Jumat, 20 Juli 2012

surat selisipan hati

Hey kamu. Apa kabar? Gimana harimu?
Mungkin, harus aku yg cerita dulu ya?
Oke, hari ini aku bangun pagi. Selain langsung merindukanmu dan melihat hp ku beharap sms atau telfon darimu aku malas sekali bangun hari ini.
Seperti biasanya.
Aku mandi, dan melihat toilet duduk seakan km disitu menungguku selesai dengan shower.
Lalu aku memasak sarapanku sendiri, kesukaanmu, telur acak2 dan beberapa potong chicken wings.
Aku masak untukku sendiri..
Hari ini aku gak ngapa2in, cuma nonton tv minum berkaleng2 bir dan mencoba untuk melupakanmu. Tapi otak dan hatiku memaksa untuk tetap berpikir, "mungkin besok pikiranmu berubah.."
Lalu sorenya aku keluar, berkeliling tak tentu arah dengan mobilku. Kemacetan membuatku gila, seharusnya kamu disebelahku kita mengalihkan brengseknya kemacetan ibukota.
Lalu kuputar setir dan pulang kerumah, kosong, gak ada kamu..
Aku malas mandi, pikirku. Biasanya aku mandi sebelum mau memelukmu sampai tertidur, tp aapa kamu disini?
Sesampai subuh pun aku masih menunggumu.. Tak sadar tiang air mata meluncur bebas seakan bernyali baja. Dan lagi, bergelas2 bir ku hirup untuk menggantikan air yg hilang dikepalaku.
Sayang, aku merindumu. Pulang, kembalilah untukku.
Apa yg tak ku punya untukmu sekarang?

Penuh cinta dan kerinduan yg menyiksa,

Aku, yg masih mencintaimu

Selasa, 17 Juli 2012

pembelajaran

Pembelajaran ini gue dapet selama 20 tahun. Tentang sikap gue, cara bicara, cara berpikir, bagaimana gue memperlakukan orang, dan menyikapi setiap permasalahan.
Gue broken home, keadaan keluarga lg gak asik gak kayak dulu. Gue masih tinggal sama tante gue. Sebisa mungkin dengan biaya mabuk yg besar gue menghidupi diri gue sendiri.
Gue start awal kerja baik2 mulai di semarang, jd model, asmen eo, bantu2 usaha kakak sepupu gue di jepara.
Karena keadaan, gue pindah lg ke jakarta.
Gue gak kuliah. Di jakarta jaman sekarang, gak kuliah sama aja mati pengangguran, maksimal spb atau spg. Rata2 cowok2 seumuran gue jd gigolo, atau yg perempuan jd PR di karaoke. Ujung2nya jadi simpanan.
Oke, gak semua kayak gt, but face it. Disekitar kita seperti itu.
Jakarta keras. Bukan berarti gue kalah. Jakarta keras, gue harus lebih keras. Filosofi gue, filosofi karang; "lo keras, gue lebih keras. Lo batu, gue karang!"
Gue supplier bir, iseng2 jg main kartu, tukang mabuk, dan jgn tanya soal perempuan.
Gue begini bukan karena broken home. Jadi salah banget kalo lo ancur gr2 broken home, itu alasan manja dan lemah. Apalagi sampe nyentuh drugs. Fuck, pemabuk itu bangsat, junkie itu terkutuk buat gue.
Kita punya masalah dan situasi masing2, ada yg lebih baik ada yg lebih buruk, itulah hidup. Hidup bagaimana lo melihat dan menyikapinya. Buat gue, kebenaran itu relatif, tergantung dari perspektifnya.
Kadang, gue ngerasa kalo gue dan bahkan lo pun suka kompromi sama apa itu benar dan salah, kita lupain nurani.
Kembali ke masing2 nurani, apa yg lo lakuin ini salah atau benar? Jgn kompromi.
Sisanya itu urusan lo sama Tuhan. Jgn biarin manusia yg menilai, tp Tuhan.
Yakini dan jalani apa itu kebenaran dari hati nurani lo. Buat gue, ketika gue nukar pride gue untuk orang yg gue sayang, Tuhan yg tinggikan pride gue dimata org2 itu.
Mungkin jalan hidup gue aneh, gue ingin jd contoh buruk yg gak perlu ditiru. Karena prinsip keseimbangan, ada benar dan salah, setan dan Tuhan.
Dan itu cara gue membuktikan ke kalian semua kalo Tuhan itu benar ada. Jd jgn kompromi sama konsep benar-salah. Kembali ke nurani. Jgn ikut dunia. Jgn jadi kayak gue.
Apapun pilihan lo, yakinkan diri lo itu yg terbaik, biarpun salah jalanin itu semua sampe lo muak dan capek bahkan gagal. Karena dari situ semua pembelajaran mahal. Hikmat dibeli keringat.
Dan dalam hidup gue, gue yakin Tuhan selalu kasih jalan buat semua org, begitu pun jg gue.
Salam miras.

hasrat

Aku menginginkanmu, hidup dan matimu.
Bibirmu yg seharusnya ada untuk mengecupku, dan kulitmu yg sejatinya ada untuk menyelimutiku.
Radang merindu, dikala malam buatku berpendam pd jutaan penyesalan
Mengapa tidak kuambil kunci mobilku dan menuju istanamu?
Apa semudah itu? Dgn membayangkanmu telanjang didepan mataku pun buatku menggelinjang.
Belum lg angan ttg desah, peluh, dan lenguh dan bunyi nafasmu yg mengganggu tiap malam.
Aku menginginkanmu, hidup dan matimu.
Bilamana kamu ijinkan, maukah kamu duduk diatasku menari tanpa malu tanpa baju tersenyum dan mengusir matahari yg mengintip dijendelaku?
Menjambak rambutku, dan memaksaku untuk jd anak yg nakal memuaskan hasrat segala gairah yg hingar bingar senan tiasa kamu tunjukan kesekitar.
Aku menginginkanmu, hidup dan matimu.
Sejatinya bibirku ada untuk mengulum lidahmu dengan rindu, kulitku ada untuk menyatu tanpa ragu denganmu. Dan basah kasurku karenanya, pecah sunyiku mencarimu, hingar bingar kesepian yg berpendam.

Jumat, 13 Juli 2012

tak tersentuh

Kamu bisa memasuki duniaku
Mengganti rima dengan lagumu
Mengobrak-abrik hidup dan matiku
Menjadi satu-satunya untukku

Aku akan menggapaimu bila sempat
Sebelum semua kata mampu berucap
Namun apa mampu tanganku terikat
Memungut pecahan dan sisanya menguap

Tiang air pasang terlalu deras
Menjauhkanmu di tepi dan ku hanyut terbebas
Ku masuk tenggelam dan tak mampu melupakan
Ku masih berpendam dalam temaram senyap

Salahkan dia sayang, mengikat rantai pada paru-paruku yg sesak
Menelan kuncinya yg sudah tercerna
Tak tau apa dan mengapa
Mungkin cuma dia yg bs ku puja

Kamu bisa memasuki duniaku
Mengganti rima dengan lagumu
Mengobrak-abrik hidup dan matiku
Menjadi satu-satunya untukku

Aku akan menggapaimu bila sempat
Sebelum semua kata mampu berucap
Namun apa mampu tanganku terikat
Memungut pecahan dan sisanya menguap

Salahkan dia sayang, tak seharusnya ku bawamu dan terjatuh padaku
Mengubahmu menjadi debu dan tertiup angin lalu ke masa yg berpeluh kelam

Selasa, 10 Juli 2012

perjalanan, pencarian, apapun yg ingin diungkapkan

Orang mulai melangkah
Untuk yg mencari dan berlari pergi
Sesuatu yg mungkin tak berarti
Sesuatu yg mungkin tak bisa dicari

Entah nanti kau belok ke kanan
Mungkin nanti kau bertemu perempatan
Atau berhenti dan menunggu di halte pinggir jalan

Menunggu bis untuk berangkat
Menunggu pesawat untuk datang
Menunggu seseorang untuk bertanya
Dan menunggu kabar untuk berjalan

Sampai akhirnya semua mengarah ke tempat penantian
Tempat berkabung dan bersorak
Tempat mengandung dan berteriak

Untuk yg tersesat, kamu tak sendiri
Jangan dulu pulang, carilah rumah barumu
Yg akan menunggu kedatangan dan merindukanmu
Agar keringat dan darah terbuang tak percuma untuk sesuatu yg baru

Pergilah, sayangku
Pergilah, hatiku

Dan dalam perjalananku
Berhenti ditempat penantian untuk merindumu
Kembali dan memasak untukku
Pergilah sayangku.
Karena skrg aku tak lagi membutuhkanmu

Jika suatu saat kau terbangun dan merindukanku, ingatlah kamu tau dimana menemukanku.

dialog manis

Ini bukan cerita cinta, ini cerita tentang cinta. Tentang mereka yg masih percaya untuk tidak akan pernah merasa kecewa dan mereka yg menerima semua hal yg tidak bisa diterima.

Ditengah hingar bingar bar yg sudah larut pagi, tak peduli sekitarnya mereka berbagi kata.
Berbicara dengan bahasa yg berbeda, tentang perasaan bukan pengetahuan. Masih saling selidik apakah ini rasanya jika cinta sudah menggelitik.
Sambil memainkan jari di mulut gelas bir, wanita bertahtakan rembulan itu bertanya,

'Katakan padaku, apa semua akan berakhir seperti di film? Bahagia selama-lamanya?'

'Tidak, malam ini akan berakhir menjadi sebuah kenangan. Seperti sebuah mimpi, hanya ada aku dan kamu menertawakan botol bir..'

'Kamu pembohong yg buruk sayang..'

Mereka berdua tau mereka saling jatuh cinta. Untuk kedua kalinya benar2 cinta. Seakan mereka lupa pada luka yg telah lama. Tetap masih ada sedikit keraguan, sedikit lagi untuk saling menukar hati. Tidak hanya sekedar berbagi selimut, tidak hanya sekedar tidur seranjang, namun lebih. Lebih dari arti cinta yg mereka tau.

Bergelas2 bir sudah mereka habiskan. Jelas mereka tidak mabuk minuman. Mereka mabuk suatu yg lain, mabuk yg 3jam lalu masih dianggap tabu. Mabuk cinta. Tetap saja tak berani mengartikannya. Hanya perasaan manis dan ingin bersama. Tak peduli ruang waktu dan dunia, seperti hilang menuju ke abad yg tak lekang.

Tak terasa waktu sudah menunjukan jam 3 pagi, para pelayan sudah menaikan bangku. Sayang, pikir mereka sedikit lagi untuk saling memahami. Dan akhirnya mereka beranjak pergi, sebelum pelayan yg terkantuk lelah dan mengusir mereka secara perlahan.

'Seperti biasa, kencan pertama pria yg harus bayar' kata perempuan manis itu setengah mabuk

'Iya sayang..'

Deg! Hati perempuan itu berdegup, bukan pertama kali dipanggil sayang oleh setiap pria yg tidur dengannya. Namun kata itu terngiang terus. Seakan kata itu punya sihir tergantung siapa pemakainya, dan pria itulah orang kedua yg mengguncang hatinya dengan kata sayang.
Sambil memeluk tangan prianya wanita itu tertunduk, tersipu malu. Seperti anak kecil. Berdua berjalan menyusuri pinggir jalan yg hanya diterangi lampu kota.
Berdua, menuju pusat kota. Tak tahu harus kemana, entah kerumah pria, kerumah wanitanya, atau menghabiskan sisa waktu di hotel berdua.

Pelipur lara, pelipur lara. Berharap menjadi juliet dan mati bersama, begitu mimpinya setelah terbangun di kamar hotel bintang lima.
Matahari menusuk mata dan kulitnya dibalik jelah jendela.

"Maaf aku gak ada disitu ketika kamu buka mata. Maukah kamu mencintaiku di pagi hari?"

Begitu isi catatan kecil disamping meja. Romeo pergi, entah kemana apakah kembali?

Begitulah. Tak seharusnya percaya, namun ingin percaya. Perasaan wanita itu hanya ingin mencintainya biarpun tak seharusnya memilih dia. Dan semua pun kembali seperti biasa, tak terjadi apa-apa. Tukang bubur masih bersiul di pagi hari didepan rumahnya seperti biasa, satpam senyum lebar sedikit genit masih menyapa di pos depan rumahnya, dan orang2 masih berlalu lalang disekitarnya seperti sedia kala.

Ini bukan cerita cinta, ini cerita tentang cinta. Tentang mereka yg masih percaya untuk tidak akan pernah merasa kecewa dan mereka yg menerima semua hal yg tidak bisa diterima.

negara mimpi

Pagi memaksaku bangun cahayanya terlalu menusuk mata
Seperti rasa cemburu yg membakar mimpi bersamamu
Tak ayal semua rasa kesal aduk sendu jadi satu
Tanpa hujat semata aku kembali ke kehidupan nyata

Ingin rasanya aku berlari menghampirimu
Dengan sepatu bersayap dan segala keunikan tersendiri
Meluncur bersama kembang api yang berkilau begitu sampai
Namun tidak terpecah menyebar dan mati perlahan

Seketika itu juga mimpiku ada
Rasanya mampu menyentuhmu walau aku menutup mata
Menjanjikan surga dengan tahtanya di kepala
Dan nyanyi sorak sorai malaikat tanpa sayap dan lingkaran dikepalanya

"Percaya saja berbuat baik pasti tumbuh sayap.."

Begitu katamu menjadi petunjuk arah kerumahmu
Semua pun tau aku mendambamu tanpa menggunakan akal sekalipun
Siapa kamu entah bagaimana kamu hanya kamu yg tau
Seperti berjudi, aku siap dgn semua yg akan aku lalui

"Aku mendambamu, tempat impianku.. Bergelas-gelas bir tak mampu menyegarkan dahagaku. Hanya ada candu pada dirimu.."

Itu tiap kataku ketika mau tertidur,
Perlahan menutup mata dan pergi ke tempatmu..
Aku tak tau apa dan mengapa aku menginginkanmu, mungkin hanya cinta yg tau..

Senin, 09 Juli 2012

cici

Ini satu cerita paling manis buat gue. Gue punya oma, gue panggil dia cici dari kecil.
Gue dirawat cici dari orok, udah dianggap kayak anaknya sendiri. Dari segala urusan makanan, mainan, sampe kasih sayang, gak pernah gue rasa kekurangan.
Pernah satu ketika gue masih kecil, gue kekunci dimobil.
Cici yg tau kejadian itu, lari2an kearah mobil dan teriak, "ANAK GUE! ANAK GUEE!!!"
Manis... Biarpun gue samar2 inget kejadian itu.
Ada lagi waktu sore2, gue melipir meluk cici ngerengek minta sepeda. Dan voila! Saat itu jg dia beliin gue sepeda bmx warna ungu, gue pake dgn bangga.
Juga pas ps1 lg booming, gue ngerengek langsung dibeliin beserta tv kecil khusus gue.
Masa kecil yg gak tergantikan.
Bbrp tahun kemudian, kita pindah ke cibubur. Rumah baru, teman baru, sekolah baru, gaya hidup baru.
Karena faktor umur jg cici akhirnya sakit dan masuk rumah sakit.
Waktu itu gue kelas 5sd.
Gue masih sibuk dgn mainan bodoh dan main di lorong rumah sakit, tanpa gue tau kondisi cici lg kritis.
Begitu gue masuk kamarnya, semua keluarga udh ngumpul dan nangis semua.
Gue ngerasa tolol...
Akhirnya cici meninggal dunia tgl 26desember. Sehari setelah sekeluarga ngumpul buat ibadah natal bersama.
Dan saat2 termanis itu tiba, pas cici dlm kondisi kritis sebelum meninggal dia gak bs tutup matanya.
Sekeluarga udh pasrah, namun cici belum pasrah. Masih ada satu yg ngeganjel di kepalanya.

Tante gue pun bisikin dia,

"Cici mikirin siapa? Keluarga? Biar lena yg jaga, anak2 cici lena yg jaga.."

Mata cici masih kebuka.
Tante pun lanjut bisikin cici.

"Cici mikirin alvin? Biar lena yg jaga alvin..."

Sesaat itu juga mata cici tertutup..
:')

Dan sekarang, dia ada disurga, ngeliatin tingkah lakunya..
Kalo waktu bs dirubah, bakal gue tinggalin mainan gue dan gue peluk dia selama2nya.
Gue inget janji gue yg terakhir, gue janji buat gak nakal asalkan cici bangun..
Tp cici relain semuanya, percaya sama tante gue. Cici percaya sama gue..

Tuhan, kalo boleh gue mau pergi ketempat yg sama kayak cici.

"Disurga nanti pakai baju putih atas kepala mahkota emas. Haleluya puji Tuhan, kekal selama2nya..."

Itu petikan lagu yg selalu gue nyanyiin kalo keinget cici.

Avn sayang cici, jgn pernah putus asa sama avn. Bujuk Tuhan buat jgn jauh2 dari avn, ci.. Avn kangen cici..

Salam titik dua petik buka kurung.

Minggu, 08 Juli 2012

mama

Hari ini keinget mama, gak seharusnya sih karena udah gede banget ini. Lucu ya, kita baru ketemu pas aku umur 17tahun. Itu kado ulangtahun dari Tuhan buat aku.
Kadang aku kesel, knp harus ketemu? Biar aja gak usah ketemu, jd aku gak ngerasain kayak gini.

Keinget kemaren ngeliat anak kecil nyasar di mall, yg dia panggil itu mamanya. Kalo aku, yg aku panggil itu tantenya. Hehehe aku anak tante banget
Mungkin skrg, aku jd anak nyasar itu, nyasar di jalan yg lebih ribet dari mall, jalan yg lebih besar dari jalan protokol, jalan yg lebih rumit dan kompleks, jalan hidup.
Aku nyasar, ma. Aku gak tau harus kemana, ma. Aku harus apa, ma?
Aku gak mau nyusahin tante lg, aku harus bs sendiri, biarpun itu susah dan gak mungkin buat aku. Tp ya ini aku, aku tau mama batu, mama sama kayak papa. Batu. Batu banget.
Mama batu? Aku karang. Aku bakal tunjukin aku bisa.
Diluar daripada itu, aku doain mama. Mama doain aku gak? Aku mikirin mama. Mama mikirin aku gak?
Pertanyaan2 anak kecil yg muncul dikepala aku tiap keinget mama. Sentimentil tingkat maksimal.
Harusnya aku udah biasa kayak gini, dari kecil aku ngerti keadaanku. Tau kan lagu "di doa ibuku" ? Aku ganti kata2nya jadi "di doa omaku".
Aku paham, mama sama papa jg udh pny keluarga masing2. Aku gak boleh egois. Tempatku bukan di pelukan kalian. Aku jg masih malu2 buat peluk mama.
Gak mungkin aku nuker kebahagiaan keluarga kalian masing2 dgn kebahagiaanku sendiri. Aku gak mengharapkan itu, lebih baik seperti ini.
Biarpun aku gak punya kenangan kecil soal mama, aku punya kenangan kecil soal oma. Cucu kesayangan oma. Keponakan kesayangan tante lena. Jd mama gak usah khawatir, aku dpt pembelajaran yg baik dari keluarga yg gak sempurna ini.
Makasih ma, udh mau nyariin aku. Makasih ma, udh pergi dari aku.
Aku skrg gak manja, aku gak kolokan.
Aku dewasa, aku jauh lebih kuat. Aku syg mama.

piring kosong

Ada satu meja, dua kursi berhadapan dan dua piring seperti biasa.
Malam ini aku masak kesukaanmu, namun hanya untuk porsiku.
Kali ini aku masak untukku sendiri, karena kamu gak duduk disitu kamu gak menungguku

Sayang, piringmu masih kosong. Kapan akan kulihat lagi kamu lahap makan masakan kesukaanmu?
Sayang, bangku disampingku kosong.
Kapan akan lg kamu lap pipiku yg belepotan makanan?

Malam ini aku masak sendiri
Hanya ada aku, diriku yg menertawakan sekaleng bir dingin
Ijinkan malam ini aku mengingatmu
Ketika ada kamu, dan kita menertawakan makanan ini dgn ucapan syukur

Pulang sayang, rumahku hangat untukmu
Apalagi yg kamu tunggu? Kembalilah padaku
Jika dipersimpangan sempatkanmu lihat kebelakang
Aku masih duduk dikursi sebelahmu yg kosong

Ada satu meja, dua kursi berhadapan dan dua piring seperti biasa.
Hanya satu yg terisi, milikku, tersisa satu karena kamu yg pergi

Senin, 02 Juli 2012

catatan penting

Khayalku tak terbatas menembus dirimu
Melukis kanvas waktu dengan cat rindu
Berpadu sendu dan biru yg haru
Bertebalkan luka dengan tawa yg semu

Bukannya aku ingin berpesta
Hanya memakai baju baru dan berkaca
Bukan untuk mencari cinta
Cuma hiaskan tubuh agar lupa aku luka

Catatan penting untukmu, sayang
Dengarkan sampai abad yg tak lekang
Jika dgn rindu tak ku temu dirimu, dgn air mata sederas apa harus ku hanyutkan dirimu?

cinta sampai mati

Aku merinding, sayang. Di kegelapan malam, taringnya mencekam.
Kematian sampai, sayang. Di kegelapan malam, cakarnya mencuat.

Ini semua salahmu, ketika bilang cintamu sampai mati
Bukan, ini salahku, terbakar cemburu sampai mati

Malam tak mampu buatku tertidur, darahmu masih ada diselimutku
Ini hanya mimpi, sampai matahariku datang membangunkanmu dari tidur abadi

Ini semua salahmu, ketika bilang cintamu sampai mati
Bukan, ini salahku, terbakar cemburu sampai mati

"Sampai maut memisahkan.. Sampai maut memisahkan" dan datanglah maut yg kuundang, untukmu, sayang

Pengikut