Ada seorang anak lelaki, yg mencari kendaraan menuju tempat yg tak tersentuh..
Menuju mars, tanah impian tiap kepala dengan mimpi yg gila..
Dia mencari kesemua tempat yg dituju hingga menemukan sebuah kotak berisikan sisa sayap patah dari garuda
Dia begitu bahagia, hingga akhirnya tersadar ada satu hal yg tidak bisa dia tinggalkan..
Cintanya, sejatinya yg selalu dirasakan dalam hatinya. Setiap dia memandang, bayangnya tertembus seakan muncul dibalik retina..
Tak tertahan lagi karena sisa sayap patah tak mampu mengangkat dua insan
Hingga dia berkata kepada cinta,
"mintalah pada bulan sepasang sayap.."
Cinta pun melihatnya pergi dengan tiang air yg bergantung erat dimatanya..
Cinta berteriak kepada bulan,
"dengarlah sampai abad yg tak lekang, biarlah cahayamu sampai menuju tanah yg dia cari.. Agar dia merasakan apa yg kurasa lewat biasmu yg tak terhingga.."
Mendengar itu, bulan pun terjaga, sesigap dia berdiri memandang anak lelaki itu terbang melewatinya..
Kemayu, perlahan, bulan mengedipkan mata.. Anak lelaki itu terperanga.. Seakan semua bayangan cintanya tergambar dikulit sang bulan..
Sembari terbang, ia menangis.. Berat oleh airmata, sisa sayap patah tak mampu menahannya..
Tak kuasa menahan bebannya, diapun terjatuh ke bumi dan tersadar, disinilah dia berada.. Bersama dia dan cintanya.
Tak perlu tanah impian yg memenuhi hasrat ego dirinya. Karena mimpinya adalah cintanya itu sendiri.
Kamis, 28 April 2011
Kamis, 21 April 2011
sisa sayap patah
Kepakkanku tak berarti lagi
Tanpa kebanggaan dan harga diri
Dalam sisa hari yg semakin sendiri
Menjejaki arus angin tiada henti
Hanya tersisa sepucuk bulu sayap
Sisa sayap yang patah
Yang tersenyum melihatku dan mengusap airmataku
Yang lari bersembunyi melihat kemarahanku
Sisa sayap yg patah juga mengingatkanku, tanpanya aku masih bisa terbang..
Memulai perjalanan baru tanpa aturan melarang
Kalau boleh, aku mau terbang ke mars, menuju tempat yg sempurna untukku, denganmu..
Aku percaya sisa sayap patahku mampu menari dan bernyanyi
Dikala hujan mematuk sepiku yg menggila
Dia berubah warna hijau menyala dan kuning mengkilat.
Membuatku tertawa dan memeluknya begitu erat
Aku mencintaimu tanpa sebab, alasan, dimana, kapan, dan mengapa
Berhenti menanyakan kenapa
Tumbuhkan kembali sayapku, sayang
Dan bentangkan sekali lagi, hati yg sudah merapuh ini
Akan kutunjukkan jalan menuju mars
Tak ada lagi kuasa untuk mematahkan sayap kita
Agar tak ada lagi sisa sayap patah yg kesepian
Dan tidak ada lagi yg mengekang
Tanpa kebanggaan dan harga diri
Dalam sisa hari yg semakin sendiri
Menjejaki arus angin tiada henti
Hanya tersisa sepucuk bulu sayap
Sisa sayap yang patah
Yang tersenyum melihatku dan mengusap airmataku
Yang lari bersembunyi melihat kemarahanku
Sisa sayap yg patah juga mengingatkanku, tanpanya aku masih bisa terbang..
Memulai perjalanan baru tanpa aturan melarang
Kalau boleh, aku mau terbang ke mars, menuju tempat yg sempurna untukku, denganmu..
Aku percaya sisa sayap patahku mampu menari dan bernyanyi
Dikala hujan mematuk sepiku yg menggila
Dia berubah warna hijau menyala dan kuning mengkilat.
Membuatku tertawa dan memeluknya begitu erat
Aku mencintaimu tanpa sebab, alasan, dimana, kapan, dan mengapa
Berhenti menanyakan kenapa
Tumbuhkan kembali sayapku, sayang
Dan bentangkan sekali lagi, hati yg sudah merapuh ini
Akan kutunjukkan jalan menuju mars
Tak ada lagi kuasa untuk mematahkan sayap kita
Agar tak ada lagi sisa sayap patah yg kesepian
Dan tidak ada lagi yg mengekang
sisa sayap patah
Sisa sayap yg patah juga mengingatkanku, tanpanya aku masih bisa terbang.. Memulai perjalanan baru tanpa aturan melarang. Kalau boleh, aku mau terbang ke mars, menuju tempat yg sempurna untukku, denganmu..
Minggu, 17 April 2011
rindu menggebu
Rasanya ingin kubakar saja tempat ini
Tembok putih yg dingin, kasur busa dan selimut yg terlipat
Keluar lewat jendela berlari kerumahmu
Hingga akhirnya menemukanmu tersenyum kepadaku
Aku merindukan senyummu, tawamu, kecupmu, sentuhanmu
Segala sesuatu tentang dirimu
Yg menjadikanku bintang sesungguhnya
Yg mencintaiku seutuhnya
Aku lelah, menangis untukmu datang padaku tiap malam
Hingga tertuang dalam dan banjir kamar ini karnanya
Membiarkanku tenggelam, sesak, penuh isak tanpa nafas
Aku merindukanmu seperti membutuhkanmu
Menginginkanmu seperti mencandumu
Merasakan dirimu sekali, dua kali, tiga kali, berkali-kali
Apa arti rasa rindu tanpa kamu?
Sama seperti aku menari tanpa lagu
Disaat tubuhku terbungkus ruang kecil yg rapat, khayalku melambung jauh keatas
Menggebu seperti asap pada rokok yg kubakar
Melambung tinggi mencari sejatimu
Berontak keluar mencari dirimu
Aku merindukanmu
Aku membutuhkanmu
Aku menginginkanmu..
Tak habis tanda titik dua petik buka kurung
Menunggumu menggantinya dengan tanda titik dua tutup kurung
Tembok putih yg dingin, kasur busa dan selimut yg terlipat
Keluar lewat jendela berlari kerumahmu
Hingga akhirnya menemukanmu tersenyum kepadaku
Aku merindukan senyummu, tawamu, kecupmu, sentuhanmu
Segala sesuatu tentang dirimu
Yg menjadikanku bintang sesungguhnya
Yg mencintaiku seutuhnya
Aku lelah, menangis untukmu datang padaku tiap malam
Hingga tertuang dalam dan banjir kamar ini karnanya
Membiarkanku tenggelam, sesak, penuh isak tanpa nafas
Aku merindukanmu seperti membutuhkanmu
Menginginkanmu seperti mencandumu
Merasakan dirimu sekali, dua kali, tiga kali, berkali-kali
Apa arti rasa rindu tanpa kamu?
Sama seperti aku menari tanpa lagu
Disaat tubuhku terbungkus ruang kecil yg rapat, khayalku melambung jauh keatas
Menggebu seperti asap pada rokok yg kubakar
Melambung tinggi mencari sejatimu
Berontak keluar mencari dirimu
Aku merindukanmu
Aku membutuhkanmu
Aku menginginkanmu..
Tak habis tanda titik dua petik buka kurung
Menunggumu menggantinya dengan tanda titik dua tutup kurung
Senin, 04 April 2011
kencan bersama bintang
Malam ini, berbintang.
Biarpun hujan meracau galau. Dia memainkan pinggulnya tersenyum nakal.
Tangannya liar mengarah wajahku, membiarkan hujan turun mematuk punggungku..
Hanya lirih tersisa jika aku mengingat malam berganti pagi. Seakan malam yg harusnya panjang hanya akan berakhir setelah aksi ini selesai.
Sebenarnya hatiku muram temaram. Layu, lama tak bersahabat.
Adakalanya cinta datang dan pergi. Namun bersamanya soal perkara uang.
Selama dipangkuannya aku tak membicarakan beban yg menggeliat geli di bahuku, dan pergumulan yg mendekam dikepalaku.
Hanya pelepas penat, dihariku yg semakin sekarat..
Aku semakin berkarat, dikala waktu terus memburu.
Namun hanya hangat semangatku terus dan terus berkibar, darah muda yg bergejolak.
Diantara deru nafas tak ada satu peluh terlewat percuma. Terpantul begitu nikmat tiap bulir yg jatuh dari jidat.
'Jangan terburu-buru..'
Kata bintang sambil mendekap.
Biarkan matahari memanjat dari tiap ranting hingga atas dan jam alarm berbisik mengingatkan. Biarkan malam ini kita berkencan, meledak, hingga terkulai lunglai lemas. Dan sisakan segurat senyuman begitu kita saling memandang.
Sampai pada akhirnya matahari mulai mengintip dibalik jendela, ada aku dan kamu dipelukkanku saling bercanda..
Jangan lupa tipsnya, jangan lupa kecupannya.
Hapus dulu bekas lipstik, dan siap kembali menantang dunia.
Karena kita baru saja melewati jam istirahat.
Biarpun hujan meracau galau. Dia memainkan pinggulnya tersenyum nakal.
Tangannya liar mengarah wajahku, membiarkan hujan turun mematuk punggungku..
Hanya lirih tersisa jika aku mengingat malam berganti pagi. Seakan malam yg harusnya panjang hanya akan berakhir setelah aksi ini selesai.
Sebenarnya hatiku muram temaram. Layu, lama tak bersahabat.
Adakalanya cinta datang dan pergi. Namun bersamanya soal perkara uang.
Selama dipangkuannya aku tak membicarakan beban yg menggeliat geli di bahuku, dan pergumulan yg mendekam dikepalaku.
Hanya pelepas penat, dihariku yg semakin sekarat..
Aku semakin berkarat, dikala waktu terus memburu.
Namun hanya hangat semangatku terus dan terus berkibar, darah muda yg bergejolak.
Diantara deru nafas tak ada satu peluh terlewat percuma. Terpantul begitu nikmat tiap bulir yg jatuh dari jidat.
'Jangan terburu-buru..'
Kata bintang sambil mendekap.
Biarkan matahari memanjat dari tiap ranting hingga atas dan jam alarm berbisik mengingatkan. Biarkan malam ini kita berkencan, meledak, hingga terkulai lunglai lemas. Dan sisakan segurat senyuman begitu kita saling memandang.
Sampai pada akhirnya matahari mulai mengintip dibalik jendela, ada aku dan kamu dipelukkanku saling bercanda..
Jangan lupa tipsnya, jangan lupa kecupannya.
Hapus dulu bekas lipstik, dan siap kembali menantang dunia.
Karena kita baru saja melewati jam istirahat.
Langganan:
Komentar (Atom)
