Kamu tak tersentuh, jauh melambung tertiup angin melebur bersama awan.
Seperti mengejar bintang jatuh, seakan mencari titik dimana langit dan laut bertemu.
Tak kunjung jg aku mampu mencari.
Mungkin aku yg kurang berusaha mengejar, atau kamu yg terlalu jauh tak terlihat?
Biarpun bulan itu adalah rumahmu, jgn lupa sudah ditemukan teknologi yg bernama roket.
Dan ku tancapkan gas, melewati rasi tiap galaksi ribuan tahun cahaya dan lubang waktu untuk berada tepat didepanmu.
Walau angin tak sampai mengelus pipimu, hujan tak turun sampai rambutmu aku pasti ada disitu.
Sampai pd akhirnya kamu menyambut digaris finish, atau mungkin tidak.
Yg pasti terdengar suara dentingan malaikat kecil yg mabuk bersendawa keras dgn mata beler sambil bernyanyi,
"Lalalalalalaaa.. Akhirnya kutemukan juga lalalalalaaa.."
Akhirnya semuanya tak sia2 juga ya?
Satu hal terakhir, kamu keras? Aku lebih keras.
Kamu batu? Aku karang..
Tak perlu sabar dan menunggu, nikmati saja waktu siaranmu, sampai tetiba aku ada disitu.
"Lalalalalalaa... Akhirnya kutemukan juga lalalalalalaaa..."
*timpuk malaikat kecil dgn batu*
Senin, 27 Februari 2012
Dunia La La
Seperti biasa semua berlalu
Sepetak kotak dinding putih
Ruang yg tak berkembang
Waktu pun tak kunjung datang
Dan anganku pun melayang
Lewat asap rokok yg membanjiri ruangan
Mencari celah kecil siap keluar perlahan
Membumbung bagai asap tembikar keluar
Sungguh, sekiranya aku ingin pulang
Ke dunia yg buatku rasa tenang
Dunia la la la khayal nun jauh disana
Tak tersentuh waktu yg tak lekang
Dunia itu berputar dengan kamu sebagai porosnya
Bintang mengitar dengan tawamu yg sebagai sumbunya
Angin gunung berubah alun melodi menyambut senyummu
Seakan anganku sampai ketika aku menutup mata memikirkanmu
Akan ku bangun sebuah jalan lurus kesana
Dengan lagu riang nan jenaka
Seperti anak kecil yg berlari di tengah hujan dgn celana dalam
Dan gigi ompong yg bernyanyi tentang cinta picisan
Biarpun kapan entah bagaimana
Khayalku tak terbatas hanya itu saja
Suatu saat entah kapan, mungkin besok atau seterusnya aku memasuki dunia khayalmu
Hidup bahagia sampai menua putih rambutku
Sampai saat itu dtg, harus seberapa lama aku tertidur sampai terbangun dan berada disampingmu?
Sepetak kotak dinding putih
Ruang yg tak berkembang
Waktu pun tak kunjung datang
Dan anganku pun melayang
Lewat asap rokok yg membanjiri ruangan
Mencari celah kecil siap keluar perlahan
Membumbung bagai asap tembikar keluar
Sungguh, sekiranya aku ingin pulang
Ke dunia yg buatku rasa tenang
Dunia la la la khayal nun jauh disana
Tak tersentuh waktu yg tak lekang
Dunia itu berputar dengan kamu sebagai porosnya
Bintang mengitar dengan tawamu yg sebagai sumbunya
Angin gunung berubah alun melodi menyambut senyummu
Seakan anganku sampai ketika aku menutup mata memikirkanmu
Akan ku bangun sebuah jalan lurus kesana
Dengan lagu riang nan jenaka
Seperti anak kecil yg berlari di tengah hujan dgn celana dalam
Dan gigi ompong yg bernyanyi tentang cinta picisan
Biarpun kapan entah bagaimana
Khayalku tak terbatas hanya itu saja
Suatu saat entah kapan, mungkin besok atau seterusnya aku memasuki dunia khayalmu
Hidup bahagia sampai menua putih rambutku
Sampai saat itu dtg, harus seberapa lama aku tertidur sampai terbangun dan berada disampingmu?
Senin, 20 Februari 2012
karang dasar laut
Berbeda dunia. jika di duniamu dia adalah pendosa. Cinta menyendiri dan mencari tempat untuk diri pribadi
Mungkin digambarkan karang. Ya, karang didasar laut.
Mungkin pula karang laut dulunya adalah manusia. Orang-orang berdosa yg dilempar Tuhan kedasar neraka. Seperti malin kundang contohnya.
Diam, tak bergerak, dalam, bahagia didasar paling mendasar.
Jika matahari sampai menembus laut dan menyentuh kulitnya, kamu mungkin bisa melihat warna-warna yg berpadu harmoni di misteri laut dalam.
Merah, jingga, ungu, hitam, kelabu, abu-abu.
Kamu perlu menyelam untuk melihatnya, seberapa sanggupnya kamu menahan napas berbanding lurus dengan seberapa banyak yg kamu tau tentangnya.
Pemandangan 'aneh' yg mungkin tak kamu jumpai di daratan manusia-manusia normal. Karang itu abnormal, ya kan?
Sayang tapi terkadang yg egois pun merusaknya, seperti parade. Parade anak2 manja, tak tau diri, cengeng, dan seperti anak kecil.
Dan itu meninggalkan luka, rusaknya karang yg mungkin tak bisa sembuh.
Tidak berdarah, cuma terasa sakit ngilu pilu hanya dia yg tau.
Bisa saja karang itu muak beranjak keluar dari tempatnya meninggalkan laut dan menarik orang sekitar untuk menikmati apa yg dia punya. Tapi jika demikian, sususan tatanan arus laut berubah, permukaan laut tak lagi sama sedia kala. Apa dia tega? Apa karang harus egois juga?
Seperti kodrat, "anak nakal seharusnya dijauhi" begitu kata orang tua mempertahankan kodrat yg diturunkan petua-petua yg tua-tua.
Jadi biarkan saja dia sendiri didasar sana, sampai memancing perhatianmu dan lihat seberapa setianya duduk didasar sana dan seberapa besarnya dia. Menunggumu..
Mungkin digambarkan karang. Ya, karang didasar laut.
Mungkin pula karang laut dulunya adalah manusia. Orang-orang berdosa yg dilempar Tuhan kedasar neraka. Seperti malin kundang contohnya.
Diam, tak bergerak, dalam, bahagia didasar paling mendasar.
Jika matahari sampai menembus laut dan menyentuh kulitnya, kamu mungkin bisa melihat warna-warna yg berpadu harmoni di misteri laut dalam.
Merah, jingga, ungu, hitam, kelabu, abu-abu.
Kamu perlu menyelam untuk melihatnya, seberapa sanggupnya kamu menahan napas berbanding lurus dengan seberapa banyak yg kamu tau tentangnya.
Pemandangan 'aneh' yg mungkin tak kamu jumpai di daratan manusia-manusia normal. Karang itu abnormal, ya kan?
Sayang tapi terkadang yg egois pun merusaknya, seperti parade. Parade anak2 manja, tak tau diri, cengeng, dan seperti anak kecil.
Dan itu meninggalkan luka, rusaknya karang yg mungkin tak bisa sembuh.
Tidak berdarah, cuma terasa sakit ngilu pilu hanya dia yg tau.
Bisa saja karang itu muak beranjak keluar dari tempatnya meninggalkan laut dan menarik orang sekitar untuk menikmati apa yg dia punya. Tapi jika demikian, sususan tatanan arus laut berubah, permukaan laut tak lagi sama sedia kala. Apa dia tega? Apa karang harus egois juga?
Seperti kodrat, "anak nakal seharusnya dijauhi" begitu kata orang tua mempertahankan kodrat yg diturunkan petua-petua yg tua-tua.
Jadi biarkan saja dia sendiri didasar sana, sampai memancing perhatianmu dan lihat seberapa setianya duduk didasar sana dan seberapa besarnya dia. Menunggumu..
Langganan:
Komentar (Atom)
