Masih terasa sisa cahaya senja yg ungu itu
Serta tetes air hujan di kulit
Rasanya seperti mengeras dan mengupas kulit lapisan luar
Belum lagi sesayup dia memanggil namaku dengan lembut
Melambaikan tangannya dan tersenyum sambil menggandeng pacar barunya
Sedikit kejam menurutku,
Karena dia mengikat hatiku terlalu kuat.. Terlalu kencang.. Begitu sesak.. Tak bersisa..
Hanya sedikit celah longgar yg disisakan, mungkin agar aku siap menghadapi saat2 seperti ini
Dimana saatnya pemeran romeo bunuh diri, namun juliet berlari ke pangeran bermobil sedan
Dan semua berakhir dengan mawar yg kugigit hingga berdarah, tangan kumasukan kekantong jaket yg bolong berjalan menunduk mengitari taman.
Sesampai dirumah, cuma tersisa sekaleng bir dan aku duduk diteras menatap bulan yg sedang tersipu..
Seteguk.. Perlahan.. Menahan tiang air yg siap roboh kapanpun, dimanapun..
Begitu tinggi, berat, dan siap jatuh terjun bebas sebelum diusap tanganku yg kotor..
Romeo, romeo..
Bukan selalu tentang pria sempurna, kaya, tampan, dan bijaksana.
Hanya cintanya yg sempurna, bukan pasangannya..
Aku tak seharusnya mencintainya, namun aku memilih untuk mencintainya..
Hingga matahari siap mengetuk lantai kayu terasku, aku tersenyum dan tak pernah menyesalinya..
Kamis, 31 Maret 2011
Rabu, 30 Maret 2011
coretan aku
Semua berlalu tanpa terasa
Begitu cepat waktu berbicara
Aku mengenalmu bukan sehari dua hari
Aku mengenalmu, mencintaimu
Aku melafalkan hidupmu
Membiarkannya masuk menendang duniaku
Mendengarkan cerita hidupmu
Tersenyum setiap kamu melihatku
Kamu ada namun terasa tiada
Kamu tiada namun terasa ada
Aku lupa tanggal ulangtahunku
Tapi aku ingat semua tentang kamu
Tanganku tak cukup kuat membiarkanmu mengikatku
Menyeretku masuk ke duniamu dan menari diduniaku
Aku tetap mencintaimu biarpun terkadang kamu juga mencintaiku
Mungkin aku lelaki biasa diantara lelaki yg berada disekitarmu
Mendengarmu menceritakan mereka satu persatu
Aku berusaha untuk tidak cemburu
Karena siapa aku dihidupmu?
Aku selalu mengerti diriku yg tidak sebanding denganmu
Semoga lelaki yg sama sebanding tara mampu melihatmu seperti aku melihatmu
Dan mampu mencintaimu seperti aku mencintai dirimu
Begitu cepat waktu berbicara
Aku mengenalmu bukan sehari dua hari
Aku mengenalmu, mencintaimu
Aku melafalkan hidupmu
Membiarkannya masuk menendang duniaku
Mendengarkan cerita hidupmu
Tersenyum setiap kamu melihatku
Kamu ada namun terasa tiada
Kamu tiada namun terasa ada
Aku lupa tanggal ulangtahunku
Tapi aku ingat semua tentang kamu
Tanganku tak cukup kuat membiarkanmu mengikatku
Menyeretku masuk ke duniamu dan menari diduniaku
Aku tetap mencintaimu biarpun terkadang kamu juga mencintaiku
Mungkin aku lelaki biasa diantara lelaki yg berada disekitarmu
Mendengarmu menceritakan mereka satu persatu
Aku berusaha untuk tidak cemburu
Karena siapa aku dihidupmu?
Aku selalu mengerti diriku yg tidak sebanding denganmu
Semoga lelaki yg sama sebanding tara mampu melihatmu seperti aku melihatmu
Dan mampu mencintaimu seperti aku mencintai dirimu
Kamis, 24 Maret 2011
Dia
Orang melihat dia melangkah
Tapi dia tidak melangkah
Mengiranya punya segalanya
Tapi tak punya segalanya
Dunianya berjalan keluar masuk tanpa keluar dari orbitnya
Dia bisa menjadi apa saja
Tapi tidak bisa menjadi sesuatu bagi orang lain
Seakan terikat tapi terbebas
Pemikirannya seperti liar namun kemayu
Terbelenggu tapi leluasa
Seakan ada walaupun tiada
Ataupun tiada walaupun ada
Tak pernah sama biarpun sifatnya sama
Dia cuma gadis kecil yg pintar memakai lipstik
Dia cuma wanita dewasa yg bermain boneka
Dia hidup agar bisa mati dan dia mati agar bisa hidup
Dimanapun dia, aku menuliskan ini untuknya..
Terbanglah walau tanpa sayap..
Dan hiduplah damai ditengah kekacauan..
Tapi dia tidak melangkah
Mengiranya punya segalanya
Tapi tak punya segalanya
Dunianya berjalan keluar masuk tanpa keluar dari orbitnya
Dia bisa menjadi apa saja
Tapi tidak bisa menjadi sesuatu bagi orang lain
Seakan terikat tapi terbebas
Pemikirannya seperti liar namun kemayu
Terbelenggu tapi leluasa
Seakan ada walaupun tiada
Ataupun tiada walaupun ada
Tak pernah sama biarpun sifatnya sama
Dia cuma gadis kecil yg pintar memakai lipstik
Dia cuma wanita dewasa yg bermain boneka
Dia hidup agar bisa mati dan dia mati agar bisa hidup
Dimanapun dia, aku menuliskan ini untuknya..
Terbanglah walau tanpa sayap..
Dan hiduplah damai ditengah kekacauan..
Rabu, 23 Maret 2011
Hilang
Derita tentang rasa kehilangan
Selalu rasa sakit yg menyambar
Menghantam kepala
Mengorek nadi
Aku hanya berkata, jangan pergi
Jangan biarkan lubang ini menganga
Hingga tak tersisa
Segala macam tentang arti memiliki
Langkahmu kian mendekat
Mendetak nadi yg jatuh menghilang
Perlahan seiring temaram
Hingga jemari lembutmu menyentuh
Jangan mendekat!
Jauhkan tubuhmu dari pelukanku
Karna tak mungkin lagi kulepaskan
Jika akhirnya kudapatkan kembali
Aku sering kehilangan, dan tidak akan kehilangan yg satu ini.
Selalu rasa sakit yg menyambar
Menghantam kepala
Mengorek nadi
Aku hanya berkata, jangan pergi
Jangan biarkan lubang ini menganga
Hingga tak tersisa
Segala macam tentang arti memiliki
Langkahmu kian mendekat
Mendetak nadi yg jatuh menghilang
Perlahan seiring temaram
Hingga jemari lembutmu menyentuh
Jangan mendekat!
Jauhkan tubuhmu dari pelukanku
Karna tak mungkin lagi kulepaskan
Jika akhirnya kudapatkan kembali
Aku sering kehilangan, dan tidak akan kehilangan yg satu ini.
Rembulan
Perempuan berkulit coklat bermata hangat dan berambut panjang
Yg duduk terdiam bertahtakan rembulan
Sajak sayu yg selalu kamu dendang
Sajak tentang pupus hati terkekang
Sibuk mencari cinta dimana kamu berada
Sibuk melihat jauh kedepan
Coba lihat seisi duniamu
Mungkin ada aku disitu
Dengarkanlah sampai abad yg tak lekang
Kepada siapa kamu mau berjuang?
Menapaki pilu dengan tangan menutup mata
Berlari dengan rambut terurai bertabur bintang
Dengarkanlah sampai abad yg tak lekang
Aku ada disini bercerita tentang hatimu yg kusayang
Kepada wanita berambut panjang
Kulit coklat mata hangat dan bertahtakan rembulan
Aku masih disini menanti panjang matamu tertuju padaku
Yg duduk terdiam bertahtakan rembulan
Sajak sayu yg selalu kamu dendang
Sajak tentang pupus hati terkekang
Sibuk mencari cinta dimana kamu berada
Sibuk melihat jauh kedepan
Coba lihat seisi duniamu
Mungkin ada aku disitu
Dengarkanlah sampai abad yg tak lekang
Kepada siapa kamu mau berjuang?
Menapaki pilu dengan tangan menutup mata
Berlari dengan rambut terurai bertabur bintang
Dengarkanlah sampai abad yg tak lekang
Aku ada disini bercerita tentang hatimu yg kusayang
Kepada wanita berambut panjang
Kulit coklat mata hangat dan bertahtakan rembulan
Aku masih disini menanti panjang matamu tertuju padaku
Raja dan Ratuku
Katakan sayang,
Apa kebutuhanmu
Katakan nak,
Apa yg kamu mau
Aku akan membuat jalanmu terbentang luas
Biarpun berliku biarpun curam dan terjal
Percayalah aku yg jadi batu penjurumu
Agar semua cita2mu terwujud
Peluk aku nak, cium aku
Jangan benci keadaanku
Biar jeruji menahan tangan untuk memelukmu
Namun mereka tak mampu menahan rasa sayangku
Buka matamu nak ini keadaanku
Jangan menangis sayang lebarkan sayapmu
Takkan kubiarkan sehelai rambut pun berani menyakitimu
karna kamulah raja kamulah ratu
Permata sakral buah hati cintaku
Yg masih nakal dan lugu
Apa kebutuhanmu
Katakan nak,
Apa yg kamu mau
Aku akan membuat jalanmu terbentang luas
Biarpun berliku biarpun curam dan terjal
Percayalah aku yg jadi batu penjurumu
Agar semua cita2mu terwujud
Peluk aku nak, cium aku
Jangan benci keadaanku
Biar jeruji menahan tangan untuk memelukmu
Namun mereka tak mampu menahan rasa sayangku
Buka matamu nak ini keadaanku
Jangan menangis sayang lebarkan sayapmu
Takkan kubiarkan sehelai rambut pun berani menyakitimu
karna kamulah raja kamulah ratu
Permata sakral buah hati cintaku
Yg masih nakal dan lugu
Pemabuk jalanan
Siapakah aku menerima cintamu?
Aku hanya pemabuk jalanan berteman dengan pelukan pelacur
Yg membagi rata hasil jerih payah
Hanya demi menyambung hidup
Siapakah aku mendapat kepercayaanmu?
Lidahku begitu panas nafasku begitu menyengat
Tubuhku begitu berat
Siapalah aku begitu kau memelukku?
Hujan badai adalah temanku
Siang terik juga sahabatku
Terimakasih untuk cintamu padaku
Bukan saja ini kuberikan
Apapun akan aku lakukan
Duduk manis dan lihat saja kemudian
Aku hanya pemabuk jalanan berteman dengan pelukan pelacur
Yg membagi rata hasil jerih payah
Hanya demi menyambung hidup
Siapakah aku mendapat kepercayaanmu?
Lidahku begitu panas nafasku begitu menyengat
Tubuhku begitu berat
Siapalah aku begitu kau memelukku?
Hujan badai adalah temanku
Siang terik juga sahabatku
Terimakasih untuk cintamu padaku
Bukan saja ini kuberikan
Apapun akan aku lakukan
Duduk manis dan lihat saja kemudian
My Way
Even if I'm still not enough for you,
I'll make sure that I'm enough for you. With my way.
With my own way
I'll make you love me as much as I love you, or even more, though it's hard I guess, but I'll try.
Don't you know that I have a billion ways to make sure that your wild eyes will always see me.
Just me and only me.
If there's 1000 ways failed.
I'll make the 1001 way after it
I'm not good enough for you, and so do you.
That's why we'll trying to be more than good each other.
By : rara
I'll make sure that I'm enough for you. With my way.
With my own way
I'll make you love me as much as I love you, or even more, though it's hard I guess, but I'll try.
Don't you know that I have a billion ways to make sure that your wild eyes will always see me.
Just me and only me.
If there's 1000 ways failed.
I'll make the 1001 way after it
I'm not good enough for you, and so do you.
That's why we'll trying to be more than good each other.
By : rara
Botol Kaca
Ditengah deru nafas kita
Bayangan berdua terpampang di botol kaca
Ada bayangan kamu dan aku
Terpagut mengadu cinta
Desahan serumu memacu
Adrenalin kita menyatu
Hilang sudah perih dunia ini
Ketika kita memadu kasih
Lidahmu menggores setiap peluhku
Seperti kuas dengan kanvas kosong
Putih bersih dan siap diisi
Diisi dengan warna penuh cinta
Aku tidak melihat kebohongan di bayangan botol kaca itu
Kebohongan yg biasa aku lakukan
Kebohongan yg biasa kamu terima
Kali ini kita saling jujur
Botol kaca itu menjadi saksi
Apapun kita, perbedaan kita, status kita cinta bisa merubahnya
Dari dua berbeda
Menjadi satu sempurna
Bayangan berdua terpampang di botol kaca
Ada bayangan kamu dan aku
Terpagut mengadu cinta
Desahan serumu memacu
Adrenalin kita menyatu
Hilang sudah perih dunia ini
Ketika kita memadu kasih
Lidahmu menggores setiap peluhku
Seperti kuas dengan kanvas kosong
Putih bersih dan siap diisi
Diisi dengan warna penuh cinta
Aku tidak melihat kebohongan di bayangan botol kaca itu
Kebohongan yg biasa aku lakukan
Kebohongan yg biasa kamu terima
Kali ini kita saling jujur
Botol kaca itu menjadi saksi
Apapun kita, perbedaan kita, status kita cinta bisa merubahnya
Dari dua berbeda
Menjadi satu sempurna
Selasa, 22 Maret 2011
serigala
Aku menginginkanmu
Tubuh dan nyawamu
Mengasah taringku
Untuk menangkapmu
Aku meneriakkan namamu
melihatmu diatas langit
Mencoba menangkapmu
Yg ternyata refleksi bayanganmu di air
aku menginginkanmu
Hidup setengah mati tanpamu
Mengarahkan cakarku kearahmu
Seperti serigala merindukan bulan
hanya dirimu yg mampu
Membinasakan rasa yg membelenggu
Bukan hanya pola riak
Biarpun habis aku berteriak
Seperti serigala merindukan bulan
Cakar dan taringku tak sampai
Berharap kamu ada dipangkuan
Yg membakar rasa buas hingga usai
Tubuh dan nyawamu
Mengasah taringku
Untuk menangkapmu
Aku meneriakkan namamu
melihatmu diatas langit
Mencoba menangkapmu
Yg ternyata refleksi bayanganmu di air
aku menginginkanmu
Hidup setengah mati tanpamu
Mengarahkan cakarku kearahmu
Seperti serigala merindukan bulan
hanya dirimu yg mampu
Membinasakan rasa yg membelenggu
Bukan hanya pola riak
Biarpun habis aku berteriak
Seperti serigala merindukan bulan
Cakar dan taringku tak sampai
Berharap kamu ada dipangkuan
Yg membakar rasa buas hingga usai
Minggu, 20 Maret 2011
titik koma
Pada suatu rentetan huruf abjad berbaris
Adalah tanda (.) yg mencintai tanda (,)
Namun sayang bukan kepalang
Tanda titik dan koma takkan bisa bersatu
Mereka saling cinta saling memandang jauh kedepan
Sayang seribu sayang tatanan cara baca tak dapat berubah
Kisah cinta ironis mereka menjadi pembicaraan
Mulai dari pensil, penghapus dan penggaris
Suatu kala pena sang bijaksana mendengar kisah tersebut
Gundah hatinya dan menangis
Setitik tinta jatuh tepat diatas tanda koma
Menjadikan mereka (;)
Dengan ini kamu akan terus bersatu
Sambil pergi meninggalkan tanda titik dan koma berdua
Dan seluruh abjad bersuka ria
Menyaksikan cinta tanda (;) yg akhirnya dapat bersatu
Adalah tanda (.) yg mencintai tanda (,)
Namun sayang bukan kepalang
Tanda titik dan koma takkan bisa bersatu
Mereka saling cinta saling memandang jauh kedepan
Sayang seribu sayang tatanan cara baca tak dapat berubah
Kisah cinta ironis mereka menjadi pembicaraan
Mulai dari pensil, penghapus dan penggaris
Suatu kala pena sang bijaksana mendengar kisah tersebut
Gundah hatinya dan menangis
Setitik tinta jatuh tepat diatas tanda koma
Menjadikan mereka (;)
Dengan ini kamu akan terus bersatu
Sambil pergi meninggalkan tanda titik dan koma berdua
Dan seluruh abjad bersuka ria
Menyaksikan cinta tanda (;) yg akhirnya dapat bersatu
si manis jembatan
Terlelap dibuai angin
Bersandar dibangku taman
Disorot lampu jalanan
Disamping mobil berlalu lalang
Dengan dress putih ketat
Lekuk tubuh yg mencuat
Gincu dan make up melekat
Siap-siap mendekat pasti disikat
Setiap mata pasti melihat
Biarpun hanya sekedar lewat
Ada yg berhenti untuk mengumpat
Ada juga yg minta dijilat
Ahh si manis jembatan hitam
Dengan hidup biru kelam
Dengan masalalu hitam legam
Hanya untuk mencari makan
Bersandar dibangku taman
Disorot lampu jalanan
Disamping mobil berlalu lalang
Dengan dress putih ketat
Lekuk tubuh yg mencuat
Gincu dan make up melekat
Siap-siap mendekat pasti disikat
Setiap mata pasti melihat
Biarpun hanya sekedar lewat
Ada yg berhenti untuk mengumpat
Ada juga yg minta dijilat
Ahh si manis jembatan hitam
Dengan hidup biru kelam
Dengan masalalu hitam legam
Hanya untuk mencari makan
pendosa
Tak pernah tertidur
Berlari hingga kaki berdarah
Mengucur perlahan menyisakan jejak
Merah merona di tanah tandus
Maut menghadang
Setan pun ku terjang
Dan aku tertawa
Ketika iblis tunduk menyembah
Mimpi yg telah hancur
Gelap dan pekat
Hanya terdengar teriakan
Dan gertak gigi di besi2 panas
dosa membanjiri tubuhku
Hanyut terbawa sungai darah
Menuju ke alam bawah tanah
Hidup diantara cacing jelantah
Tuhan! Tuhan! Dimana Dia?
Tarik tanganku sejukkan langkahku
Cucukkan saja jari-Mu ke air
Dan teteskan kelidahku
Tuhan! Tuhan! Tolong aku!
Kirimkan malaikat sucimu angkat aku
Tubuhku lebur tulang pun tak bersisa
Hanya penyesalan yg sudah tak berguna
Berlari hingga kaki berdarah
Mengucur perlahan menyisakan jejak
Merah merona di tanah tandus
Maut menghadang
Setan pun ku terjang
Dan aku tertawa
Ketika iblis tunduk menyembah
Mimpi yg telah hancur
Gelap dan pekat
Hanya terdengar teriakan
Dan gertak gigi di besi2 panas
dosa membanjiri tubuhku
Hanyut terbawa sungai darah
Menuju ke alam bawah tanah
Hidup diantara cacing jelantah
Tuhan! Tuhan! Dimana Dia?
Tarik tanganku sejukkan langkahku
Cucukkan saja jari-Mu ke air
Dan teteskan kelidahku
Tuhan! Tuhan! Tolong aku!
Kirimkan malaikat sucimu angkat aku
Tubuhku lebur tulang pun tak bersisa
Hanya penyesalan yg sudah tak berguna
Rabu, 16 Maret 2011
pemabuk dan cintanya II
jangan pecahkan hatiku seperti botol barusan
Biar sepahit apapun rasa bir hitam, lebih pahit jika rasa ini kamu abaikan
Biar sepahit apapun rasa bir hitam, lebih pahit jika rasa ini kamu abaikan
pemabuk dan cintanya I
Dia mencintaimu melalui fermentasi sempurna
bermata merah dan bernyanyi lagu cinta seperti indonesia raya
Tidak memiki alasan kapan, mengapa, bagaimana dan dimana
Selalu terasa tagih akan seteguk dirimu
Cintanya mampu meruntuhkan rasa manis gula menjadi alkohol
Rasa yg siap membuat kepayang
Terangsang akibat pemanasan perasaan
Yg mengalir melalu darah menyerang kepala
Tanpa akal dan logika
Rasa cinta dipendam untuk menghasilkan protein dan tanin
Karna waktu yg tepat adalah cara agar cita rasa cinta itu sempurna
Begitu pahit begitu nikmat begitu memikat
Melalui pasteurisasi untuk menghilangkan kuman dan bakteri dihidupnya
Kuman yg menjadikannya sampah dan bakteri yg menjadikannya terhina
Pemabuk itu hanya punya harga diri yg tersimpan dalam kaleng dan botol
Agar tidak menguap dan mengurangi cita rasa itu sendiri
Harga diri sebagai pemabuk dan seorang manusia
Harus dihargai dan dicintai
Kamu yg membakar dada
Mampu menjadi candu dipikiran
Menggetarkan dunia yg selalu selau berputar
Menjadikan sayap terbentang luas menyusuri tiap lekuk tubuhmu
Bagaimana jika aku pemabuk itu?
Karna pemabuk yg jatuh cinta,
Sama seperti macan yg diberi sayap.
bermata merah dan bernyanyi lagu cinta seperti indonesia raya
Tidak memiki alasan kapan, mengapa, bagaimana dan dimana
Selalu terasa tagih akan seteguk dirimu
Cintanya mampu meruntuhkan rasa manis gula menjadi alkohol
Rasa yg siap membuat kepayang
Terangsang akibat pemanasan perasaan
Yg mengalir melalu darah menyerang kepala
Tanpa akal dan logika
Rasa cinta dipendam untuk menghasilkan protein dan tanin
Karna waktu yg tepat adalah cara agar cita rasa cinta itu sempurna
Begitu pahit begitu nikmat begitu memikat
Melalui pasteurisasi untuk menghilangkan kuman dan bakteri dihidupnya
Kuman yg menjadikannya sampah dan bakteri yg menjadikannya terhina
Pemabuk itu hanya punya harga diri yg tersimpan dalam kaleng dan botol
Agar tidak menguap dan mengurangi cita rasa itu sendiri
Harga diri sebagai pemabuk dan seorang manusia
Harus dihargai dan dicintai
Kamu yg membakar dada
Mampu menjadi candu dipikiran
Menggetarkan dunia yg selalu selau berputar
Menjadikan sayap terbentang luas menyusuri tiap lekuk tubuhmu
Bagaimana jika aku pemabuk itu?
Karna pemabuk yg jatuh cinta,
Sama seperti macan yg diberi sayap.
Minggu, 13 Maret 2011
hati kaca
Perlahan mendekat
Jejak langkah merah darah
Di lorong hitam putih
Menyapa sendu keberadaanku
Menyebut namaku dengan lembut
Mengusap keningku
Mengecup pipiku
Dan berbaring disampingku
Tahu apa kamu tentang rasa kehilangan?
Jika maaf adalah obat lain cerita jika kamu berkata
Adakah demikian terlintas begitu saja?
Sajak tentang hati yg luka
Jika merindumu adalah uang mungkin aku bisa membeli gunung
Jika merindumu adalah sakit mungkin aku sudah mati
Aku terlahir dengan satu hati
Rapuh seperti botol kaca
Jangan pecahkan lagi sayang
Karena sudah tidak bersisa
Jejak langkah merah darah
Di lorong hitam putih
Menyapa sendu keberadaanku
Menyebut namaku dengan lembut
Mengusap keningku
Mengecup pipiku
Dan berbaring disampingku
Tahu apa kamu tentang rasa kehilangan?
Jika maaf adalah obat lain cerita jika kamu berkata
Adakah demikian terlintas begitu saja?
Sajak tentang hati yg luka
Jika merindumu adalah uang mungkin aku bisa membeli gunung
Jika merindumu adalah sakit mungkin aku sudah mati
Aku terlahir dengan satu hati
Rapuh seperti botol kaca
Jangan pecahkan lagi sayang
Karena sudah tidak bersisa
dewa dan cinta
Sudah kubilang
Jangan menyelam lebih dalam
Mencoba mengetahui arti ini
Arti cintaku melebihi cinta yg kau pahami
Lebih dari Aphrodite
Lebih dari neputunus kepada laut
Terus melejit
Jauh jauh lebih dalam dari palung laut
Sudah kubilang
Tak bisa kamu memahami
Kamu hanya bisa merasakan
Lebih daripada zeus kepada manusia
Menyatu dengan semesta
Melebur didasar ombak
Melekat bagai atlas kepada bumi
Menopang dirimu yg menggila disini
Terus terus melaju
Lewati abad yg tak lekang
Menjauh kita pahami
Arti dari sama yg mengekang
Kepadamu dengan penuh cinta
Akulah jalanmu
menjadi batu penjurumu
menuju keabadian cinta
Jangan menyelam lebih dalam
Mencoba mengetahui arti ini
Arti cintaku melebihi cinta yg kau pahami
Lebih dari Aphrodite
Lebih dari neputunus kepada laut
Terus melejit
Jauh jauh lebih dalam dari palung laut
Sudah kubilang
Tak bisa kamu memahami
Kamu hanya bisa merasakan
Lebih daripada zeus kepada manusia
Menyatu dengan semesta
Melebur didasar ombak
Melekat bagai atlas kepada bumi
Menopang dirimu yg menggila disini
Terus terus melaju
Lewati abad yg tak lekang
Menjauh kita pahami
Arti dari sama yg mengekang
Kepadamu dengan penuh cinta
Akulah jalanmu
menjadi batu penjurumu
menuju keabadian cinta
cinta mati
Aku cinta kamu cinta aku
Bagaimana cara kita habiskan malam ini?
Dengan lagu punkrock dan sebotol vodka
Bersama kita kebut mobil setanku
Mabuk dan tertawa terbahak dgn adrenalin menggebu
Secepat lampu2 kota yg terlintas dikaca
Diperempatan cahaya kuning menyalak dengan bunyi klakson
Dan.... Brakkkk!!!!
Aku cinta kamu cinta aku
Melihatmu berdarah tersenyum tanpa penyesalan
Senyum hitam tulus dari jantung
Mata berkaca dan nadi yg mulai berhenti
Kamu bisikan kata, 'I love u..' Sembari membalut kepalaku yg berdarah dengan tanganmu
Darah kita bersatu..
Aku cinta kamu cinta aku
Bersama gelap mata perlahan terbang tinggi
Aku cinta kamu cinta aku
Inilah awal cinta mati kita berasal
Bagaimana cara kita habiskan malam ini?
Dengan lagu punkrock dan sebotol vodka
Bersama kita kebut mobil setanku
Mabuk dan tertawa terbahak dgn adrenalin menggebu
Secepat lampu2 kota yg terlintas dikaca
Diperempatan cahaya kuning menyalak dengan bunyi klakson
Dan.... Brakkkk!!!!
Aku cinta kamu cinta aku
Melihatmu berdarah tersenyum tanpa penyesalan
Senyum hitam tulus dari jantung
Mata berkaca dan nadi yg mulai berhenti
Kamu bisikan kata, 'I love u..' Sembari membalut kepalaku yg berdarah dengan tanganmu
Darah kita bersatu..
Aku cinta kamu cinta aku
Bersama gelap mata perlahan terbang tinggi
Aku cinta kamu cinta aku
Inilah awal cinta mati kita berasal
bis kota
Malam ini terang bulan
Berhias lampu kota yg temaram
Mobil yg sibuk berlalu lalang
Tidak kurang juga si kupu malam
Aku dideretan kursi belakang
Bersama segala rupa penumpang
Dan melihat kamu disitu
Tetap di jam pulang yg sama
Jelas tercium parfum murah
Tercampur bau peluh penat hari ini
Mengunyah permen karet
Melihat keluar jendela
Boleh tahu siapa nama tuan?
Manis parasnya bagus tubuhnya
Selalu ingin kukatakan itu
Namun aku tetap dikursi belakang
Boleh tahu siapa nama tuan?
Manis parasnya bagus tubuhnya
Selagi aku menerawang
Seniman jalanan bernyanyi lagu
Berjudul punk rock jalanan
Berhias lampu kota yg temaram
Mobil yg sibuk berlalu lalang
Tidak kurang juga si kupu malam
Aku dideretan kursi belakang
Bersama segala rupa penumpang
Dan melihat kamu disitu
Tetap di jam pulang yg sama
Jelas tercium parfum murah
Tercampur bau peluh penat hari ini
Mengunyah permen karet
Melihat keluar jendela
Boleh tahu siapa nama tuan?
Manis parasnya bagus tubuhnya
Selalu ingin kukatakan itu
Namun aku tetap dikursi belakang
Boleh tahu siapa nama tuan?
Manis parasnya bagus tubuhnya
Selagi aku menerawang
Seniman jalanan bernyanyi lagu
Berjudul punk rock jalanan
aura mabuk
Mata pelo bukan kepayang
Dunia bergoyang kepala melayang
Nada bicara begitu cepat
Tapi gerakan tangan kaki makin lambat
Mata pelo bukan kepayang
Dunia bergoyang kepala melayang
Sendawa juga sendu cerita satu
Entah hati atau otak meradang pilu
Mata pelo bukan kepayang
Dunia bergoyang kepala melayang
Tersisa tawa dan siksa
Menghantam darah membuka luka
Mata pelo bukan kepayang
Dunia bergoyang kepala melayang
Nada berat mimpi berlebihan
cuma alkohol yg bisa menahan
Apa yg harus ku apa kan
Dunia bergoyang kepala melayang
Nada bicara begitu cepat
Tapi gerakan tangan kaki makin lambat
Mata pelo bukan kepayang
Dunia bergoyang kepala melayang
Sendawa juga sendu cerita satu
Entah hati atau otak meradang pilu
Mata pelo bukan kepayang
Dunia bergoyang kepala melayang
Tersisa tawa dan siksa
Menghantam darah membuka luka
Mata pelo bukan kepayang
Dunia bergoyang kepala melayang
Nada berat mimpi berlebihan
cuma alkohol yg bisa menahan
Apa yg harus ku apa kan
Sabtu, 12 Maret 2011
semalam
Terpapar sebuah pemandangan diantara dua bukit berdampingan
Dua jengkal dari sana bibirnya yg selalu menggoda, ya dari sana cintaku berasal.
Kurasakan harum tubuhnya, buatku membatu dengan penuh rasa
Aromanya membuatku gila, penuh fantasi, imajinasi yg begitu liar dan dalam.
Detik demi detik berlalu bagaikan bulir-bulir air mengarungi waktu yg tak pernah berbohong memutarkan nalar logika, membalikkan fakta
Jemari kaku dan semua tampak begitu semu
Dan kamu hanya terbaring seperti itu menungguku melakukan sesuatu
Keanggunanmu buatku melamun, kau buatku bagaikan penyamun, haus akan aromamu
Jujur aku tak kuasa menahan hasrat, menggebu liar. Ingin rasanya menabrakkan tubuhku ke tembok menghilangkan cenat cenut dikepala
Sejenak kemudian kau bawaku ke alam liar, bergumul ditemani asap dari tembikar
Kepalaku seperti cerobong asap. Mengepul deras, melambung tinggi jauh ke awan.
Menahanku perlahan, lepaskan beban, berhenti dan menari tanpa sungkan
Aku pun berdiri duduk diatas tubuhmu, biarkanmu melihat sesukamu seluk beluk lekuk setiap inci propertiku
Peluh berjatuhan, menjadi saksi dan teman perjalanan
Kukecup perlahan dari dahi hingga ujung kaki
Kamu menikmati tiap sapuan kuas lidahku yg melumat tiap baris tubuhmu
Tercipta gestur yang melantur, nafasku tak teratur terdengar seperti mendengkur
Selangkah lagi sayang, satu malam lagi terlewati.
Sempurna, kau dan aku berbaring tak berdaya
Kamu jelas membuatku melayang, hingga membentuk rasi bintang menuju ke semesta yg tak lekang
Rapuh mulai terasa saat tubuhmu menghilang di balik kabut, tinggal diriku bertabur kalut
Memudar hilang seperti kabut panas, tenggelam larut seperti putih gula di secangkir kopi panas.
semakin kucari, semakin kau larut..
Dan benar saja itu semua hanya fatamorgana, khalayan liar. Hanya ada aku terbaring sendiri dikamar
Tersudut oleh tatapan lampu yang terlupa sejak kau merasuki pikiranku
Aku terbangun dengan celana basah, ahh... Mimpi yg gila.
A.O
Dua jengkal dari sana bibirnya yg selalu menggoda, ya dari sana cintaku berasal.
Kurasakan harum tubuhnya, buatku membatu dengan penuh rasa
Aromanya membuatku gila, penuh fantasi, imajinasi yg begitu liar dan dalam.
Detik demi detik berlalu bagaikan bulir-bulir air mengarungi waktu yg tak pernah berbohong memutarkan nalar logika, membalikkan fakta
Jemari kaku dan semua tampak begitu semu
Dan kamu hanya terbaring seperti itu menungguku melakukan sesuatu
Keanggunanmu buatku melamun, kau buatku bagaikan penyamun, haus akan aromamu
Jujur aku tak kuasa menahan hasrat, menggebu liar. Ingin rasanya menabrakkan tubuhku ke tembok menghilangkan cenat cenut dikepala
Sejenak kemudian kau bawaku ke alam liar, bergumul ditemani asap dari tembikar
Kepalaku seperti cerobong asap. Mengepul deras, melambung tinggi jauh ke awan.
Menahanku perlahan, lepaskan beban, berhenti dan menari tanpa sungkan
Aku pun berdiri duduk diatas tubuhmu, biarkanmu melihat sesukamu seluk beluk lekuk setiap inci propertiku
Peluh berjatuhan, menjadi saksi dan teman perjalanan
Kukecup perlahan dari dahi hingga ujung kaki
Kamu menikmati tiap sapuan kuas lidahku yg melumat tiap baris tubuhmu
Tercipta gestur yang melantur, nafasku tak teratur terdengar seperti mendengkur
Selangkah lagi sayang, satu malam lagi terlewati.
Sempurna, kau dan aku berbaring tak berdaya
Kamu jelas membuatku melayang, hingga membentuk rasi bintang menuju ke semesta yg tak lekang
Rapuh mulai terasa saat tubuhmu menghilang di balik kabut, tinggal diriku bertabur kalut
Memudar hilang seperti kabut panas, tenggelam larut seperti putih gula di secangkir kopi panas.
semakin kucari, semakin kau larut..
Dan benar saja itu semua hanya fatamorgana, khalayan liar. Hanya ada aku terbaring sendiri dikamar
Tersudut oleh tatapan lampu yang terlupa sejak kau merasuki pikiranku
Aku terbangun dengan celana basah, ahh... Mimpi yg gila.
A.O
Kamis, 10 Maret 2011
linger - the cranberries
If you, if you could return
Don’t let it burn, don’t let it fade
I’m sure I’m not being rude
But it’s just your attitude
It’s tearing me apart
It’s ruining everything
And I swore, I swore I would be true
And honey so did you
So why were you holding her hand
Is that the way we stand
Were you lying all the time
Was it just a game to you
But I’m in so deep
You know I’m such a fool for you
You got me wrapped around your finger
Do you have to let it linger
Do you have to, do you have to
Do you have to let it linger
Oh, I thought the world of you
I thought nothing could go wrong
But I was wrong
I was wrong
If you, if you could get by
Trying not to lie
Things wouldn’t be so confused
And I wouldn’t feel so used
But you always really knew
I just wanna be with you
And I’m in so deep
You know I’m such a fool for you
You got me wrapped around your finger
Do you have to let it linger
Do you have to. do you have to
Do you have to let it linger
And I’m in so deep
You know I’m such a fool for you
You got me wrapped around your finger
Do you have to let it linger
Do you have to, do you have to
Do you have to let it linger
You know I’m such a fool for you
You got me wrapped around your finger
Do you have to let it linger
Do you have to, do you have to
Do you have to let it linger
Lagu ini lagu paling manis.. :)
Don’t let it burn, don’t let it fade
I’m sure I’m not being rude
But it’s just your attitude
It’s tearing me apart
It’s ruining everything
And I swore, I swore I would be true
And honey so did you
So why were you holding her hand
Is that the way we stand
Were you lying all the time
Was it just a game to you
But I’m in so deep
You know I’m such a fool for you
You got me wrapped around your finger
Do you have to let it linger
Do you have to, do you have to
Do you have to let it linger
Oh, I thought the world of you
I thought nothing could go wrong
But I was wrong
I was wrong
If you, if you could get by
Trying not to lie
Things wouldn’t be so confused
And I wouldn’t feel so used
But you always really knew
I just wanna be with you
And I’m in so deep
You know I’m such a fool for you
You got me wrapped around your finger
Do you have to let it linger
Do you have to. do you have to
Do you have to let it linger
And I’m in so deep
You know I’m such a fool for you
You got me wrapped around your finger
Do you have to let it linger
Do you have to, do you have to
Do you have to let it linger
You know I’m such a fool for you
You got me wrapped around your finger
Do you have to let it linger
Do you have to, do you have to
Do you have to let it linger
Lagu ini lagu paling manis.. :)
Selasa, 08 Maret 2011
kata ajaib
Dia berlari di kemilau cahaya rembulan
Terkadang terengah menahan napas
Tubuhnya semakin berat
Kakinya berlari tertatih menahan darah
"Dia sekarat!"
Teriak gadis berkerudung ungu
Mencoba meraihnya namun tak kuasa
Dia liar, bak binatang buas
Menggigit dan berbisa
Coba dengar apa yg gadis itu katakan,
"Apa yg kamu cari membuatmu bahagia?"
Rasanya batin tercambuk!!
Sedikit membungkuk dia menangis
Meringis pilu yg membengkokkan hatinya
Siapa sangka sekalimat itu menampar malunya?
Menunmbuhkan penyesalan dalam hingar bingar malam
"Katakan padaku, kapan kamu berhenti?"
Gadis itu bertanya lagi
Dia hanya bisa menangis meringkik
Seperti kuda yg terusik
Menggaruk tanah hingga kuku berdarah
"Lihatlah! Gadis dengan kata ajaibnya menundukkan si buas!"
Teriak orang sekampung membawa obor juga parang
Berbondong-bondong mereka memasang kuda-kuda untuk menyerang
Memaksa dia hingga lari dari kenyataan,
Hidup enggan mati pun tak mau
Itu harapan mereka untuk dia
Namun lihatlah, dia yg dijuluki si buas tanpa nadi dan hati merunduk sujud
Kepada gadis kecil dengan kata ajaibnya
Menembus telinga, menusuk hati, menggampar harga diri
Perlahan tapi pasti dia tenggelam dalam darahnya sendiri
Sedetik lagi bersiap untuk mati, dia tersenyum pada gadis dan mengucapkan,
"Terima kasih"
Terkadang terengah menahan napas
Tubuhnya semakin berat
Kakinya berlari tertatih menahan darah
"Dia sekarat!"
Teriak gadis berkerudung ungu
Mencoba meraihnya namun tak kuasa
Dia liar, bak binatang buas
Menggigit dan berbisa
Coba dengar apa yg gadis itu katakan,
"Apa yg kamu cari membuatmu bahagia?"
Rasanya batin tercambuk!!
Sedikit membungkuk dia menangis
Meringis pilu yg membengkokkan hatinya
Siapa sangka sekalimat itu menampar malunya?
Menunmbuhkan penyesalan dalam hingar bingar malam
"Katakan padaku, kapan kamu berhenti?"
Gadis itu bertanya lagi
Dia hanya bisa menangis meringkik
Seperti kuda yg terusik
Menggaruk tanah hingga kuku berdarah
"Lihatlah! Gadis dengan kata ajaibnya menundukkan si buas!"
Teriak orang sekampung membawa obor juga parang
Berbondong-bondong mereka memasang kuda-kuda untuk menyerang
Memaksa dia hingga lari dari kenyataan,
Hidup enggan mati pun tak mau
Itu harapan mereka untuk dia
Namun lihatlah, dia yg dijuluki si buas tanpa nadi dan hati merunduk sujud
Kepada gadis kecil dengan kata ajaibnya
Menembus telinga, menusuk hati, menggampar harga diri
Perlahan tapi pasti dia tenggelam dalam darahnya sendiri
Sedetik lagi bersiap untuk mati, dia tersenyum pada gadis dan mengucapkan,
"Terima kasih"
Langganan:
Komentar (Atom)
