Minggu, 26 Agustus 2012

ilusi, cinta itu kamu

P : Cinta adalah perangkap. Ketika ia muncul, kita hanya melihat cahayanya, bukan sisi gelapnya..

P : Aku jatuh ke perangkapnya..

P : Kemana perginya cahaya? Aku hilang dalam kegelapan..

A : Berharap bayanganmu selalu muncul, dan tak hilang saat gelap

A : Menginginkanmu seperti membutuhkanmu.. Mencarimu menangisimu hingga larut tenggelam karenanya

P : Dalam keadaan itu, aku mengalami ketidak mengertian total tentang cinta yang ku kira ada..

P : Lalu segalanya mendadak menjadi hampa, begitu sepi dari makna..

A : Kukira nyata, dan kukira semestinya..

A : Ini bukan cerita cinta, ini cerita tentang cinta

A : Tentang mereka yg jatuh cinta, menghadapi dan membayar dengan seharusnya

A : Dan ada juga tentang mereka yg menyerah karena mereka tau tak pantas didalamnya

P : Dimana aku sekarang? Nanti juga kau pasti tahu.. Aku tak pernah pergi jauh, kau tau itu. Aku hanya sedang bersembunyi saja.

A : Jatuh kedalam lingkaran yg tak berujung

A : Yang menggambarkan kebahagiaan dan senyuman

P : Sebagian diriku takut melihat cahaya itu lagi, karena aku tau cinta adalah perangkap. Siapa yang akan bertanggung jawab bila pada akhirnya aku jatuh ke dalam kegelapan lagi?

P : Hey, aku tetap mencintaimu..

A : Sayang, cerita tidak selalu berakhir bahagia dan senyuman

A : Biarlah saat kamu datang lagi, aku tetap ada, saat kamu hilang, aku tetap mencari

P : Kau? Menyia-nyiakan waktumu? Jangan tunggu aku. Itu ironi bagiku..

P : Mungkin masalah kita hanya satu, kita sering lupa bahwa cinta adalah kata lain dari saling mendengarkan.. Sebab, mendengarkan adalah saling membuka diri: saling memberi.. Dan menerima dengan tulus.

P : Apalah arti cinta yang sebenarnya? Apakah kamu masih ingin memilikiku?

P : Apakah hasrat itu ada? Jika jawaban mu iya. Aku tak yakin cintamu tulus..

P : Aku memang jauh darimu, keberadaanku saja kamu tak tau.. Aku sengaja.. Menikmati waku di dalam kegelapan ini. Mencandu rindu yang selalu hadir di mimpiku..

A : Seharusnya kamu tau, aku tak biasa tanpa dirimu.. Seharusnya kamu mengerti aku tenggelam terlalu dalam karena rasa itu.

A : Bersenggama dengan kesepian, menunggu datang tiap malam

A : Hingga anganku terbawa kepulan asap yg rokok dalam ruangan sempit

A : Mencari celah untuk keluar... Merasakannya lagi, sekali dua kali, berkali-kali

A : Mencari dirimu..

P : Sungguh, dalam hati, aku mengingatmu, merindumu, memujimu.. Dan bila aku pernah berbuat salah, kata-kataku, tindakanku, pikiranku, emosiku, dan segala hal yang aku lakukan kepadamu dan menyakitimu.. Maafkan aku, sebab bukankah itu pembeda kau dan aku?

P : Lalu 'maaf', sekali lagi kata itu terlontar, dada yang membatu tiba-tiba bergetar, retak dan runtuh.. Bantu aku keluar dari kegelapan ini.

A : Tanganku selalu terbuka untukmu

A : Pintu kamarku tak pernah kukunci untuk dirimu

A : Sayang, bilamana kamu bukan milikku, milik siapakah hatiku?

P : Sayang, bagiku cinta tak harus memiliki. Hasrat ku ingin memilikimu sangatlah besar. Tapi jika aku bersikeras memilikimu, itu bukanlah cinta. Melainkan hasrat biasa..

A : Hati yg terlanjur memilihmu tanpa alasan yg jelas

A : Hati yg memilih jalan terlalu keras.

P : Kamu yakin apa yang kamu rasa itu cinta?

A : Bukan sekedar hasrat.. Bukan sekedar terlihat.. Bukan sekedar kelamin yg tersirat..

A : Lalu apakah cintaku bagimu?

P : Aku adalah ilusi bagimu..

A : Bantu aku untuk bisa.. Karena terlanjur aku terikat oleh tali ilusimu.. Begitu erat dan selalu memikat..

A : Dan biarkan aku mencandu ilusi itu..

A : Sepadan bagiku jika itu yg kamu mau..

A : Cinta itu kamu..

P : ‎​ Berhentilah, ketika aku sudah berhasil menghilangkan virusku darimu, dan kamu sembuh dari kecanduan akan diriku, aku akan tetap mengingatmu sebagai seseorang yang pernah mengisi hari-hariku dengan senyuman..

P : Biarkan aku terbang.. Bila waktuku tiba, duduklah di kursi nyaman mu.. Jadikan aku sebagai kenangan bagimu..

A : Dan jika itupun diriku di balik matamu, tak mengapa..

A : Karena aku hanyalah sebongkah batu yg biasa kamu lempar ke danau, biarpun mati karena berharap takkan kubiarkan juga kamu menyelam memungutku kembali.. Cukup aku saja.. Cukup hatiku saja..

A : Karena aku terlalu bodoh untuk mencintaimu..

P : Kamu tidak akan bisa bertahan hidup dengan cintaku yang tidak nyata.. Aku sayang kamu, tapi realita menginginkan kita untuk berpisah..

P : Dan akupun bodoh untuk membiarkan mu mencintai diriku..

A : Sekali lagi..

A : Tetaplah menjadi bulan untukku, dan aku seperti serigala yg berteriak memanggilmu untuk turun bersamaku..

P : Jika itu jalan terakhir yang tersisa, aku bersedia..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut