Jumat, 24 Agustus 2012

monolog jiwa

Sejatiku, malam ini kulatari dengan lagu yg sedang happening sekarang. Lagu yg dibawakan oleh maroon5 - payphone.
Kurasa bisa kudekap tiap alunan nada, dan lirik yg mewakili lidah tak bertulangku ini.
Tak lengkap rasanya waktu ini tanpa kamu, ketika lampu kamar kupadamkan yg biasanya terganti oleh terangmu disampingku. Aku masih ingat rasanya, kepalamu didadaku, rambutmu disela jariku, dan ketika bibirmu tepat dihidungku.
Kemana semua janji yg pernah kita ucap? Dimana ada aku dan kamu melawan dunia?
Jujur, sejatiku, hatiku, cintaku padamu, aku sempat lari dipukul mundur kenyataan, kemarin. Kupikir tanganku mengecil, kakiku menggigil, gigi gemertak, dan nyali menciut.
Karena aku tau, semua yg ada pada kita itu salah. Peluk kita salah, cumbu kita salah, cinta kita salah.
Lari aku tunggang langgang, kemarin.
Sejatiku, kalo boleh pun aku berbalik. Berlari kearahmu dan membopongmu ke puncak himalaya, ke tangga menuju surga, mengalihkan dunia dan menjadikan itu semua menjadi milikmu.
Semanis, sesakit, semiris apapun lagu payphone ini belum menandingi rinduku yg berbuku-buku padamu.
Alunan lagu berakhir, dan kupaksakan mata sembab ini tertutup.
Selamat malam, sayang. Sampaikan salamku pada peluk hangat yg kurindukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut