Mau nulis sedikit berat dan berbeda dari tulisan-tulisan sebelumnya. Entah cocok apa gak, here we go..
Di jaman ini, semakin hari semakin canggih, dimana nalar dan logika semakin mendominasi. Beberapa kepercayaan pun mulai memudar dan dari yg gue liat ada trend atheism di kalangan anak muda. Atheism keren dan gaul, pintar, dan gaul (pokoknya gaul).
Dan anak2 muda kehilangan sebuah kepercayaan entah terhadap Tuhan, atau pun hal2 abstraksi lainnya.
Tuhan, cinta, harapan, doa, mimpi, dan cita-cita gue masukan satu kategori yg namanya, 'Semesta Ide'. Lanjut dari sini bakal gue ulas sedikit pemikiran gue ke penerapannya dalam hidup gue.
Semesta Ide itu "sesuatu" yg mampu membawa manusia ke pintu-pintu inovasi lainnya, yg mendorong memecahkan tembok logika dan mampu melewati rasi galaksi andromeda. "Sesuatu" yg bisa membawa manusia melewati batas kemampuannya, yg gak masuk akal, dan gak bs dibuktikan secara nyata dan gak berwujud.
Gue selalu berpikir kalo manusia butuh sesuatu yg lebih besar dari kekuatannya sendiri untuk berkembang. Menghapus logika yg menjadi tempurung bagi kura-kura. Karena kenapa? Hal2 mustahil bisa diwujudkan karena semesta ide itu sendiri.
Contoh, orang jaman dulu menganggap impian manusia untuk bisa terbang itu mustahil dan bodoh, namun Wright bersaudara bisa mewujudkannya jadilah pesawat terbang. Atau, orang jaman dulu menganggap mustahil sebatang besi bisa mengambang di air, sampai diciptakannya kapal pesiar.
Mungkin kepercayaan-kepercayaan seperti itu sudah mustahil diterapkan karena penggunaannya sudah mulai luntur. Mental kita masih mental tempe, masih minder dan gak kuat dengan namanya kenyataan. Anak-anak muda sering kecewa, mungkin gak ada doa yg terjawab, atau selalu gagal dan menyerah akhirnya memilih untuk tidak percaya dan berpikir secara logika.
Apa yg gue maksud semesta ide mungkin bukan mengubah air menjadi anggur, atau 5 roti dan 2 ekor ikan mampu menghidupi semua masyarakat-masyarakat dibawah garis kemiskinan.
Semesta Ide yg gue maksud adalah sebuah harapan dan doa agar termotivasi dan makin berusaha.
Gak ada salahnya kok untuk berdoa dan percaya, karena semesta mendengar dan gak menutup mata.
Gue pun suka sama kata-kata sudjiwo tedjo, dia menganggap Tuhan itu sebuah angka 0. Ada, tapi gak ada. Sesuatu dimana semua bermula dan berakhir.
Gue inget satu kata-katanya dia,
Tuhan berkata, "bagilah dirimu dengan-Ku maka jadilah tak terhingga.."
Maksudnya, jika kita membuka diri dan membagi diri kita, membiarkan Semesta Ide itu masuk maka kemampuan kita pun menjadi tak terbatas. Kalo belum ngerti juga, semisal 1 : 0 = tak terhingga
Bayangkan jika kita membagi diri kita dengan Semesta Ide, luar biasa bukan?
Kadang, gue suka diremehin atau diledek karena masih mau berdoa dan sering menyebut Tuhan di twitter, secara gitu selain bir, rokok, ada perempuan yg selalu gue bahas disitu.
Gue gak munafik, gue mungkin gak bisa membuktikan secara jelas bahwa Tuhan itu ada. Tapi siapapun yg percaya prinsip keseimbangan, pasti ada si jahat ada si baik, hitam dan putih, kalo perlu gue bakal jadi si jahat untuk membuktikan adanya si baik.
Akhir dari tulisan ini cuma mau mengingatkan, jaman boleh berkembang, dan Tuhan atau semesta ide gak bisa dibuktikan. Tapi ambil waktu lo buat tutup mata, dan dengar suara nurani karena nurani satu-satunya penghubung ke Pusat Semesta. Adakah Tuhan disitu?
Salam miras,
Dari pemabuk
Cheers.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar