Selasa, 10 Februari 2015

Tanpa judul.

Dan beginilah bagaimananya aku. Mengingat apa yang telah berlalu. Maaf untuk waktu ketika aku membuatmu sedih, dan berbahagialah kamu untuk waktu ketika kita tertawa lepas. 

Sekarang pun waktu mengikisku, menempa dan membakarku layaknya matahari yang menjadikanmu rembulan. Kamu tau? Aku dulu mencintai hujan. Yang mampu menggenangi semua kenangan terbasahmu. Tapi kini aku mau menjadi matahari, yang rela mati untukmu tiap malam agar kamu bisa bernafas. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut