Serasa tak bertemu
Serasa tak kunjung usai
Serasa maut melewati,
Serasa melupakanku
Ku tanya maut,
"Hey, bodoh kau melewatkanku?"
Maut tak mejawab,
Serasa tak mendengar
Serasa nafasku berasap
Serasa mulutku meleleh
Serasa nyata dalam ketiadaan
Serasa hilang dan tersesat
Entah terasa atau tak kurasa
Tangan-Mu yg inginnya aku melingkar di pundakku
Seinginnya dipucuk rindu yg tak bertamu
Sejatinya asa yg ku damba
Serasa bermata namun tak melihat
Serasa berkulit namun tak menyentuh
Aku buta di realita dunia,
Bola mata basahnya serasa mengering
Aku hina di penghujung muda,
Mendamba jiwa sempurna dan raga yg indah
Aku hilang, seiring kepulan asap
Aku habis, seiring bir di gelas
Serasa ada namun tiada
Serasa kosong yg nyatanya penuh terisi
Serasa gila aku dipermainkan realita

Tidak ada komentar:
Posting Komentar