Sekarang pun waktu mengikisku, menempa dan membakarku layaknya matahari yang menjadikanmu rembulan. Kamu tau? Aku dulu mencintai hujan. Yang mampu menggenangi semua kenangan terbasahmu. Tapi kini aku mau menjadi matahari, yang rela mati untukmu tiap malam agar kamu bisa bernafas.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar