Rabu, 13 November 2013

Surga

"ganjaran orang yg membuat patah hati adalah neraka", begitu kata kutipan sebuah buku yg sedang kubaca. 
Terlamunku datang berjinjit membawa secangkir kopi hitam kedepan buku yg kiranya setebal egomu dulu. 
 Berbalik halaman demi halaman, lamunku mengganggu untuk ikut ambil bagian.
Begitu aku membayangkan akhir dari dunia, aku membayangkan kamu masuk neraka. " apa ganjaran orang yg mencintai setulus hati?", aku pun bertanya pada diriku sendiri lalu berbalik halaman pada buku itu menjawab, "surga". 
Entahlah sayang, jika memang demikian pastilah aku di surga dan kamu di neraka. Pasti. Tanpa tanda tanya lagi. Tapi apa aku bahagia?
Yang ada aku malah aku akan membakar surga untuk menemui wujudmu disana, biar kita terbakar walaupun nanti kau membodohiku lagi. 
Lucu bagaimana aku menetapkan standar surga yg belum tentu ada setelah pergi dari dunia. Seakan pernah merasakan dan melihat surga, aku yg 'sok tau' menggambarkan surga yg dulu pernah ku kecup pipinya. Surga yg pernah ada disampingku ketika awal pagi ku membuka mata. Surgaku. Surga duniaku. Surga hidup namun belum tentu matiku. Surga yg pernah menampar pipiku dan menelfonku seusai tidur dengan pria lain. Surga yg berkata, "aku kangen kamu", jika malas meladeni penis prianya yg baru. 
Hahahaha. Itukah surga??
Entahlah, sayang, biar petua bangka berkata apa aku masih merasakan keberadaan surga di pelukanmu ataukah celanamu? 
Aku mencintaimu seperti lingkaran yg kulakukan berulang-ulang. Tanpa menemui awal dan akhir dari setiap pertanyaan kenapa, bagaimana, dan sampai kapan aku mencintaimu. Namun jika tak kutemui surga atau neraka pada akhir dunia, apapun ganjaran nantinya sayang, jika memiliki lima nyawa aku akan tetap mencintai lima kali orang yg sama. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut