Selasa, 21 Juli 2015

Pujangga sesat

Pelantun luka, penimbul suka
Ketika ku tau aku tak bisa hidup tanpamu aku pun tersadar tak bisa mati tanpamu
Perang usai menggoda ketika rindu menjadi penyatu dan peluh berlanjut pada kulit yg tersentuh
Pelantun luka, penimbul suka
Aku senang kamu senang tertawa, aku sedih kamu senang bersedih
Pelantun luka, penimbul suka
Andai jarak adalah kertas, inginnya kulinting dan membakarnya bersama
Seindah semesta menunggu kita berdua, menyatu tanpa ragu dan tanpa malu. Dan seandainya akulah hujanmu, sayang, yg menyatukan langit dan bumi, bisakah kusatukan dua hati?
Pelantun luka, penimbul suka
Hilangkan tanda tanya karena aku mau kamu tanpa mau tau apa

Sebungkus perasaan

Sebungkus..
Hilang perkara
Sebatang kira kujumpa lubang rindu yang menganga

Kepulan asap terukir semesta
Dan barangkali kutemui wujudmu disana

Biarlah hilang segala rasa
Karena sesal tiada habisnya
Dan kukira kutemui wujudmu disana
Berubah meliuk bersama udara

Rokok habis
Dunia ku runtuh
Imajinasi yang senyawa karbon dioksida
Racun menggoda yang mengikis dunia

Tak bertemu indah, karena percaya saja
Jika yang indah tak dapat ku raba lebih baik mati kukunyah saja

Rabu, 01 Juli 2015

Pulau seribu

Perahu kayu pulau seribu 
Sekali kayuh dua tiga empat lima hati menunggu
Sesambut lambai tangan didermaga melepas cinta yg terhenti dahaga

Perahu kayu pulau seribu
Laksana jangkar turun kaki perahu terpaku
Hujan turun juga diujung mata
Untuk kecup pada bibir yg belum sempat menyatu

Barangkali disana ada jawabnya
Perahuku tak mungkin berlabuh pada satu dua kasur yg bau pejuh
Pada insan janda biduan yg lama menunggu

Satu persatu perahu kayu pergi menjauh
Tinggalkan pulau dengan kulitnya yg membiru
Hanya sisa kenangan dibawah pusarmu yg mulai membeku
Hanya sisa air liur disekujur tubuhmu

Perahu kayu pulau seribu
Entah keseribu berapa kangen tak kunjung bertemu dan peluk tak kunjung bertamu
Berkacalah sayang, kayuhku tak sepanjang cinta yg tak lekang 

Senin, 30 Maret 2015

Ratuku

Mengapa kamu menangis, hatiku? Jika kamu sedih melihat mereka didepan yg berpaling darimu, bisakah sejenak melihat kebelakang ada aku disitu? Letakku pun tidak terlalu jauh. Cukup kuat untuk mendorongmu ke kerumunan anak gaul itu, namun terlalu lemah untuk menarikmu masuk ke teritorialku. 

Mengapa kamu bersedih, impianku? Bukannya ku katakan padamu sekali kamu tertekan dengan dunia ini, ingatlah bahwa aku menawarkan duniaku padamu

Duniaku memang tidak cukup luas. Bentuknya pun tidak bulat. Kotak persegi dengan gerigi di sekujur sisinya. Dan ingatlah, manis, ku selisipkan kunci dikantung celana jinsmu, sayang. 

Duniaku pun memang tidak cukup terang. Cahayanya abu-abu memenuhi volume dan menyatu dengan atmosfer temaram disekelilingnya.

Bahkan Terlihat sendu dari luar, sampai dikira muram dari dalam. itulah mengapa aku butuh dirimu. Jadikan duniaku hingar bingar yg tidak hanya sesaat. Jadikan duniaku lebih luas agar cuma kita yg pas. Dan jadikan duniaku tempat berpijak agar kamu bs melihat tempat yg lebih tinggi dan lagi lebih tinggi lagi sampai hidungmu menyentuh bintang yg berlari

Sampai saatnya tiba, aku masih merana di singgasananya. Menunggumu menoleh kebelakang, membuka kuncinya dan bertahtalah disana sayang. Ratu duniaku sejagat raya



Selasa, 10 Februari 2015

Tanpa judul.

Dan beginilah bagaimananya aku. Mengingat apa yang telah berlalu. Maaf untuk waktu ketika aku membuatmu sedih, dan berbahagialah kamu untuk waktu ketika kita tertawa lepas. 

Sekarang pun waktu mengikisku, menempa dan membakarku layaknya matahari yang menjadikanmu rembulan. Kamu tau? Aku dulu mencintai hujan. Yang mampu menggenangi semua kenangan terbasahmu. Tapi kini aku mau menjadi matahari, yang rela mati untukmu tiap malam agar kamu bisa bernafas. 


Pengikut