Semakin kuingat semakin samar
Mimpi tentangmu, hidup dan matimu
Bisikanmu masih kudengar
Sentuhanmu masih kurasa
Pulanglah sayang, ketuk hatiku
Dan bawaku dgn mimpi bunuh aku dgn rindu
Pulanglah sayang, ketuk hidupku
Bawalah padaku dirimu yg kunanti dgn segala rindu penuh debu dari masalalu
Kembalikan padaku, hidup dan matiku.
Jika terangmu yg buatku berpijar, mana dirimu disaatku berpendam?
Adakalanya cinta datang dan pergi, namun ada satu fase dimana cinta diam dan menerima semua hal yg tak bisa diterima.
Lempar aku seperti batu kecil di danau, biarlah tenggelam dan jangan menyelam untuk memungutku lagi.
Biarkan aku disitu, sampai danau sendu surut dan lihatlah aku masih menunggumu didasarnya.
Rabu, 29 Agustus 2012
Selasa, 28 Agustus 2012
Teh di pagi hari
Selamat pagi, manis. Aku ingin sekali lg menjadi teh mu dipagi hari, disaat perutmu sakit bulanan dan moodmu yg berantakan.
Gak perlu lagi gula, karena esensi gula pun terlekat padamu, pada bibirmu, yg masih membekas di kepala dan indra perasa.
Tapi teh-nya sudah dingin, bahkan basi. Mungkin tawamu pun tak tersisa ketika aku salah mengeja teh menjadi the, entah ingat atau gak kita sering tertawa karena itu, dulu. Namun cangkir yg biasa aku siapkan masih ada dan menunggumu untuk mengisinya kembali. Itu pun jika kamu mau. Itu pun jg jika aku bisa.
Jujur, aku ingin membencimu dan lupa menyiapkan cangkir itu setiap pagi. Tapi apa bisa aku melupakan hal yg aku benci?
Kekasih tulisanku, ingat ada hatiku yg terselip disetiap kata dan spasi ini. Sedikit yg berbisik agar kamu cepat kembali, ada juga yg berteriak agar kamu cepat mati.
Karena yg ku tau, jika dengan teh rasa rindu tak ku temu dirimu, dengan tiang air mata sepanjang apa mampu ku hanyutkan dirimu?
Gak perlu lagi gula, karena esensi gula pun terlekat padamu, pada bibirmu, yg masih membekas di kepala dan indra perasa.
Tapi teh-nya sudah dingin, bahkan basi. Mungkin tawamu pun tak tersisa ketika aku salah mengeja teh menjadi the, entah ingat atau gak kita sering tertawa karena itu, dulu. Namun cangkir yg biasa aku siapkan masih ada dan menunggumu untuk mengisinya kembali. Itu pun jika kamu mau. Itu pun jg jika aku bisa.
Jujur, aku ingin membencimu dan lupa menyiapkan cangkir itu setiap pagi. Tapi apa bisa aku melupakan hal yg aku benci?
Kekasih tulisanku, ingat ada hatiku yg terselip disetiap kata dan spasi ini. Sedikit yg berbisik agar kamu cepat kembali, ada juga yg berteriak agar kamu cepat mati.
Karena yg ku tau, jika dengan teh rasa rindu tak ku temu dirimu, dengan tiang air mata sepanjang apa mampu ku hanyutkan dirimu?
Minggu, 26 Agustus 2012
ilusi, cinta itu kamu
P : Cinta adalah perangkap. Ketika ia muncul, kita hanya melihat cahayanya, bukan sisi gelapnya..
P : Aku jatuh ke perangkapnya..
P : Kemana perginya cahaya? Aku hilang dalam kegelapan..
A : Berharap bayanganmu selalu muncul, dan tak hilang saat gelap
A : Menginginkanmu seperti membutuhkanmu.. Mencarimu menangisimu hingga larut tenggelam karenanya
P : Dalam keadaan itu, aku mengalami ketidak mengertian total tentang cinta yang ku kira ada..
P : Lalu segalanya mendadak menjadi hampa, begitu sepi dari makna..
A : Kukira nyata, dan kukira semestinya..
A : Ini bukan cerita cinta, ini cerita tentang cinta
A : Tentang mereka yg jatuh cinta, menghadapi dan membayar dengan seharusnya
A : Dan ada juga tentang mereka yg menyerah karena mereka tau tak pantas didalamnya
P : Dimana aku sekarang? Nanti juga kau pasti tahu.. Aku tak pernah pergi jauh, kau tau itu. Aku hanya sedang bersembunyi saja.
A : Jatuh kedalam lingkaran yg tak berujung
A : Yang menggambarkan kebahagiaan dan senyuman
P : Sebagian diriku takut melihat cahaya itu lagi, karena aku tau cinta adalah perangkap. Siapa yang akan bertanggung jawab bila pada akhirnya aku jatuh ke dalam kegelapan lagi?
P : Hey, aku tetap mencintaimu..
A : Sayang, cerita tidak selalu berakhir bahagia dan senyuman
A : Biarlah saat kamu datang lagi, aku tetap ada, saat kamu hilang, aku tetap mencari
P : Kau? Menyia-nyiakan waktumu? Jangan tunggu aku. Itu ironi bagiku..
P : Mungkin masalah kita hanya satu, kita sering lupa bahwa cinta adalah kata lain dari saling mendengarkan.. Sebab, mendengarkan adalah saling membuka diri: saling memberi.. Dan menerima dengan tulus.
P : Apalah arti cinta yang sebenarnya? Apakah kamu masih ingin memilikiku?
P : Apakah hasrat itu ada? Jika jawaban mu iya. Aku tak yakin cintamu tulus..
P : Aku memang jauh darimu, keberadaanku saja kamu tak tau.. Aku sengaja.. Menikmati waku di dalam kegelapan ini. Mencandu rindu yang selalu hadir di mimpiku..
A : Seharusnya kamu tau, aku tak biasa tanpa dirimu.. Seharusnya kamu mengerti aku tenggelam terlalu dalam karena rasa itu.
A : Bersenggama dengan kesepian, menunggu datang tiap malam
A : Hingga anganku terbawa kepulan asap yg rokok dalam ruangan sempit
A : Mencari celah untuk keluar... Merasakannya lagi, sekali dua kali, berkali-kali
A : Mencari dirimu..
P : Sungguh, dalam hati, aku mengingatmu, merindumu, memujimu.. Dan bila aku pernah berbuat salah, kata-kataku, tindakanku, pikiranku, emosiku, dan segala hal yang aku lakukan kepadamu dan menyakitimu.. Maafkan aku, sebab bukankah itu pembeda kau dan aku?
P : Lalu 'maaf', sekali lagi kata itu terlontar, dada yang membatu tiba-tiba bergetar, retak dan runtuh.. Bantu aku keluar dari kegelapan ini.
A : Tanganku selalu terbuka untukmu
A : Pintu kamarku tak pernah kukunci untuk dirimu
A : Sayang, bilamana kamu bukan milikku, milik siapakah hatiku?
P : Sayang, bagiku cinta tak harus memiliki. Hasrat ku ingin memilikimu sangatlah besar. Tapi jika aku bersikeras memilikimu, itu bukanlah cinta. Melainkan hasrat biasa..
A : Hati yg terlanjur memilihmu tanpa alasan yg jelas
A : Hati yg memilih jalan terlalu keras.
P : Kamu yakin apa yang kamu rasa itu cinta?
A : Bukan sekedar hasrat.. Bukan sekedar terlihat.. Bukan sekedar kelamin yg tersirat..
A : Lalu apakah cintaku bagimu?
P : Aku adalah ilusi bagimu..
A : Bantu aku untuk bisa.. Karena terlanjur aku terikat oleh tali ilusimu.. Begitu erat dan selalu memikat..
A : Dan biarkan aku mencandu ilusi itu..
A : Sepadan bagiku jika itu yg kamu mau..
A : Cinta itu kamu..
P : Berhentilah, ketika aku sudah berhasil menghilangkan virusku darimu, dan kamu sembuh dari kecanduan akan diriku, aku akan tetap mengingatmu sebagai seseorang yang pernah mengisi hari-hariku dengan senyuman..
P : Biarkan aku terbang.. Bila waktuku tiba, duduklah di kursi nyaman mu.. Jadikan aku sebagai kenangan bagimu..
A : Dan jika itupun diriku di balik matamu, tak mengapa..
A : Karena aku hanyalah sebongkah batu yg biasa kamu lempar ke danau, biarpun mati karena berharap takkan kubiarkan juga kamu menyelam memungutku kembali.. Cukup aku saja.. Cukup hatiku saja..
A : Karena aku terlalu bodoh untuk mencintaimu..
P : Kamu tidak akan bisa bertahan hidup dengan cintaku yang tidak nyata.. Aku sayang kamu, tapi realita menginginkan kita untuk berpisah..
P : Dan akupun bodoh untuk membiarkan mu mencintai diriku..
A : Sekali lagi..
A : Tetaplah menjadi bulan untukku, dan aku seperti serigala yg berteriak memanggilmu untuk turun bersamaku..
P : Jika itu jalan terakhir yang tersisa, aku bersedia..
P : Aku jatuh ke perangkapnya..
P : Kemana perginya cahaya? Aku hilang dalam kegelapan..
A : Berharap bayanganmu selalu muncul, dan tak hilang saat gelap
A : Menginginkanmu seperti membutuhkanmu.. Mencarimu menangisimu hingga larut tenggelam karenanya
P : Dalam keadaan itu, aku mengalami ketidak mengertian total tentang cinta yang ku kira ada..
P : Lalu segalanya mendadak menjadi hampa, begitu sepi dari makna..
A : Kukira nyata, dan kukira semestinya..
A : Ini bukan cerita cinta, ini cerita tentang cinta
A : Tentang mereka yg jatuh cinta, menghadapi dan membayar dengan seharusnya
A : Dan ada juga tentang mereka yg menyerah karena mereka tau tak pantas didalamnya
P : Dimana aku sekarang? Nanti juga kau pasti tahu.. Aku tak pernah pergi jauh, kau tau itu. Aku hanya sedang bersembunyi saja.
A : Jatuh kedalam lingkaran yg tak berujung
A : Yang menggambarkan kebahagiaan dan senyuman
P : Sebagian diriku takut melihat cahaya itu lagi, karena aku tau cinta adalah perangkap. Siapa yang akan bertanggung jawab bila pada akhirnya aku jatuh ke dalam kegelapan lagi?
P : Hey, aku tetap mencintaimu..
A : Sayang, cerita tidak selalu berakhir bahagia dan senyuman
A : Biarlah saat kamu datang lagi, aku tetap ada, saat kamu hilang, aku tetap mencari
P : Kau? Menyia-nyiakan waktumu? Jangan tunggu aku. Itu ironi bagiku..
P : Mungkin masalah kita hanya satu, kita sering lupa bahwa cinta adalah kata lain dari saling mendengarkan.. Sebab, mendengarkan adalah saling membuka diri: saling memberi.. Dan menerima dengan tulus.
P : Apalah arti cinta yang sebenarnya? Apakah kamu masih ingin memilikiku?
P : Apakah hasrat itu ada? Jika jawaban mu iya. Aku tak yakin cintamu tulus..
P : Aku memang jauh darimu, keberadaanku saja kamu tak tau.. Aku sengaja.. Menikmati waku di dalam kegelapan ini. Mencandu rindu yang selalu hadir di mimpiku..
A : Seharusnya kamu tau, aku tak biasa tanpa dirimu.. Seharusnya kamu mengerti aku tenggelam terlalu dalam karena rasa itu.
A : Bersenggama dengan kesepian, menunggu datang tiap malam
A : Hingga anganku terbawa kepulan asap yg rokok dalam ruangan sempit
A : Mencari celah untuk keluar... Merasakannya lagi, sekali dua kali, berkali-kali
A : Mencari dirimu..
P : Sungguh, dalam hati, aku mengingatmu, merindumu, memujimu.. Dan bila aku pernah berbuat salah, kata-kataku, tindakanku, pikiranku, emosiku, dan segala hal yang aku lakukan kepadamu dan menyakitimu.. Maafkan aku, sebab bukankah itu pembeda kau dan aku?
P : Lalu 'maaf', sekali lagi kata itu terlontar, dada yang membatu tiba-tiba bergetar, retak dan runtuh.. Bantu aku keluar dari kegelapan ini.
A : Tanganku selalu terbuka untukmu
A : Pintu kamarku tak pernah kukunci untuk dirimu
A : Sayang, bilamana kamu bukan milikku, milik siapakah hatiku?
P : Sayang, bagiku cinta tak harus memiliki. Hasrat ku ingin memilikimu sangatlah besar. Tapi jika aku bersikeras memilikimu, itu bukanlah cinta. Melainkan hasrat biasa..
A : Hati yg terlanjur memilihmu tanpa alasan yg jelas
A : Hati yg memilih jalan terlalu keras.
P : Kamu yakin apa yang kamu rasa itu cinta?
A : Bukan sekedar hasrat.. Bukan sekedar terlihat.. Bukan sekedar kelamin yg tersirat..
A : Lalu apakah cintaku bagimu?
P : Aku adalah ilusi bagimu..
A : Bantu aku untuk bisa.. Karena terlanjur aku terikat oleh tali ilusimu.. Begitu erat dan selalu memikat..
A : Dan biarkan aku mencandu ilusi itu..
A : Sepadan bagiku jika itu yg kamu mau..
A : Cinta itu kamu..
P : Berhentilah, ketika aku sudah berhasil menghilangkan virusku darimu, dan kamu sembuh dari kecanduan akan diriku, aku akan tetap mengingatmu sebagai seseorang yang pernah mengisi hari-hariku dengan senyuman..
P : Biarkan aku terbang.. Bila waktuku tiba, duduklah di kursi nyaman mu.. Jadikan aku sebagai kenangan bagimu..
A : Dan jika itupun diriku di balik matamu, tak mengapa..
A : Karena aku hanyalah sebongkah batu yg biasa kamu lempar ke danau, biarpun mati karena berharap takkan kubiarkan juga kamu menyelam memungutku kembali.. Cukup aku saja.. Cukup hatiku saja..
A : Karena aku terlalu bodoh untuk mencintaimu..
P : Kamu tidak akan bisa bertahan hidup dengan cintaku yang tidak nyata.. Aku sayang kamu, tapi realita menginginkan kita untuk berpisah..
P : Dan akupun bodoh untuk membiarkan mu mencintai diriku..
A : Sekali lagi..
A : Tetaplah menjadi bulan untukku, dan aku seperti serigala yg berteriak memanggilmu untuk turun bersamaku..
P : Jika itu jalan terakhir yang tersisa, aku bersedia..
Jumat, 24 Agustus 2012
monolog jiwa
Sejatiku, malam ini kulatari dengan lagu yg sedang happening sekarang. Lagu yg dibawakan oleh maroon5 - payphone.
Kurasa bisa kudekap tiap alunan nada, dan lirik yg mewakili lidah tak bertulangku ini.
Tak lengkap rasanya waktu ini tanpa kamu, ketika lampu kamar kupadamkan yg biasanya terganti oleh terangmu disampingku. Aku masih ingat rasanya, kepalamu didadaku, rambutmu disela jariku, dan ketika bibirmu tepat dihidungku.
Kemana semua janji yg pernah kita ucap? Dimana ada aku dan kamu melawan dunia?
Jujur, sejatiku, hatiku, cintaku padamu, aku sempat lari dipukul mundur kenyataan, kemarin. Kupikir tanganku mengecil, kakiku menggigil, gigi gemertak, dan nyali menciut.
Karena aku tau, semua yg ada pada kita itu salah. Peluk kita salah, cumbu kita salah, cinta kita salah.
Lari aku tunggang langgang, kemarin.
Sejatiku, kalo boleh pun aku berbalik. Berlari kearahmu dan membopongmu ke puncak himalaya, ke tangga menuju surga, mengalihkan dunia dan menjadikan itu semua menjadi milikmu.
Semanis, sesakit, semiris apapun lagu payphone ini belum menandingi rinduku yg berbuku-buku padamu.
Alunan lagu berakhir, dan kupaksakan mata sembab ini tertutup.
Selamat malam, sayang. Sampaikan salamku pada peluk hangat yg kurindukan.
Kurasa bisa kudekap tiap alunan nada, dan lirik yg mewakili lidah tak bertulangku ini.
Tak lengkap rasanya waktu ini tanpa kamu, ketika lampu kamar kupadamkan yg biasanya terganti oleh terangmu disampingku. Aku masih ingat rasanya, kepalamu didadaku, rambutmu disela jariku, dan ketika bibirmu tepat dihidungku.
Kemana semua janji yg pernah kita ucap? Dimana ada aku dan kamu melawan dunia?
Jujur, sejatiku, hatiku, cintaku padamu, aku sempat lari dipukul mundur kenyataan, kemarin. Kupikir tanganku mengecil, kakiku menggigil, gigi gemertak, dan nyali menciut.
Karena aku tau, semua yg ada pada kita itu salah. Peluk kita salah, cumbu kita salah, cinta kita salah.
Lari aku tunggang langgang, kemarin.
Sejatiku, kalo boleh pun aku berbalik. Berlari kearahmu dan membopongmu ke puncak himalaya, ke tangga menuju surga, mengalihkan dunia dan menjadikan itu semua menjadi milikmu.
Semanis, sesakit, semiris apapun lagu payphone ini belum menandingi rinduku yg berbuku-buku padamu.
Alunan lagu berakhir, dan kupaksakan mata sembab ini tertutup.
Selamat malam, sayang. Sampaikan salamku pada peluk hangat yg kurindukan.
Selasa, 21 Agustus 2012
apa yang aku berikan jika kamu kembali?
Pergilah sayang, sampai kembali aku menemukanmu
Entah seberapa hancur tulangku termakan waktu, akan ada aku disini menunggumu
Lenyaplah sayang, seiring senja yang temaram
Entah lemahnya batinku yg terpagut rindu, tetap akan ada aku disini menunggumu
Hilang sayang sampai aku menemukanmu
Pergi melayang sampai aku memelukmu
Seingatku kamu bertanya,
"Apa yang kamu berikan padaku jika aku kembali? Apakah hatimu?"
Seingatku pun menjawab,
"Bukan, malah sebaliknya, kamu mengembalikan hati yg ku titipkan padamu ke tempat seharusnya dia berada. Disini, diantara kita"
Seingatku kamu bertanya,
"Apa yang kamu berikan padaku jika aku kembali? Separuh nafasmu?"
Seingatku pun menjawab,
"Bukan, malah sebaliknya, bukan juga separuh tp seutuhnya nafas yg ku titipkan padamu. Agar mampu ku hirup udara yg senyawa dengan rasa rinduku bila ada kamu.."
Sayangku..
Mau kah kembali? Bila hanya dengan rindu mampu ku raih dirimu, kurasa cukup rinduku membawa semesta ini dibawah kakimu
Dan sekali lg kurasakan terangmu yg ada ketika aku berselimut gelap malam denganmu, dikasur yg basah penuh peluh dan debu dari masalalu.
Dan asal kamu tau, rinduku itu tanpa malu. Berlari tak berbaju mencarimu ditengah kerumunan dan memanggil namamu.
Asu
Entah seberapa hancur tulangku termakan waktu, akan ada aku disini menunggumu
Lenyaplah sayang, seiring senja yang temaram
Entah lemahnya batinku yg terpagut rindu, tetap akan ada aku disini menunggumu
Hilang sayang sampai aku menemukanmu
Pergi melayang sampai aku memelukmu
Seingatku kamu bertanya,
"Apa yang kamu berikan padaku jika aku kembali? Apakah hatimu?"
Seingatku pun menjawab,
"Bukan, malah sebaliknya, kamu mengembalikan hati yg ku titipkan padamu ke tempat seharusnya dia berada. Disini, diantara kita"
Seingatku kamu bertanya,
"Apa yang kamu berikan padaku jika aku kembali? Separuh nafasmu?"
Seingatku pun menjawab,
"Bukan, malah sebaliknya, bukan juga separuh tp seutuhnya nafas yg ku titipkan padamu. Agar mampu ku hirup udara yg senyawa dengan rasa rinduku bila ada kamu.."
Sayangku..
Mau kah kembali? Bila hanya dengan rindu mampu ku raih dirimu, kurasa cukup rinduku membawa semesta ini dibawah kakimu
Dan sekali lg kurasakan terangmu yg ada ketika aku berselimut gelap malam denganmu, dikasur yg basah penuh peluh dan debu dari masalalu.
Dan asal kamu tau, rinduku itu tanpa malu. Berlari tak berbaju mencarimu ditengah kerumunan dan memanggil namamu.
Asu
Senin, 20 Agustus 2012
arti dirimu
Tanpamu langkah meragu
Terasa jelas suaramu biar tak berwujud
Dengan bentuk yg berbeda kamu muncul
Mengaburkan hingar bingar malam ketika kamu berdiri disitu
Rinduku tak panjang sampai menyentuh pipimu
Nafasku tak jauh sampai mengusap lehermu
Bunyi detak dadaku tak mampu mengetuk dahimu
Dan pelukku tak kuat sampai mampu mengikatmu
Yg ku tau tentangmu,
Terang yg ada ketika cahaya lampu meredam dikamarku
Hangat yg turun seakan jawab surga ditengah dingin
Kemerlap di langit yg menyala jelas dan tak kuasa ku rayu
Sejatinya, dirimu adalah ruangku
Tempat dimana ku berpangku tanpa malu, tanpa baju. Kamu, kelemahan yg menguatkanku
Terasa jelas suaramu biar tak berwujud
Dengan bentuk yg berbeda kamu muncul
Mengaburkan hingar bingar malam ketika kamu berdiri disitu
Rinduku tak panjang sampai menyentuh pipimu
Nafasku tak jauh sampai mengusap lehermu
Bunyi detak dadaku tak mampu mengetuk dahimu
Dan pelukku tak kuat sampai mampu mengikatmu
Yg ku tau tentangmu,
Terang yg ada ketika cahaya lampu meredam dikamarku
Hangat yg turun seakan jawab surga ditengah dingin
Kemerlap di langit yg menyala jelas dan tak kuasa ku rayu
Sejatinya, dirimu adalah ruangku
Tempat dimana ku berpangku tanpa malu, tanpa baju. Kamu, kelemahan yg menguatkanku
Minggu, 12 Agustus 2012
amfetamin
Matamu, gravitasiku. Kulitmu, heroinku. Tak kunjung usai ku mengadu pada sendu karena kehilanganmu
Ingin merasakanmu sekali, dua kali, tiga kali, berkali-kali
Sampai tiada henti, tanpa jeda pun ku hirup tiap kerinduan yg melekat di kulitmu
Ku tarik nafas terlalu berat, kuhembuskan dan terasa sesak. Bukan lg udara yg biasa ku hirup disekeliling bibirmu sebelum tidur
Teranglah yg aku cari. Namun tak kudapat dimatahari. Terang yg ada padamu, di malam, disaat lampu kamar padam dan berselimut dirimu
Semua yg ada padamu membuatku gila. Mengikat seperti biru kristal amfetamin, dan gelembung2 drama yg kamu hisap dan hembuskan serasa cinta
Aku merindukanmu seperti membutuhkanmu. Nadi dan nyawaku bergantung pada hidup dan matimu. Ketergantungan yg buatku lupa aku lupa
Canduku, sayangku. Jika hanya dgn uang kau dtg padaku, kembalilah sayang.. Berikan padaku apa yg kamu punya
Dan mimpi untuk selamanya pun terasa sirna, seiring matahari yg mengusirmu perlahan memudar menjauhi tempat tidurku
Ingin mengumpat, sekeras2nya sehina2nya. Anjing rasanya berdiam diri tak tau kemana kamu.
Aku merindumu..
Ingin merasakanmu sekali, dua kali, tiga kali, berkali-kali
Sampai tiada henti, tanpa jeda pun ku hirup tiap kerinduan yg melekat di kulitmu
Ku tarik nafas terlalu berat, kuhembuskan dan terasa sesak. Bukan lg udara yg biasa ku hirup disekeliling bibirmu sebelum tidur
Teranglah yg aku cari. Namun tak kudapat dimatahari. Terang yg ada padamu, di malam, disaat lampu kamar padam dan berselimut dirimu
Semua yg ada padamu membuatku gila. Mengikat seperti biru kristal amfetamin, dan gelembung2 drama yg kamu hisap dan hembuskan serasa cinta
Aku merindukanmu seperti membutuhkanmu. Nadi dan nyawaku bergantung pada hidup dan matimu. Ketergantungan yg buatku lupa aku lupa
Canduku, sayangku. Jika hanya dgn uang kau dtg padaku, kembalilah sayang.. Berikan padaku apa yg kamu punya
Dan mimpi untuk selamanya pun terasa sirna, seiring matahari yg mengusirmu perlahan memudar menjauhi tempat tidurku
Ingin mengumpat, sekeras2nya sehina2nya. Anjing rasanya berdiam diri tak tau kemana kamu.
Aku merindumu..
Sabtu, 11 Agustus 2012
bersalah
Kita salah
Kamu salah, aku salah
Kita bersalah
Kesalahan yg menjadikan semua berarti
Yg membawaku serasa didunia mimpi
Aku pun terbangun tanpamu disisi
Tanpa ucapan sayang dan sarapan yg biasa kita lakukan
Aku pun tertidur tanpamu disisi
Tanpa ucapan sayang dan kecupan yg biasa kita bagikan
Cintamu seakan nyata, ada aku dan kamu melawan dunia
Ingin kupaksakan hanya aku yg melawan dunia
Namun tak berdaya hanya pemabuk yg bisa mencinta
Sayang, terbanglah walau tanpa sayap
Terhuyung hingga jatuh merana di lubang yg sama
Dan biarlah pengap yg mendambamu sampai mengingatkanmu untuk kembali pulang ke tubuhku
Cintamu padaku, kembalilah ke wujud asalmu
Penuh drama dan tipu yg buatku lupa diri
Cintaku padamu, diamlah sesaat. Tunggu lagi sejenak, minum bergelas bir sampai dada meledak dan sampaikan kakiku untuk berlari membawamu pulang
Ke tubuhku
Kamu salah, aku salah
Kita bersalah
Kesalahan yg menjadikan semua berarti
Yg membawaku serasa didunia mimpi
Aku pun terbangun tanpamu disisi
Tanpa ucapan sayang dan sarapan yg biasa kita lakukan
Aku pun tertidur tanpamu disisi
Tanpa ucapan sayang dan kecupan yg biasa kita bagikan
Cintamu seakan nyata, ada aku dan kamu melawan dunia
Ingin kupaksakan hanya aku yg melawan dunia
Namun tak berdaya hanya pemabuk yg bisa mencinta
Sayang, terbanglah walau tanpa sayap
Terhuyung hingga jatuh merana di lubang yg sama
Dan biarlah pengap yg mendambamu sampai mengingatkanmu untuk kembali pulang ke tubuhku
Cintamu padaku, kembalilah ke wujud asalmu
Penuh drama dan tipu yg buatku lupa diri
Cintaku padamu, diamlah sesaat. Tunggu lagi sejenak, minum bergelas bir sampai dada meledak dan sampaikan kakiku untuk berlari membawamu pulang
Ke tubuhku
Langganan:
Komentar (Atom)
