Karena tiada sisa hatiku yang bisa kau patahkan kembali.
Tiada lagi juga air mata yang biasa kau kuras di pagi hari.
Aku hanya bisa melamun,
Namun tak kurang setitik ujung kata rindu mampu kulupakan apalagi kuucapkan kepadamu.
Aku pasrah,
Ada kalanya aku berharap namun khayalku kembali jatuh tiarap. Berpendam dalam penyesalan dan tenggelam dalam diksi kata yang sia - sia.
mana yang harus kupilih?
"aku lelah menunggumu",
"aku lelah sakit karenamu",
atau,
"aku (masih) merindumu".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar