Sebentar lagi dia menang, aku pun tertawa, "aku menang! Aku segalanya aku!" tak lagi dapat berbicara sampai satu detik berubah kebelakang, aku lagi menang, "sudahlah...dunia terlalu buatku lelah.." ujarku mengenang...
Lagi. Lagi. Lagi. Lagi.
Tiap malam silih berganti antara satu dan satu yg lain. Cukup jangan ada yg ketiga sebelum aku benar2 gila. Entah sudah malam keberapa aku terbawa kemana-mana. Berbicara dengan yg lain pun percuma, mereka menghakimiku yg terlahir kafir. Mereka bilanglah aku haram, bilanglah aku jauh dari Tuhan. Seakan mengenal-Nya lebih dari siapapun. Tapi kutuk inilah berkat ku dari-Nya. Pikirku. Kenapa? Entahlah... Mungkin biar aku gak sendirian. Hehehe

Tidak ada komentar:
Posting Komentar