Perahu kayu pulau seribu
Sekali kayuh dua tiga empat lima hati menunggu
Sesambut lambai tangan didermaga melepas cinta yg terhenti dahaga
Perahu kayu pulau seribu
Laksana jangkar turun kaki perahu terpaku
Hujan turun juga diujung mata
Untuk kecup pada bibir yg belum sempat menyatu
Barangkali disana ada jawabnya
Perahuku tak mungkin berlabuh pada satu dua kasur yg bau pejuh
Pada insan janda biduan yg lama menunggu
Satu persatu perahu kayu pergi menjauh
Tinggalkan pulau dengan kulitnya yg membiru
Hanya sisa kenangan dibawah pusarmu yg mulai membeku
Hanya sisa air liur disekujur tubuhmu
Perahu kayu pulau seribu
Entah keseribu berapa kangen tak kunjung bertemu dan peluk tak kunjung bertamu
Berkacalah sayang, kayuhku tak sepanjang cinta yg tak lekang


Tidak ada komentar:
Posting Komentar