Selasa, 10 Juli 2012

negara mimpi

Pagi memaksaku bangun cahayanya terlalu menusuk mata
Seperti rasa cemburu yg membakar mimpi bersamamu
Tak ayal semua rasa kesal aduk sendu jadi satu
Tanpa hujat semata aku kembali ke kehidupan nyata

Ingin rasanya aku berlari menghampirimu
Dengan sepatu bersayap dan segala keunikan tersendiri
Meluncur bersama kembang api yang berkilau begitu sampai
Namun tidak terpecah menyebar dan mati perlahan

Seketika itu juga mimpiku ada
Rasanya mampu menyentuhmu walau aku menutup mata
Menjanjikan surga dengan tahtanya di kepala
Dan nyanyi sorak sorai malaikat tanpa sayap dan lingkaran dikepalanya

"Percaya saja berbuat baik pasti tumbuh sayap.."

Begitu katamu menjadi petunjuk arah kerumahmu
Semua pun tau aku mendambamu tanpa menggunakan akal sekalipun
Siapa kamu entah bagaimana kamu hanya kamu yg tau
Seperti berjudi, aku siap dgn semua yg akan aku lalui

"Aku mendambamu, tempat impianku.. Bergelas-gelas bir tak mampu menyegarkan dahagaku. Hanya ada candu pada dirimu.."

Itu tiap kataku ketika mau tertidur,
Perlahan menutup mata dan pergi ke tempatmu..
Aku tak tau apa dan mengapa aku menginginkanmu, mungkin hanya cinta yg tau..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut