jepara.
Karena keadaan, gue pindah lg ke jakarta.
Gue gak kuliah. Di jakarta jaman sekarang, gak kuliah sama aja mati pengangguran, maksimal spb atau spg. Rata2 cowok2 seumuran gue jd gigolo, atau yg perempuan jd PR di karaoke. Ujung2nya jadi simpanan.
Oke, gak semua kayak gt, but face it. Disekitar kita seperti itu.
Jakarta keras. Bukan berarti gue kalah. Jakarta keras, gue harus lebih keras. Filosofi gue, filosofi karang; "lo keras, gue lebih keras. Lo batu, gue karang!"
Gue supplier bir, iseng2 jg main kartu, tukang mabuk, dan jgn tanya soal perempuan.
Gue begini bukan karena broken home. Jadi salah banget kalo lo ancur gr2 broken home, itu alasan manja dan lemah. Apalagi sampe nyentuh drugs. Fuck, pemabuk itu bangsat, junkie itu terkutuk buat gue.
Kita punya masalah dan situasi masing2, ada yg lebih baik ada yg lebih buruk, itulah hidup. Hidup bagaimana lo melihat dan menyikapinya. Buat gue, kebenaran itu relatif, tergantung dari perspektifnya.
Kadang, gue ngerasa kalo gue dan bahkan lo pun suka kompromi sama apa itu benar dan salah, kita lupain nurani.
Kembali ke masing2 nurani, apa yg lo lakuin ini salah atau benar? Jgn kompromi.
Sisanya itu urusan lo sama Tuhan. Jgn biarin manusia yg menilai, tp Tuhan.
Yakini dan jalani apa itu kebenaran dari hati nurani lo. Buat gue, ketika gue nukar pride gue untuk orang yg gue sayang, Tuhan yg tinggikan pride gue dimata org2 itu.
Mungkin jalan hidup gue aneh, gue ingin jd contoh buruk yg gak perlu ditiru. Karena prinsip keseimbangan, ada benar dan salah, setan dan Tuhan.
Dan itu cara gue membuktikan ke kalian semua kalo Tuhan itu benar ada. Jd jgn kompromi sama konsep benar-salah. Kembali ke nurani. Jgn ikut dunia. Jgn jadi kayak gue.
Apapun pilihan lo, yakinkan diri lo itu yg terbaik, biarpun salah jalanin itu semua sampe lo muak dan capek bahkan gagal. Karena dari situ semua pembelajaran mahal. Hikmat dibeli keringat.
Dan dalam hidup gue, gue yakin Tuhan selalu kasih jalan buat semua org, begitu pun jg gue.
Salam miras.
Gue broken home, keadaan keluarga lg gak asik gak kayak dulu. Gue masih tinggal sama tante gue. Sebisa mungkin dengan biaya mabuk yg besar gue menghidupi diri gue sendiri.
Gue start awal kerja baik2 mulai di semarang, jd model, asmen eo, bantu2 usaha kakak sepupu gue di jepara.
Karena keadaan, gue pindah lg ke jakarta.
Gue gak kuliah. Di jakarta jaman sekarang, gak kuliah sama aja mati pengangguran, maksimal spb atau spg. Rata2 cowok2 seumuran gue jd gigolo, atau yg perempuan jd PR di karaoke. Ujung2nya jadi simpanan.
Oke, gak semua kayak gt, but face it. Disekitar kita seperti itu.
Jakarta keras. Bukan berarti gue kalah. Jakarta keras, gue harus lebih keras. Filosofi gue, filosofi karang; "lo keras, gue lebih keras. Lo batu, gue karang!"
Gue supplier bir, iseng2 jg main kartu, tukang mabuk, dan jgn tanya soal perempuan.
Gue begini bukan karena broken home. Jadi salah banget kalo lo ancur gr2 broken home, itu alasan manja dan lemah. Apalagi sampe nyentuh drugs. Fuck, pemabuk itu bangsat, junkie itu terkutuk buat gue.
Kita punya masalah dan situasi masing2, ada yg lebih baik ada yg lebih buruk, itulah hidup. Hidup bagaimana lo melihat dan menyikapinya. Buat gue, kebenaran itu relatif, tergantung dari perspektifnya.
Kadang, gue ngerasa kalo gue dan bahkan lo pun suka kompromi sama apa itu benar dan salah, kita lupain nurani.
Kembali ke masing2 nurani, apa yg lo lakuin ini salah atau benar? Jgn kompromi.
Sisanya itu urusan lo sama Tuhan. Jgn biarin manusia yg menilai, tp Tuhan.
Yakini dan jalani apa itu kebenaran dari hati nurani lo. Buat gue, ketika gue nukar pride gue untuk orang yg gue sayang, Tuhan yg tinggikan pride gue dimata org2 itu.
Mungkin jalan hidup gue aneh, gue ingin jd contoh buruk yg gak perlu ditiru. Karena prinsip keseimbangan, ada benar dan salah, setan dan Tuhan.
Dan itu cara gue membuktikan ke kalian semua kalo Tuhan itu benar ada. Jd jgn kompromi sama konsep benar-salah. Kembali ke nurani. Jgn ikut dunia. Jgn jadi kayak gue.
Apapun pilihan lo, yakinkan diri lo itu yg terbaik, biarpun salah jalanin itu semua sampe lo muak dan capek bahkan gagal. Karena dari situ semua pembelajaran mahal. Hikmat dibeli keringat.
Dan dalam hidup gue, gue yakin Tuhan selalu kasih jalan buat semua org, begitu pun jg gue.
Salam miras.
hasrat
Aku menginginkanmu, hidup dan matimu.
Bibirmu yg seharusnya ada untuk mengecupku, dan kulitmu yg sejatinya ada untuk menyelimutiku.
Radang merindu, dikala malam buatku berpendam pd jutaan penyesalan
Mengapa tidak kuambil kunci mobilku dan menuju istanamu?
Apa semudah itu? Dgn membayangkanmu telanjang didepan mataku pun buatku menggelinjang.
Belum lg angan ttg desah, peluh, dan lenguh dan bunyi nafasmu yg mengganggu tiap malam.
Aku menginginkanmu, hidup dan matimu.
Bilamana kamu ijinkan, maukah kamu duduk diatasku menari tanpa malu tanpa baju tersenyum dan mengusir matahari yg mengintip dijendelaku?
Menjambak rambutku, dan memaksaku untuk jd anak yg nakal memuaskan hasrat segala gairah yg hingar bingar senan tiasa kamu tunjukan kesekitar.
Aku menginginkanmu, hidup dan matimu.
Sejatinya bibirku ada untuk mengulum lidahmu dengan rindu, kulitku ada untuk menyatu tanpa ragu denganmu. Dan basah kasurku karenanya, pecah sunyiku mencarimu, hingar bingar kesepian yg berpendam.
Bibirmu yg seharusnya ada untuk mengecupku, dan kulitmu yg sejatinya ada untuk menyelimutiku.
Radang merindu, dikala malam buatku berpendam pd jutaan penyesalan
Mengapa tidak kuambil kunci mobilku dan menuju istanamu?
Apa semudah itu? Dgn membayangkanmu telanjang didepan mataku pun buatku menggelinjang.
Belum lg angan ttg desah, peluh, dan lenguh dan bunyi nafasmu yg mengganggu tiap malam.
Aku menginginkanmu, hidup dan matimu.
Bilamana kamu ijinkan, maukah kamu duduk diatasku menari tanpa malu tanpa baju tersenyum dan mengusir matahari yg mengintip dijendelaku?
Menjambak rambutku, dan memaksaku untuk jd anak yg nakal memuaskan hasrat segala gairah yg hingar bingar senan tiasa kamu tunjukan kesekitar.
Aku menginginkanmu, hidup dan matimu.
Sejatinya bibirku ada untuk mengulum lidahmu dengan rindu, kulitku ada untuk menyatu tanpa ragu denganmu. Dan basah kasurku karenanya, pecah sunyiku mencarimu, hingar bingar kesepian yg berpendam.
Jumat, 13 Juli 2012
tak tersentuh
Kamu bisa memasuki duniaku
Mengganti rima dengan lagumu
Mengobrak-abrik hidup dan matiku
Menjadi satu-satunya untukku
Aku akan menggapaimu bila sempat
Sebelum semua kata mampu berucap
Namun apa mampu tanganku terikat
Memungut pecahan dan sisanya menguap
Tiang air pasang terlalu deras
Menjauhkanmu di tepi dan ku hanyut terbebas
Ku masuk tenggelam dan tak mampu melupakan
Ku masih berpendam dalam temaram senyap
Salahkan dia sayang, mengikat rantai pada paru-paruku yg sesak
Menelan kuncinya yg sudah tercerna
Tak tau apa dan mengapa
Mungkin cuma dia yg bs ku puja
Kamu bisa memasuki duniaku
Mengganti rima dengan lagumu
Mengobrak-abrik hidup dan matiku
Menjadi satu-satunya untukku
Aku akan menggapaimu bila sempat
Sebelum semua kata mampu berucap
Namun apa mampu tanganku terikat
Memungut pecahan dan sisanya menguap
Salahkan dia sayang, tak seharusnya ku bawamu dan terjatuh padaku
Mengubahmu menjadi debu dan tertiup angin lalu ke masa yg berpeluh kelam
Mengganti rima dengan lagumu
Mengobrak-abrik hidup dan matiku
Menjadi satu-satunya untukku
Aku akan menggapaimu bila sempat
Sebelum semua kata mampu berucap
Namun apa mampu tanganku terikat
Memungut pecahan dan sisanya menguap
Tiang air pasang terlalu deras
Menjauhkanmu di tepi dan ku hanyut terbebas
Ku masuk tenggelam dan tak mampu melupakan
Ku masih berpendam dalam temaram senyap
Salahkan dia sayang, mengikat rantai pada paru-paruku yg sesak
Menelan kuncinya yg sudah tercerna
Tak tau apa dan mengapa
Mungkin cuma dia yg bs ku puja
Kamu bisa memasuki duniaku
Mengganti rima dengan lagumu
Mengobrak-abrik hidup dan matiku
Menjadi satu-satunya untukku
Aku akan menggapaimu bila sempat
Sebelum semua kata mampu berucap
Namun apa mampu tanganku terikat
Memungut pecahan dan sisanya menguap
Salahkan dia sayang, tak seharusnya ku bawamu dan terjatuh padaku
Mengubahmu menjadi debu dan tertiup angin lalu ke masa yg berpeluh kelam
Selasa, 10 Juli 2012
perjalanan, pencarian, apapun yg ingin diungkapkan
Orang mulai melangkah
Untuk yg mencari dan berlari pergi
Sesuatu yg mungkin tak berarti
Sesuatu yg mungkin tak bisa dicari
Entah nanti kau belok ke kanan
Mungkin nanti kau bertemu perempatan
Atau berhenti dan menunggu di halte pinggir jalan
Menunggu bis untuk berangkat
Menunggu pesawat untuk datang
Menunggu seseorang untuk bertanya
Dan menunggu kabar untuk berjalan
Sampai akhirnya semua mengarah ke tempat penantian
Tempat berkabung dan bersorak
Tempat mengandung dan berteriak
Untuk yg tersesat, kamu tak sendiri
Jangan dulu pulang, carilah rumah barumu
Yg akan menunggu kedatangan dan merindukanmu
Agar keringat dan darah terbuang tak percuma untuk sesuatu yg baru
Pergilah, sayangku
Pergilah, hatiku
Dan dalam perjalananku
Berhenti ditempat penantian untuk merindumu
Kembali dan memasak untukku
Pergilah sayangku.
Karena skrg aku tak lagi membutuhkanmu
Jika suatu saat kau terbangun dan merindukanku, ingatlah kamu tau dimana menemukanku.
Untuk yg mencari dan berlari pergi
Sesuatu yg mungkin tak berarti
Sesuatu yg mungkin tak bisa dicari
Entah nanti kau belok ke kanan
Mungkin nanti kau bertemu perempatan
Atau berhenti dan menunggu di halte pinggir jalan
Menunggu bis untuk berangkat
Menunggu pesawat untuk datang
Menunggu seseorang untuk bertanya
Dan menunggu kabar untuk berjalan
Sampai akhirnya semua mengarah ke tempat penantian
Tempat berkabung dan bersorak
Tempat mengandung dan berteriak
Untuk yg tersesat, kamu tak sendiri
Jangan dulu pulang, carilah rumah barumu
Yg akan menunggu kedatangan dan merindukanmu
Agar keringat dan darah terbuang tak percuma untuk sesuatu yg baru
Pergilah, sayangku
Pergilah, hatiku
Dan dalam perjalananku
Berhenti ditempat penantian untuk merindumu
Kembali dan memasak untukku
Pergilah sayangku.
Karena skrg aku tak lagi membutuhkanmu
Jika suatu saat kau terbangun dan merindukanku, ingatlah kamu tau dimana menemukanku.
dialog manis
Ini bukan cerita cinta, ini cerita tentang cinta. Tentang mereka yg masih percaya untuk tidak akan pernah merasa kecewa dan mereka yg menerima semua hal yg tidak bisa diterima.
Ditengah hingar bingar bar yg sudah larut pagi, tak peduli sekitarnya mereka berbagi kata.
Berbicara dengan bahasa yg berbeda, tentang perasaan bukan pengetahuan. Masih saling selidik apakah ini rasanya jika cinta sudah menggelitik.
Sambil memainkan jari di mulut gelas bir, wanita bertahtakan rembulan itu bertanya,
'Katakan padaku, apa semua akan berakhir seperti di film? Bahagia selama-lamanya?'
'Tidak, malam ini akan berakhir menjadi sebuah kenangan. Seperti sebuah mimpi, hanya ada aku dan kamu menertawakan botol bir..'
'Kamu pembohong yg buruk sayang..'
Mereka berdua tau mereka saling jatuh cinta. Untuk kedua kalinya benar2 cinta. Seakan mereka lupa pada luka yg telah lama. Tetap masih ada sedikit keraguan, sedikit lagi untuk saling menukar hati. Tidak hanya sekedar berbagi selimut, tidak hanya sekedar tidur seranjang, namun lebih. Lebih dari arti cinta yg mereka tau.
Bergelas2 bir sudah mereka habiskan. Jelas mereka tidak mabuk minuman. Mereka mabuk suatu yg lain, mabuk yg 3jam lalu masih dianggap tabu. Mabuk cinta. Tetap saja tak berani mengartikannya. Hanya perasaan manis dan ingin bersama. Tak peduli ruang waktu dan dunia, seperti hilang menuju ke abad yg tak lekang.
Tak terasa waktu sudah menunjukan jam 3 pagi, para pelayan sudah menaikan bangku. Sayang, pikir mereka sedikit lagi untuk saling memahami. Dan akhirnya mereka beranjak pergi, sebelum pelayan yg terkantuk lelah dan mengusir mereka secara perlahan.
'Seperti biasa, kencan pertama pria yg harus bayar' kata perempuan manis itu setengah mabuk
'Iya sayang..'
Deg! Hati perempuan itu berdegup, bukan pertama kali dipanggil sayang oleh setiap pria yg tidur dengannya. Namun kata itu terngiang terus. Seakan kata itu punya sihir tergantung siapa pemakainya, dan pria itulah orang kedua yg mengguncang hatinya dengan kata sayang.
Sambil memeluk tangan prianya wanita itu tertunduk, tersipu malu. Seperti anak kecil. Berdua berjalan menyusuri pinggir jalan yg hanya diterangi lampu kota.
Berdua, menuju pusat kota. Tak tahu harus kemana, entah kerumah pria, kerumah wanitanya, atau menghabiskan sisa waktu di hotel berdua.
Pelipur lara, pelipur lara. Berharap menjadi juliet dan mati bersama, begitu mimpinya setelah terbangun di kamar hotel bintang lima.
Matahari menusuk mata dan kulitnya dibalik jelah jendela.
"Maaf aku gak ada disitu ketika kamu buka mata. Maukah kamu mencintaiku di pagi hari?"
Begitu isi catatan kecil disamping meja. Romeo pergi, entah kemana apakah kembali?
Begitulah. Tak seharusnya percaya, namun ingin percaya. Perasaan wanita itu hanya ingin mencintainya biarpun tak seharusnya memilih dia. Dan semua pun kembali seperti biasa, tak terjadi apa-apa. Tukang bubur masih bersiul di pagi hari didepan rumahnya seperti biasa, satpam senyum lebar sedikit genit masih menyapa di pos depan rumahnya, dan orang2 masih berlalu lalang disekitarnya seperti sedia kala.
Ini bukan cerita cinta, ini cerita tentang cinta. Tentang mereka yg masih percaya untuk tidak akan pernah merasa kecewa dan mereka yg menerima semua hal yg tidak bisa diterima.
Ditengah hingar bingar bar yg sudah larut pagi, tak peduli sekitarnya mereka berbagi kata.
Berbicara dengan bahasa yg berbeda, tentang perasaan bukan pengetahuan. Masih saling selidik apakah ini rasanya jika cinta sudah menggelitik.
Sambil memainkan jari di mulut gelas bir, wanita bertahtakan rembulan itu bertanya,
'Katakan padaku, apa semua akan berakhir seperti di film? Bahagia selama-lamanya?'
'Tidak, malam ini akan berakhir menjadi sebuah kenangan. Seperti sebuah mimpi, hanya ada aku dan kamu menertawakan botol bir..'
'Kamu pembohong yg buruk sayang..'
Mereka berdua tau mereka saling jatuh cinta. Untuk kedua kalinya benar2 cinta. Seakan mereka lupa pada luka yg telah lama. Tetap masih ada sedikit keraguan, sedikit lagi untuk saling menukar hati. Tidak hanya sekedar berbagi selimut, tidak hanya sekedar tidur seranjang, namun lebih. Lebih dari arti cinta yg mereka tau.
Bergelas2 bir sudah mereka habiskan. Jelas mereka tidak mabuk minuman. Mereka mabuk suatu yg lain, mabuk yg 3jam lalu masih dianggap tabu. Mabuk cinta. Tetap saja tak berani mengartikannya. Hanya perasaan manis dan ingin bersama. Tak peduli ruang waktu dan dunia, seperti hilang menuju ke abad yg tak lekang.
Tak terasa waktu sudah menunjukan jam 3 pagi, para pelayan sudah menaikan bangku. Sayang, pikir mereka sedikit lagi untuk saling memahami. Dan akhirnya mereka beranjak pergi, sebelum pelayan yg terkantuk lelah dan mengusir mereka secara perlahan.
'Seperti biasa, kencan pertama pria yg harus bayar' kata perempuan manis itu setengah mabuk
'Iya sayang..'
Deg! Hati perempuan itu berdegup, bukan pertama kali dipanggil sayang oleh setiap pria yg tidur dengannya. Namun kata itu terngiang terus. Seakan kata itu punya sihir tergantung siapa pemakainya, dan pria itulah orang kedua yg mengguncang hatinya dengan kata sayang.
Sambil memeluk tangan prianya wanita itu tertunduk, tersipu malu. Seperti anak kecil. Berdua berjalan menyusuri pinggir jalan yg hanya diterangi lampu kota.
Berdua, menuju pusat kota. Tak tahu harus kemana, entah kerumah pria, kerumah wanitanya, atau menghabiskan sisa waktu di hotel berdua.
Pelipur lara, pelipur lara. Berharap menjadi juliet dan mati bersama, begitu mimpinya setelah terbangun di kamar hotel bintang lima.
Matahari menusuk mata dan kulitnya dibalik jelah jendela.
"Maaf aku gak ada disitu ketika kamu buka mata. Maukah kamu mencintaiku di pagi hari?"
Begitu isi catatan kecil disamping meja. Romeo pergi, entah kemana apakah kembali?
Begitulah. Tak seharusnya percaya, namun ingin percaya. Perasaan wanita itu hanya ingin mencintainya biarpun tak seharusnya memilih dia. Dan semua pun kembali seperti biasa, tak terjadi apa-apa. Tukang bubur masih bersiul di pagi hari didepan rumahnya seperti biasa, satpam senyum lebar sedikit genit masih menyapa di pos depan rumahnya, dan orang2 masih berlalu lalang disekitarnya seperti sedia kala.
Ini bukan cerita cinta, ini cerita tentang cinta. Tentang mereka yg masih percaya untuk tidak akan pernah merasa kecewa dan mereka yg menerima semua hal yg tidak bisa diterima.
negara mimpi
Pagi memaksaku bangun cahayanya terlalu menusuk mata
Seperti rasa cemburu yg membakar mimpi bersamamu
Tak ayal semua rasa kesal aduk sendu jadi satu
Tanpa hujat semata aku kembali ke kehidupan nyata
Ingin rasanya aku berlari menghampirimu
Dengan sepatu bersayap dan segala keunikan tersendiri
Meluncur bersama kembang api yang berkilau begitu sampai
Namun tidak terpecah menyebar dan mati perlahan
Seketika itu juga mimpiku ada
Rasanya mampu menyentuhmu walau aku menutup mata
Menjanjikan surga dengan tahtanya di kepala
Dan nyanyi sorak sorai malaikat tanpa sayap dan lingkaran dikepalanya
"Percaya saja berbuat baik pasti tumbuh sayap.."
Begitu katamu menjadi petunjuk arah kerumahmu
Semua pun tau aku mendambamu tanpa menggunakan akal sekalipun
Siapa kamu entah bagaimana kamu hanya kamu yg tau
Seperti berjudi, aku siap dgn semua yg akan aku lalui
"Aku mendambamu, tempat impianku.. Bergelas-gelas bir tak mampu menyegarkan dahagaku. Hanya ada candu pada dirimu.."
Itu tiap kataku ketika mau tertidur,
Perlahan menutup mata dan pergi ke tempatmu..
Aku tak tau apa dan mengapa aku menginginkanmu, mungkin hanya cinta yg tau..
Seperti rasa cemburu yg membakar mimpi bersamamu
Tak ayal semua rasa kesal aduk sendu jadi satu
Tanpa hujat semata aku kembali ke kehidupan nyata
Ingin rasanya aku berlari menghampirimu
Dengan sepatu bersayap dan segala keunikan tersendiri
Meluncur bersama kembang api yang berkilau begitu sampai
Namun tidak terpecah menyebar dan mati perlahan
Seketika itu juga mimpiku ada
Rasanya mampu menyentuhmu walau aku menutup mata
Menjanjikan surga dengan tahtanya di kepala
Dan nyanyi sorak sorai malaikat tanpa sayap dan lingkaran dikepalanya
"Percaya saja berbuat baik pasti tumbuh sayap.."
Begitu katamu menjadi petunjuk arah kerumahmu
Semua pun tau aku mendambamu tanpa menggunakan akal sekalipun
Siapa kamu entah bagaimana kamu hanya kamu yg tau
Seperti berjudi, aku siap dgn semua yg akan aku lalui
"Aku mendambamu, tempat impianku.. Bergelas-gelas bir tak mampu menyegarkan dahagaku. Hanya ada candu pada dirimu.."
Itu tiap kataku ketika mau tertidur,
Perlahan menutup mata dan pergi ke tempatmu..
Aku tak tau apa dan mengapa aku menginginkanmu, mungkin hanya cinta yg tau..
Senin, 09 Juli 2012
cici
Ini satu cerita paling manis buat gue. Gue punya oma, gue panggil dia cici dari kecil.
Gue dirawat cici dari orok, udah dianggap kayak anaknya sendiri. Dari segala urusan makanan, mainan, sampe kasih sayang, gak pernah gue rasa kekurangan.
Pernah satu ketika gue masih kecil, gue kekunci dimobil.
Cici yg tau kejadian itu, lari2an kearah mobil dan teriak, "ANAK GUE! ANAK GUEE!!!"
Manis... Biarpun gue samar2 inget kejadian itu.
Ada lagi waktu sore2, gue melipir meluk cici ngerengek minta sepeda. Dan voila! Saat itu jg dia beliin gue sepeda bmx warna ungu, gue pake dgn bangga.
Juga pas ps1 lg booming, gue ngerengek langsung dibeliin beserta tv kecil khusus gue.
Masa kecil yg gak tergantikan.
Bbrp tahun kemudian, kita pindah ke cibubur. Rumah baru, teman baru, sekolah baru, gaya hidup baru.
Karena faktor umur jg cici akhirnya sakit dan masuk rumah sakit.
Waktu itu gue kelas 5sd.
Gue masih sibuk dgn mainan bodoh dan main di lorong rumah sakit, tanpa gue tau kondisi cici lg kritis.
Begitu gue masuk kamarnya, semua keluarga udh ngumpul dan nangis semua.
Gue ngerasa tolol...
Akhirnya cici meninggal dunia tgl 26desember. Sehari setelah sekeluarga ngumpul buat ibadah natal bersama.
Dan saat2 termanis itu tiba, pas cici dlm kondisi kritis sebelum meninggal dia gak bs tutup matanya.
Sekeluarga udh pasrah, namun cici belum pasrah. Masih ada satu yg ngeganjel di kepalanya.
Tante gue pun bisikin dia,
"Cici mikirin siapa? Keluarga? Biar lena yg jaga, anak2 cici lena yg jaga.."
Mata cici masih kebuka.
Tante pun lanjut bisikin cici.
"Cici mikirin alvin? Biar lena yg jaga alvin..."
Sesaat itu juga mata cici tertutup..
:')
Dan sekarang, dia ada disurga, ngeliatin tingkah lakunya..
Kalo waktu bs dirubah, bakal gue tinggalin mainan gue dan gue peluk dia selama2nya.
Gue inget janji gue yg terakhir, gue janji buat gak nakal asalkan cici bangun..
Tp cici relain semuanya, percaya sama tante gue. Cici percaya sama gue..
Tuhan, kalo boleh gue mau pergi ketempat yg sama kayak cici.
"Disurga nanti pakai baju putih atas kepala mahkota emas. Haleluya puji Tuhan, kekal selama2nya..."
Itu petikan lagu yg selalu gue nyanyiin kalo keinget cici.
Avn sayang cici, jgn pernah putus asa sama avn. Bujuk Tuhan buat jgn jauh2 dari avn, ci.. Avn kangen cici..
Salam titik dua petik buka kurung.
Gue dirawat cici dari orok, udah dianggap kayak anaknya sendiri. Dari segala urusan makanan, mainan, sampe kasih sayang, gak pernah gue rasa kekurangan.
Pernah satu ketika gue masih kecil, gue kekunci dimobil.
Cici yg tau kejadian itu, lari2an kearah mobil dan teriak, "ANAK GUE! ANAK GUEE!!!"
Manis... Biarpun gue samar2 inget kejadian itu.
Ada lagi waktu sore2, gue melipir meluk cici ngerengek minta sepeda. Dan voila! Saat itu jg dia beliin gue sepeda bmx warna ungu, gue pake dgn bangga.
Juga pas ps1 lg booming, gue ngerengek langsung dibeliin beserta tv kecil khusus gue.
Masa kecil yg gak tergantikan.
Bbrp tahun kemudian, kita pindah ke cibubur. Rumah baru, teman baru, sekolah baru, gaya hidup baru.
Karena faktor umur jg cici akhirnya sakit dan masuk rumah sakit.
Waktu itu gue kelas 5sd.
Gue masih sibuk dgn mainan bodoh dan main di lorong rumah sakit, tanpa gue tau kondisi cici lg kritis.
Begitu gue masuk kamarnya, semua keluarga udh ngumpul dan nangis semua.
Gue ngerasa tolol...
Akhirnya cici meninggal dunia tgl 26desember. Sehari setelah sekeluarga ngumpul buat ibadah natal bersama.
Dan saat2 termanis itu tiba, pas cici dlm kondisi kritis sebelum meninggal dia gak bs tutup matanya.
Sekeluarga udh pasrah, namun cici belum pasrah. Masih ada satu yg ngeganjel di kepalanya.
Tante gue pun bisikin dia,
"Cici mikirin siapa? Keluarga? Biar lena yg jaga, anak2 cici lena yg jaga.."
Mata cici masih kebuka.
Tante pun lanjut bisikin cici.
"Cici mikirin alvin? Biar lena yg jaga alvin..."
Sesaat itu juga mata cici tertutup..
:')
Dan sekarang, dia ada disurga, ngeliatin tingkah lakunya..
Kalo waktu bs dirubah, bakal gue tinggalin mainan gue dan gue peluk dia selama2nya.
Gue inget janji gue yg terakhir, gue janji buat gak nakal asalkan cici bangun..
Tp cici relain semuanya, percaya sama tante gue. Cici percaya sama gue..
Tuhan, kalo boleh gue mau pergi ketempat yg sama kayak cici.
"Disurga nanti pakai baju putih atas kepala mahkota emas. Haleluya puji Tuhan, kekal selama2nya..."
Itu petikan lagu yg selalu gue nyanyiin kalo keinget cici.
Avn sayang cici, jgn pernah putus asa sama avn. Bujuk Tuhan buat jgn jauh2 dari avn, ci.. Avn kangen cici..
Salam titik dua petik buka kurung.
Minggu, 08 Juli 2012
mama
Hari ini keinget mama, gak seharusnya sih karena udah gede banget ini. Lucu ya, kita baru ketemu pas aku umur 17tahun. Itu kado ulangtahun dari Tuhan buat aku.
Kadang aku kesel, knp harus ketemu? Biar aja gak usah ketemu, jd aku gak ngerasain kayak gini.
Keinget kemaren ngeliat anak kecil nyasar di mall, yg dia panggil itu mamanya. Kalo aku, yg aku panggil itu tantenya. Hehehe aku anak tante banget
Mungkin skrg, aku jd anak nyasar itu, nyasar di jalan yg lebih ribet dari mall, jalan yg lebih besar dari jalan protokol, jalan yg lebih rumit dan kompleks, jalan hidup.
Aku nyasar, ma. Aku gak tau harus kemana, ma. Aku harus apa, ma?
Aku gak mau nyusahin tante lg, aku harus bs sendiri, biarpun itu susah dan gak mungkin buat aku. Tp ya ini aku, aku tau mama batu, mama sama kayak papa. Batu. Batu banget.
Mama batu? Aku karang. Aku bakal tunjukin aku bisa.
Diluar daripada itu, aku doain mama. Mama doain aku gak? Aku mikirin mama. Mama mikirin aku gak?
Pertanyaan2 anak kecil yg muncul dikepala aku tiap keinget mama. Sentimentil tingkat maksimal.
Harusnya aku udah biasa kayak gini, dari kecil aku ngerti keadaanku. Tau kan lagu "di doa ibuku" ? Aku ganti kata2nya jadi "di doa omaku".
Aku paham, mama sama papa jg udh pny keluarga masing2. Aku gak boleh egois. Tempatku bukan di pelukan kalian. Aku jg masih malu2 buat peluk mama.
Gak mungkin aku nuker kebahagiaan keluarga kalian masing2 dgn kebahagiaanku sendiri. Aku gak mengharapkan itu, lebih baik seperti ini.
Biarpun aku gak punya kenangan kecil soal mama, aku punya kenangan kecil soal oma. Cucu kesayangan oma. Keponakan kesayangan tante lena. Jd mama gak usah khawatir, aku dpt pembelajaran yg baik dari keluarga yg gak sempurna ini.
Makasih ma, udh mau nyariin aku. Makasih ma, udh pergi dari aku.
Aku skrg gak manja, aku gak kolokan.
Aku dewasa, aku jauh lebih kuat. Aku syg mama.
Kadang aku kesel, knp harus ketemu? Biar aja gak usah ketemu, jd aku gak ngerasain kayak gini.
Keinget kemaren ngeliat anak kecil nyasar di mall, yg dia panggil itu mamanya. Kalo aku, yg aku panggil itu tantenya. Hehehe aku anak tante banget
Mungkin skrg, aku jd anak nyasar itu, nyasar di jalan yg lebih ribet dari mall, jalan yg lebih besar dari jalan protokol, jalan yg lebih rumit dan kompleks, jalan hidup.
Aku nyasar, ma. Aku gak tau harus kemana, ma. Aku harus apa, ma?
Aku gak mau nyusahin tante lg, aku harus bs sendiri, biarpun itu susah dan gak mungkin buat aku. Tp ya ini aku, aku tau mama batu, mama sama kayak papa. Batu. Batu banget.
Mama batu? Aku karang. Aku bakal tunjukin aku bisa.
Diluar daripada itu, aku doain mama. Mama doain aku gak? Aku mikirin mama. Mama mikirin aku gak?
Pertanyaan2 anak kecil yg muncul dikepala aku tiap keinget mama. Sentimentil tingkat maksimal.
Harusnya aku udah biasa kayak gini, dari kecil aku ngerti keadaanku. Tau kan lagu "di doa ibuku" ? Aku ganti kata2nya jadi "di doa omaku".
Aku paham, mama sama papa jg udh pny keluarga masing2. Aku gak boleh egois. Tempatku bukan di pelukan kalian. Aku jg masih malu2 buat peluk mama.
Gak mungkin aku nuker kebahagiaan keluarga kalian masing2 dgn kebahagiaanku sendiri. Aku gak mengharapkan itu, lebih baik seperti ini.
Biarpun aku gak punya kenangan kecil soal mama, aku punya kenangan kecil soal oma. Cucu kesayangan oma. Keponakan kesayangan tante lena. Jd mama gak usah khawatir, aku dpt pembelajaran yg baik dari keluarga yg gak sempurna ini.
Makasih ma, udh mau nyariin aku. Makasih ma, udh pergi dari aku.
Aku skrg gak manja, aku gak kolokan.
Aku dewasa, aku jauh lebih kuat. Aku syg mama.
piring kosong
Ada satu meja, dua kursi berhadapan dan dua piring seperti biasa.
Malam ini aku masak kesukaanmu, namun hanya untuk porsiku.
Kali ini aku masak untukku sendiri, karena kamu gak duduk disitu kamu gak menungguku
Sayang, piringmu masih kosong. Kapan akan kulihat lagi kamu lahap makan masakan kesukaanmu?
Sayang, bangku disampingku kosong.
Kapan akan lg kamu lap pipiku yg belepotan makanan?
Malam ini aku masak sendiri
Hanya ada aku, diriku yg menertawakan sekaleng bir dingin
Ijinkan malam ini aku mengingatmu
Ketika ada kamu, dan kita menertawakan makanan ini dgn ucapan syukur
Pulang sayang, rumahku hangat untukmu
Apalagi yg kamu tunggu? Kembalilah padaku
Jika dipersimpangan sempatkanmu lihat kebelakang
Aku masih duduk dikursi sebelahmu yg kosong
Ada satu meja, dua kursi berhadapan dan dua piring seperti biasa.
Hanya satu yg terisi, milikku, tersisa satu karena kamu yg pergi
Malam ini aku masak kesukaanmu, namun hanya untuk porsiku.
Kali ini aku masak untukku sendiri, karena kamu gak duduk disitu kamu gak menungguku
Sayang, piringmu masih kosong. Kapan akan kulihat lagi kamu lahap makan masakan kesukaanmu?
Sayang, bangku disampingku kosong.
Kapan akan lg kamu lap pipiku yg belepotan makanan?
Malam ini aku masak sendiri
Hanya ada aku, diriku yg menertawakan sekaleng bir dingin
Ijinkan malam ini aku mengingatmu
Ketika ada kamu, dan kita menertawakan makanan ini dgn ucapan syukur
Pulang sayang, rumahku hangat untukmu
Apalagi yg kamu tunggu? Kembalilah padaku
Jika dipersimpangan sempatkanmu lihat kebelakang
Aku masih duduk dikursi sebelahmu yg kosong
Ada satu meja, dua kursi berhadapan dan dua piring seperti biasa.
Hanya satu yg terisi, milikku, tersisa satu karena kamu yg pergi
Senin, 02 Juli 2012
catatan penting
Khayalku tak terbatas menembus dirimu
Melukis kanvas waktu dengan cat rindu
Berpadu sendu dan biru yg haru
Bertebalkan luka dengan tawa yg semu
Bukannya aku ingin berpesta
Hanya memakai baju baru dan berkaca
Bukan untuk mencari cinta
Cuma hiaskan tubuh agar lupa aku luka
Catatan penting untukmu, sayang
Dengarkan sampai abad yg tak lekang
Jika dgn rindu tak ku temu dirimu, dgn air mata sederas apa harus ku hanyutkan dirimu?
Melukis kanvas waktu dengan cat rindu
Berpadu sendu dan biru yg haru
Bertebalkan luka dengan tawa yg semu
Bukannya aku ingin berpesta
Hanya memakai baju baru dan berkaca
Bukan untuk mencari cinta
Cuma hiaskan tubuh agar lupa aku luka
Catatan penting untukmu, sayang
Dengarkan sampai abad yg tak lekang
Jika dgn rindu tak ku temu dirimu, dgn air mata sederas apa harus ku hanyutkan dirimu?
cinta sampai mati
Aku merinding, sayang. Di kegelapan malam, taringnya mencekam.
Kematian sampai, sayang. Di kegelapan malam, cakarnya mencuat.
Ini semua salahmu, ketika bilang cintamu sampai mati
Bukan, ini salahku, terbakar cemburu sampai mati
Malam tak mampu buatku tertidur, darahmu masih ada diselimutku
Ini hanya mimpi, sampai matahariku datang membangunkanmu dari tidur abadi
Ini semua salahmu, ketika bilang cintamu sampai mati
Bukan, ini salahku, terbakar cemburu sampai mati
"Sampai maut memisahkan.. Sampai maut memisahkan" dan datanglah maut yg kuundang, untukmu, sayang
Kematian sampai, sayang. Di kegelapan malam, cakarnya mencuat.
Ini semua salahmu, ketika bilang cintamu sampai mati
Bukan, ini salahku, terbakar cemburu sampai mati
Malam tak mampu buatku tertidur, darahmu masih ada diselimutku
Ini hanya mimpi, sampai matahariku datang membangunkanmu dari tidur abadi
Ini semua salahmu, ketika bilang cintamu sampai mati
Bukan, ini salahku, terbakar cemburu sampai mati
"Sampai maut memisahkan.. Sampai maut memisahkan" dan datanglah maut yg kuundang, untukmu, sayang
Jumat, 04 Mei 2012
Pulang sayang pulang
Menanti keabadian di alam teramat sunyi. Hingar bingar sebenarnya, tapi tak merasakan teman, kecuali semilir bau bir yg memanggil dan setitik kerinduan pada rumah yg terlintas.
Aku merindukan rumah. Aku merindukan tanah impian. Aku mau menggila karenanya, karenamu juga, karena rinduku yg teramat amatan besar.
Jujur, tak tau apa tujuan aku menulis ini. Aku hanya ingin menulis. Aku hanya ingin merasakanmu, merasakan rasa rasa yg biasanya terasa jika ada kamu. Tepatnya kerinduan. Lagi-lagi kerinduan, asu.
Kenapa tidak kamu mati aja didalam kepalaku? Percuma sayang kamu berlarikian kemari dari kepala hingga hati mencari tempat bersembunyi dari perhatian ini, percuma sayang. Tidak ada jalan keluar, tidak ada pintu keluar bagimu yg terperangkap didalam Kotak bitam persegi didalam tubuh ini.
Aku hanya ingimenulis. Au hanya ingn menulis entah apalagi yg harus terisi, ketika mengetik kata juga spasi.
Karena akamu pun tau, ada hati yg tersisip selip di setiap kata, abjad, dan semua tulisanku.
Asal, absurd, tak jelas, abu-abu, di kepalaku isinya buram, remang-remang kabut memantulkan cahaya seperti dibalik awan, siluet kamu, siluet rumahku.
Tunggu, aku paham maksud tulisanku, kamu adalah rumahku. Tempatku biasa berlabuh mengadu rindu. Ruangku terlelap tanpa ragu, tanpa malu, tanpa baju. Kamu kelemahanku, tak menguatkanku, karena kamu bukan disitu sekarang kamu bukan disebelahku untuk bisa kurengkuh. Kamu ada didalam kepalaku hanya terlihat jika aku menutup mata, asu.
Seindah apa dirimu dibenakku? Bermodal celana dalam hitam dan bh hitam kamu menggangu tiap tidurku, asu.
Sayang, pulang......
Tak tau tak tentu apa harus ku jatuhh lagi, lagi, dan lagi lagi karenamu?
Sayang, pulang....
Pulang, sayang....
Minggu, 01 April 2012
Setan dan Permata
Kepada,
permata yg empunya malaikat tersesat dan hidup didunia,
Jatuhlah kamu kedalam merana. Karena cuma dgn begitu kamu ada disebelahku,
Sana sayang, dekati dia. Sampai hatimu patah. Dan biarkan aku yg ada disana melebarkan sayap patahmu dan terbang,
Sini, aku berselimut malaikat menemani hatimu yg rapuh. Begitu kamu bersinar, aku kembali seperti sedia kala,
Aku akan ada ketika sinarmu berpendam. Aku mengendalikan sunyi, kesepian, tangis dan air mata,
Akan ku buat kamu kembali bercahaya, mengkilat, sampai sakit mata karena bening cahaya terpantul oleh cantiknya kamu
Aku tak membutuhkan kamu ketika kamu bahagia. Itu bukan tempatku,
Sekali lagi akan ku sihir sayap patahmu, menjadikan yg baru, dan melepasmu terbang menjauh ke dunia yg baru..
Aku jahat. Aku tidak mau kamu sempurna, karena jika kamu sempurna kamu tidak membutuhkan aku..
Penuh cinta dan api membara,
Setan kepada permata
permata yg empunya malaikat tersesat dan hidup didunia,
Jatuhlah kamu kedalam merana. Karena cuma dgn begitu kamu ada disebelahku,
Sana sayang, dekati dia. Sampai hatimu patah. Dan biarkan aku yg ada disana melebarkan sayap patahmu dan terbang,
Sini, aku berselimut malaikat menemani hatimu yg rapuh. Begitu kamu bersinar, aku kembali seperti sedia kala,
Aku akan ada ketika sinarmu berpendam. Aku mengendalikan sunyi, kesepian, tangis dan air mata,
Akan ku buat kamu kembali bercahaya, mengkilat, sampai sakit mata karena bening cahaya terpantul oleh cantiknya kamu
Aku tak membutuhkan kamu ketika kamu bahagia. Itu bukan tempatku,
Sekali lagi akan ku sihir sayap patahmu, menjadikan yg baru, dan melepasmu terbang menjauh ke dunia yg baru..
Aku jahat. Aku tidak mau kamu sempurna, karena jika kamu sempurna kamu tidak membutuhkan aku..
Penuh cinta dan api membara,
Setan kepada permata
Selasa, 13 Maret 2012
kotak persegi
Kotak persegi, hitam putih. Dibawa taksi dari masa lalu ke neraka sepi. Bergulir kian kemari seperti dadu, tak berangka tak bernyawa
Tak bertuan, tanpa nama. Semesta bercerita dia empunya malaikat yg tersesat. Tanpa sayap dan lingkaran dikepala, dia tertawa. Manis memikat
Senyumnya tak terelakan, menempel di kepala. Menutupi mata, telinga, hidung dan bibir. Panca inderaku lumpuh. Tanpa sisa
Dia pun beranjak dari dasar laut raya, naik keatas tubuhku. Menari tanpa malu, tanpa baju. Penuh peluh dan debu dari masalalu.
Kotak persegi, hitam putih. Rekaman manis kisah hidup seperti menonton dvd. "Apakah dia nyata?" Kataku setelah lemas terpuas dibuatnya
Jika cintanya tak abadi, maka ingatanku yg akan abadi. Aku pun tak hanya mencinta, lebih dari memuja. Tentang dia, dibalik tirai matahari
Cintanya manis, namun hilang seiring hujan gerimis. Yg mengintipmu berjalan kaki pulang sendiri dari jauh
Tak bertuan, tanpa nama. Semesta bercerita dia empunya malaikat yg tersesat. Tanpa sayap dan lingkaran dikepala, dia tertawa. Manis memikat
Senyumnya tak terelakan, menempel di kepala. Menutupi mata, telinga, hidung dan bibir. Panca inderaku lumpuh. Tanpa sisa
Dia pun beranjak dari dasar laut raya, naik keatas tubuhku. Menari tanpa malu, tanpa baju. Penuh peluh dan debu dari masalalu.
Kotak persegi, hitam putih. Rekaman manis kisah hidup seperti menonton dvd. "Apakah dia nyata?" Kataku setelah lemas terpuas dibuatnya
Jika cintanya tak abadi, maka ingatanku yg akan abadi. Aku pun tak hanya mencinta, lebih dari memuja. Tentang dia, dibalik tirai matahari
Cintanya manis, namun hilang seiring hujan gerimis. Yg mengintipmu berjalan kaki pulang sendiri dari jauh
Senin, 27 Februari 2012
La La Land
Kamu tak tersentuh, jauh melambung tertiup angin melebur bersama awan.
Seperti mengejar bintang jatuh, seakan mencari titik dimana langit dan laut bertemu.
Tak kunjung jg aku mampu mencari.
Mungkin aku yg kurang berusaha mengejar, atau kamu yg terlalu jauh tak terlihat?
Biarpun bulan itu adalah rumahmu, jgn lupa sudah ditemukan teknologi yg bernama roket.
Dan ku tancapkan gas, melewati rasi tiap galaksi ribuan tahun cahaya dan lubang waktu untuk berada tepat didepanmu.
Walau angin tak sampai mengelus pipimu, hujan tak turun sampai rambutmu aku pasti ada disitu.
Sampai pd akhirnya kamu menyambut digaris finish, atau mungkin tidak.
Yg pasti terdengar suara dentingan malaikat kecil yg mabuk bersendawa keras dgn mata beler sambil bernyanyi,
"Lalalalalalaaa.. Akhirnya kutemukan juga lalalalalaaa.."
Akhirnya semuanya tak sia2 juga ya?
Satu hal terakhir, kamu keras? Aku lebih keras.
Kamu batu? Aku karang..
Tak perlu sabar dan menunggu, nikmati saja waktu siaranmu, sampai tetiba aku ada disitu.
"Lalalalalalaa... Akhirnya kutemukan juga lalalalalalaaa..."
*timpuk malaikat kecil dgn batu*
Seperti mengejar bintang jatuh, seakan mencari titik dimana langit dan laut bertemu.
Tak kunjung jg aku mampu mencari.
Mungkin aku yg kurang berusaha mengejar, atau kamu yg terlalu jauh tak terlihat?
Biarpun bulan itu adalah rumahmu, jgn lupa sudah ditemukan teknologi yg bernama roket.
Dan ku tancapkan gas, melewati rasi tiap galaksi ribuan tahun cahaya dan lubang waktu untuk berada tepat didepanmu.
Walau angin tak sampai mengelus pipimu, hujan tak turun sampai rambutmu aku pasti ada disitu.
Sampai pd akhirnya kamu menyambut digaris finish, atau mungkin tidak.
Yg pasti terdengar suara dentingan malaikat kecil yg mabuk bersendawa keras dgn mata beler sambil bernyanyi,
"Lalalalalalaaa.. Akhirnya kutemukan juga lalalalalaaa.."
Akhirnya semuanya tak sia2 juga ya?
Satu hal terakhir, kamu keras? Aku lebih keras.
Kamu batu? Aku karang..
Tak perlu sabar dan menunggu, nikmati saja waktu siaranmu, sampai tetiba aku ada disitu.
"Lalalalalalaa... Akhirnya kutemukan juga lalalalalalaaa..."
*timpuk malaikat kecil dgn batu*
Dunia La La
Seperti biasa semua berlalu
Sepetak kotak dinding putih
Ruang yg tak berkembang
Waktu pun tak kunjung datang
Dan anganku pun melayang
Lewat asap rokok yg membanjiri ruangan
Mencari celah kecil siap keluar perlahan
Membumbung bagai asap tembikar keluar
Sungguh, sekiranya aku ingin pulang
Ke dunia yg buatku rasa tenang
Dunia la la la khayal nun jauh disana
Tak tersentuh waktu yg tak lekang
Dunia itu berputar dengan kamu sebagai porosnya
Bintang mengitar dengan tawamu yg sebagai sumbunya
Angin gunung berubah alun melodi menyambut senyummu
Seakan anganku sampai ketika aku menutup mata memikirkanmu
Akan ku bangun sebuah jalan lurus kesana
Dengan lagu riang nan jenaka
Seperti anak kecil yg berlari di tengah hujan dgn celana dalam
Dan gigi ompong yg bernyanyi tentang cinta picisan
Biarpun kapan entah bagaimana
Khayalku tak terbatas hanya itu saja
Suatu saat entah kapan, mungkin besok atau seterusnya aku memasuki dunia khayalmu
Hidup bahagia sampai menua putih rambutku
Sampai saat itu dtg, harus seberapa lama aku tertidur sampai terbangun dan berada disampingmu?
Sepetak kotak dinding putih
Ruang yg tak berkembang
Waktu pun tak kunjung datang
Dan anganku pun melayang
Lewat asap rokok yg membanjiri ruangan
Mencari celah kecil siap keluar perlahan
Membumbung bagai asap tembikar keluar
Sungguh, sekiranya aku ingin pulang
Ke dunia yg buatku rasa tenang
Dunia la la la khayal nun jauh disana
Tak tersentuh waktu yg tak lekang
Dunia itu berputar dengan kamu sebagai porosnya
Bintang mengitar dengan tawamu yg sebagai sumbunya
Angin gunung berubah alun melodi menyambut senyummu
Seakan anganku sampai ketika aku menutup mata memikirkanmu
Akan ku bangun sebuah jalan lurus kesana
Dengan lagu riang nan jenaka
Seperti anak kecil yg berlari di tengah hujan dgn celana dalam
Dan gigi ompong yg bernyanyi tentang cinta picisan
Biarpun kapan entah bagaimana
Khayalku tak terbatas hanya itu saja
Suatu saat entah kapan, mungkin besok atau seterusnya aku memasuki dunia khayalmu
Hidup bahagia sampai menua putih rambutku
Sampai saat itu dtg, harus seberapa lama aku tertidur sampai terbangun dan berada disampingmu?
Senin, 20 Februari 2012
karang dasar laut
Berbeda dunia. jika di duniamu dia adalah pendosa. Cinta menyendiri dan mencari tempat untuk diri pribadi
Mungkin digambarkan karang. Ya, karang didasar laut.
Mungkin pula karang laut dulunya adalah manusia. Orang-orang berdosa yg dilempar Tuhan kedasar neraka. Seperti malin kundang contohnya.
Diam, tak bergerak, dalam, bahagia didasar paling mendasar.
Jika matahari sampai menembus laut dan menyentuh kulitnya, kamu mungkin bisa melihat warna-warna yg berpadu harmoni di misteri laut dalam.
Merah, jingga, ungu, hitam, kelabu, abu-abu.
Kamu perlu menyelam untuk melihatnya, seberapa sanggupnya kamu menahan napas berbanding lurus dengan seberapa banyak yg kamu tau tentangnya.
Pemandangan 'aneh' yg mungkin tak kamu jumpai di daratan manusia-manusia normal. Karang itu abnormal, ya kan?
Sayang tapi terkadang yg egois pun merusaknya, seperti parade. Parade anak2 manja, tak tau diri, cengeng, dan seperti anak kecil.
Dan itu meninggalkan luka, rusaknya karang yg mungkin tak bisa sembuh.
Tidak berdarah, cuma terasa sakit ngilu pilu hanya dia yg tau.
Bisa saja karang itu muak beranjak keluar dari tempatnya meninggalkan laut dan menarik orang sekitar untuk menikmati apa yg dia punya. Tapi jika demikian, sususan tatanan arus laut berubah, permukaan laut tak lagi sama sedia kala. Apa dia tega? Apa karang harus egois juga?
Seperti kodrat, "anak nakal seharusnya dijauhi" begitu kata orang tua mempertahankan kodrat yg diturunkan petua-petua yg tua-tua.
Jadi biarkan saja dia sendiri didasar sana, sampai memancing perhatianmu dan lihat seberapa setianya duduk didasar sana dan seberapa besarnya dia. Menunggumu..
Mungkin digambarkan karang. Ya, karang didasar laut.
Mungkin pula karang laut dulunya adalah manusia. Orang-orang berdosa yg dilempar Tuhan kedasar neraka. Seperti malin kundang contohnya.
Diam, tak bergerak, dalam, bahagia didasar paling mendasar.
Jika matahari sampai menembus laut dan menyentuh kulitnya, kamu mungkin bisa melihat warna-warna yg berpadu harmoni di misteri laut dalam.
Merah, jingga, ungu, hitam, kelabu, abu-abu.
Kamu perlu menyelam untuk melihatnya, seberapa sanggupnya kamu menahan napas berbanding lurus dengan seberapa banyak yg kamu tau tentangnya.
Pemandangan 'aneh' yg mungkin tak kamu jumpai di daratan manusia-manusia normal. Karang itu abnormal, ya kan?
Sayang tapi terkadang yg egois pun merusaknya, seperti parade. Parade anak2 manja, tak tau diri, cengeng, dan seperti anak kecil.
Dan itu meninggalkan luka, rusaknya karang yg mungkin tak bisa sembuh.
Tidak berdarah, cuma terasa sakit ngilu pilu hanya dia yg tau.
Bisa saja karang itu muak beranjak keluar dari tempatnya meninggalkan laut dan menarik orang sekitar untuk menikmati apa yg dia punya. Tapi jika demikian, sususan tatanan arus laut berubah, permukaan laut tak lagi sama sedia kala. Apa dia tega? Apa karang harus egois juga?
Seperti kodrat, "anak nakal seharusnya dijauhi" begitu kata orang tua mempertahankan kodrat yg diturunkan petua-petua yg tua-tua.
Jadi biarkan saja dia sendiri didasar sana, sampai memancing perhatianmu dan lihat seberapa setianya duduk didasar sana dan seberapa besarnya dia. Menunggumu..
Senin, 30 Januari 2012
senja hitam
Hari ini dimobil sendiri
Tertutup senja gelap dalam mobil
Sesamar hanya cahaya tipis dari lampu hp menerangi wajahnya
Dia tersenyum simpul, menahan tangis yg bergelantungan dimatanya
Sembari mengganti gigi, menginjak gas, dia telusuri jalan raya ibu kota
Entah secepat apa dia berkendara, tiang air itu mampu mengejarnya
Seakan bernyali baja, menerobos lampu merah..
Sekali..
Dua kali...
Hingga dilampu merah ketiga..
Dia tancap gas, menutup mata...
Tak terasa dua pasang lampu menyala kuning dari sebelah kanannya,
Dan..........
........
Dua jam sebelumnya,
Sepasang kekasih yg saling emosi..
Saling melempar kata kotor, mencaci dan mendengki
Benci sebenci-bencinya wanita itu keluar, membanting pintu dan berkata,
"Sudah cukup. Kita selesai.."
......
Sekarang, di senja malam,
Dia dipaksa keluar dari mobilnya
Yg hancur penyok ditabrak dari samping
Dan semua org berlari mengelilingi dia
Menangis, berlumur darah dikepala
Kaki kanan, rusuk, tangan kanan patah dengan luka ruam besar dikepala
Dia tak menyesalinya,
Karena hanya hidupnya yg selesai
Berharap bukan cintanya..
Dia menutup mata,
Merasakan tangan kecil wanita itu menyentuh pipinya,
Sekali lagi..
Dia tak menyesalinya,
Karena hanya hidupnya yg selesai
Berharap bukan cintanya..
Tertutup senja gelap dalam mobil
Sesamar hanya cahaya tipis dari lampu hp menerangi wajahnya
Dia tersenyum simpul, menahan tangis yg bergelantungan dimatanya
Sembari mengganti gigi, menginjak gas, dia telusuri jalan raya ibu kota
Entah secepat apa dia berkendara, tiang air itu mampu mengejarnya
Seakan bernyali baja, menerobos lampu merah..
Sekali..
Dua kali...
Hingga dilampu merah ketiga..
Dia tancap gas, menutup mata...
Tak terasa dua pasang lampu menyala kuning dari sebelah kanannya,
Dan..........
........
Dua jam sebelumnya,
Sepasang kekasih yg saling emosi..
Saling melempar kata kotor, mencaci dan mendengki
Benci sebenci-bencinya wanita itu keluar, membanting pintu dan berkata,
"Sudah cukup. Kita selesai.."
......
Sekarang, di senja malam,
Dia dipaksa keluar dari mobilnya
Yg hancur penyok ditabrak dari samping
Dan semua org berlari mengelilingi dia
Menangis, berlumur darah dikepala
Kaki kanan, rusuk, tangan kanan patah dengan luka ruam besar dikepala
Dia tak menyesalinya,
Karena hanya hidupnya yg selesai
Berharap bukan cintanya..
Dia menutup mata,
Merasakan tangan kecil wanita itu menyentuh pipinya,
Sekali lagi..
Dia tak menyesalinya,
Karena hanya hidupnya yg selesai
Berharap bukan cintanya..
Masuki Cahaya Abadi
Asa dalam ketiadaan. Terdiri atas berbuku-buku nestapa yg diuraikan.
Terlepas dari semua itu, keinginan untuk memilikimu makin terasa jelas walau dilihat tanpa mata.
Kenyataan yg ku pungkiri, keadaan yg kusangkal dan kusesali, seakan tiada habis memakan tubuhku yg membiru.
"Apa? Siapa?"
Seketika tangan hitam menggenggamku..
"Oh, kamu lagi kamu lagi. Tak puaskah kau menelanjangiku? Menindihku dan memaksaku memuaskan nafsumu?"
Gumamku pada kesedihan yg memelukku erat
Semakin hangat, larut, seperti pusaran air. Aku tenggelam oleh airmataku sendiri. Suaraku habis, sakit dan berdarah terlalu sering berteriak menghujat takdir.
Sayang, ceritaku tak lagi di buku harianmu.
Sayang, rinduku tak lagi ada dibenakmu.
Perlahan menghujam nadiku semakin dalam. Aku memejamkan mata, tak bedanya dengan membuka mata. Gelap, tiada cahaya sekecilpun nampak didepanku.
"Tunggu, itu cahaya!"
Teriakku berlari menyusuri lorong gelap yg becek dan lembab
Sedikit lagi aku meraih cahaya itu, sedikit lagi aku keluar dari lorong sesat bernama kesedihan.
Sesampainya tangan kecil malaikat mungil menyentuh pipiku. Sesayup ku dengar semua bernyanyi, seperti menanti kedatanganku.
Dan cahaya sehabis gelap, itulah rumahku. Dari sini aku memandangmu, jauh menusuk melewati segala yg menutup. Aku menjagamu, melindungimu, membisikkan rinduku.
Lewat angin, hujan, matahari, dan bulan yg mengintip genit di atas atap rumahmu. Kamu bs merasakannya, dari balik jendelamu itu.
Buka jendelamu, rasakan semilir angin hangat yg mengusap rambutmu, saat itulah aku menyentuhmu.
Selamat malam sayang, aku tak bisa kembali. Jika sempat mengingatku, sampaikan salam pada hatiku yg terlanjur ku titipkan di kantong celana jins mu. Aku merindumu.
Terlepas dari semua itu, keinginan untuk memilikimu makin terasa jelas walau dilihat tanpa mata.
Kenyataan yg ku pungkiri, keadaan yg kusangkal dan kusesali, seakan tiada habis memakan tubuhku yg membiru.
"Apa? Siapa?"
Seketika tangan hitam menggenggamku..
"Oh, kamu lagi kamu lagi. Tak puaskah kau menelanjangiku? Menindihku dan memaksaku memuaskan nafsumu?"
Gumamku pada kesedihan yg memelukku erat
Semakin hangat, larut, seperti pusaran air. Aku tenggelam oleh airmataku sendiri. Suaraku habis, sakit dan berdarah terlalu sering berteriak menghujat takdir.
Sayang, ceritaku tak lagi di buku harianmu.
Sayang, rinduku tak lagi ada dibenakmu.
Perlahan menghujam nadiku semakin dalam. Aku memejamkan mata, tak bedanya dengan membuka mata. Gelap, tiada cahaya sekecilpun nampak didepanku.
"Tunggu, itu cahaya!"
Teriakku berlari menyusuri lorong gelap yg becek dan lembab
Sedikit lagi aku meraih cahaya itu, sedikit lagi aku keluar dari lorong sesat bernama kesedihan.
Sesampainya tangan kecil malaikat mungil menyentuh pipiku. Sesayup ku dengar semua bernyanyi, seperti menanti kedatanganku.
Dan cahaya sehabis gelap, itulah rumahku. Dari sini aku memandangmu, jauh menusuk melewati segala yg menutup. Aku menjagamu, melindungimu, membisikkan rinduku.
Lewat angin, hujan, matahari, dan bulan yg mengintip genit di atas atap rumahmu. Kamu bs merasakannya, dari balik jendelamu itu.
Buka jendelamu, rasakan semilir angin hangat yg mengusap rambutmu, saat itulah aku menyentuhmu.
Selamat malam sayang, aku tak bisa kembali. Jika sempat mengingatku, sampaikan salam pada hatiku yg terlanjur ku titipkan di kantong celana jins mu. Aku merindumu.
Jumat, 20 Januari 2012
mabuk
Pecah tak tentu arah. Terasa sia-sia. Tanpa tersisa dan sedia pasrah menutup mata.
Oh, itukah surga? Bukan, nyatanya. Itu tumpukan kaleng dan botol bir kosong. Abu rokok, puntung berserakan namun asbak terlihat bersih, bodoh.
Suara melengking tertawa geli melihat kaca.
Oh, itukah aku? Bukan, faktanya. Itu gambaran berlawanan arah biar terlihat sama. Terlalu sibuk menertawakan diri sendiri, lalu lupa diri siapa ini.
Sadari dan mengecam keras, hantam saja kepalaku ini dgn botol. Tusuk perutku dgn pecahan, buat ku sadar!
Aku terlalu lunglai untuk keluar dari pusaran, pusaran komedi putar sesat. Ada aku, alkohol, wanita, rokok dan kebebasan yg berlebihan.
Aku lupa pernah luka.
Lukanya tidak berdarah, namun perih terasa. Didada. Dikepala. Diseluruh sendi dan urat nadi.
Tiada luka akan kudapati. Lagi.
Aku berjanji pada Tuhan untuk lebih kuat lagi dan lagi.
Tak akan aku biarkan apapun cukup dekat dan mampu melukaiku. Apapun. Kapanpun. Bagaimanapun.
Akan kusumbat mataku dgn asbak, pecahan botol, dan bra hitam milikmu. Sampai air ini berhenti mengalir lagi, sampai telaga rona elegi mengering kembali.
Aku pun akan membuka jalan menuju Mars tempat khusus pemimpi yg gila dgn tanganku sendiri. Dgn kakiku sendiri, kalau itu perlu.
Hingar bingar cukup sesaat.
Sampai lelah tertidur berair mata darah, dan bangun dengan tertawa. Ya, yg terkuat adalah dia yg terbangun senyum setelah mengerut simpul layu semalaman.
Aku punya waktuku sendiri. Untuk hidup ataupun mati.
Ku usap mukaku dgn air, kubasuh kering menatap cermin kemudian. Siapakah yg terlihat? Sial, masih si pemabuk yg tak pernah usai.
Oh, itukah surga? Bukan, nyatanya. Itu tumpukan kaleng dan botol bir kosong. Abu rokok, puntung berserakan namun asbak terlihat bersih, bodoh.
Suara melengking tertawa geli melihat kaca.
Oh, itukah aku? Bukan, faktanya. Itu gambaran berlawanan arah biar terlihat sama. Terlalu sibuk menertawakan diri sendiri, lalu lupa diri siapa ini.
Sadari dan mengecam keras, hantam saja kepalaku ini dgn botol. Tusuk perutku dgn pecahan, buat ku sadar!
Aku terlalu lunglai untuk keluar dari pusaran, pusaran komedi putar sesat. Ada aku, alkohol, wanita, rokok dan kebebasan yg berlebihan.
Aku lupa pernah luka.
Lukanya tidak berdarah, namun perih terasa. Didada. Dikepala. Diseluruh sendi dan urat nadi.
Tiada luka akan kudapati. Lagi.
Aku berjanji pada Tuhan untuk lebih kuat lagi dan lagi.
Tak akan aku biarkan apapun cukup dekat dan mampu melukaiku. Apapun. Kapanpun. Bagaimanapun.
Akan kusumbat mataku dgn asbak, pecahan botol, dan bra hitam milikmu. Sampai air ini berhenti mengalir lagi, sampai telaga rona elegi mengering kembali.
Aku pun akan membuka jalan menuju Mars tempat khusus pemimpi yg gila dgn tanganku sendiri. Dgn kakiku sendiri, kalau itu perlu.
Hingar bingar cukup sesaat.
Sampai lelah tertidur berair mata darah, dan bangun dengan tertawa. Ya, yg terkuat adalah dia yg terbangun senyum setelah mengerut simpul layu semalaman.
Aku punya waktuku sendiri. Untuk hidup ataupun mati.
Ku usap mukaku dgn air, kubasuh kering menatap cermin kemudian. Siapakah yg terlihat? Sial, masih si pemabuk yg tak pernah usai.
Kamis, 19 Januari 2012
berucap
Aku melewatinya
Aku sedang melewatinya
Hidup tidak denganmu
Hidup jauh dari genggamanmu
Aku tak tau caranya
Aku hanya menjalaninya
Seperti bagaimana aku tinggal
Dan mencari rumah yg lebih besar
Terlalu lelah batin ini
Mencarimu yg tak bs terlihat mata
Terlalu lelah hati ini
Memelukmu yg bahkan tak ku miliki
Seperti apa dirimu tanpaku disitu?
Aku yakin bahagia, dengan bangsat itu
Apa dia tau dimana mencarimu ketika hilang di toko buku?
Apa dia tau kapan dan bagaimana menyanyikan lagu untukmu?
Yang pertama dan terutama
Tertawalah, aku masih memikirkanmu
Tertawalah, aku masih mencintaimu
Dan biarkan lebih lama cintaku tak mengenal kemarau
Sekali lagi aku berucap,
Untuk terus merindu dan berulah sendu
Sekali lagi aku berucap,
Simpan hatiku di celana jins mu, sampai dtg dan mengembalikannya padaku
Aku sedang melewatinya
Hidup tidak denganmu
Hidup jauh dari genggamanmu
Aku tak tau caranya
Aku hanya menjalaninya
Seperti bagaimana aku tinggal
Dan mencari rumah yg lebih besar
Terlalu lelah batin ini
Mencarimu yg tak bs terlihat mata
Terlalu lelah hati ini
Memelukmu yg bahkan tak ku miliki
Seperti apa dirimu tanpaku disitu?
Aku yakin bahagia, dengan bangsat itu
Apa dia tau dimana mencarimu ketika hilang di toko buku?
Apa dia tau kapan dan bagaimana menyanyikan lagu untukmu?
Yang pertama dan terutama
Tertawalah, aku masih memikirkanmu
Tertawalah, aku masih mencintaimu
Dan biarkan lebih lama cintaku tak mengenal kemarau
Sekali lagi aku berucap,
Untuk terus merindu dan berulah sendu
Sekali lagi aku berucap,
Simpan hatiku di celana jins mu, sampai dtg dan mengembalikannya padaku
Langganan:
Komentar (Atom)
