Kepada ombak dari karang.
Aku diam kalamu menghantam.
Aku pun lacur pada deburmu yang hancur.
Jantungmu, tubuhmu, hatimu, lukamu yang kulihat dari ujung mata menyentuh kaki langit.
Katakan aku keras, tapi rasamu berbeda. Menyentuh celah paling bawah. Mengikis tangis dengan tinju paling manis.
Sayang, kala gerimis memandang pada resah yang selalu datang, kala mana saatnya takdir bisa ku bawa pulang? Takdir untuk kita yang tak terpisahkan, takdir untuk segala yang tak ingin dilupakan.
Apalah aku tanpamu, apalah kamu tanpaku
Kodratnya kepada ombak dari karang tak mampu dipisahkan
Jikalah terpisah, sayang, semesta kan terguncang, bumi kan beranjak dan langitpun bergoyang
Kepada ombak dari karang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar