Matamu, gravitasiku. Kulitmu, heroinku. Tak kunjung usai ku mengadu pada sendu karena kehilanganmu
Ingin merasakanmu sekali, dua kali, tiga kali, berkali-kali
Sampai tiada henti, tanpa jeda pun ku hirup tiap kerinduan yg melekat di kulitmu
Ku tarik nafas terlalu berat, kuhembuskan dan terasa sesak. Bukan lg udara yg biasa ku hirup disekeliling bibirmu sebelum tidur
Teranglah yg aku cari. Namun tak kudapat dimatahari. Terang yg ada padamu, di malam, disaat lampu kamar padam dan berselimut dirimu
Semua yg ada padamu membuatku gila. Mengikat seperti biru kristal amfetamin, dan gelembung2 drama yg kamu hisap dan hembuskan serasa cinta
Aku merindukanmu seperti membutuhkanmu. Nadi dan nyawaku bergantung pada hidup dan matimu. Ketergantungan yg buatku lupa aku lupa
Canduku, sayangku. Jika hanya dgn uang kau dtg padaku, kembalilah sayang.. Berikan padaku apa yg kamu punya
Dan mimpi untuk selamanya pun terasa sirna, seiring matahari yg mengusirmu perlahan memudar menjauhi tempat tidurku
Ingin mengumpat, sekeras2nya sehina2nya. Anjing rasanya berdiam diri tak tau kemana kamu.
Aku merindumu..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar