Kamis, 19 Desember 2013

Lima belas menit

Perlahan dalam kesunyian kenangan. Hanya gambar bergerak tanpa suara yg diperagakan. "seperti pantonim", pikirku singkat. Lambat laun mengalun dalam buainya hangat. Menyentuh telapak kaki perlahan dan berhenti di pangkal paha. Mengulum lembutlah pada kenangan memainkan wayangan mesum. Kocok perlahan seiring rindu yg muncul untuk merasakannya sekali lagi. Sekali lagi untuk diam disini, sekali lagi menemani birahi, sekali lagi menyentuh pipi dan turun ke bibir. Alunan dan detak saling menyahut akhirnya ku temui irana pada bait terakhir untuk tuntaskan segala. Dan rindu yang tertahan terlepas sehela nafas... Bibit-bibit penghujam rindu yg harusnya merebah diatas pusarmu, dulu. Melalang buana pula khayalku dan bertemu sesal berkelanjutan. "lagi lagi lagi... Gila...", ucapku mengusap sisanya. Dan tarik mundur lima belas menit sebelumnya, pada mulanya aku memikirkan kamu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut