Sabtu, 26 Februari 2011

merindumu

Terbaring lemah pagi ini
Hanya ada foto kita berdua
Hanya ada guling
Hanya ada kenangan

Tersenyum kecil melihat fotomu
Kita berdua terlihat manis disitu
Biar skrg aku mengacau dan kau pergi
Tapi difoto ini kita bergandengan

Jelas sekali masih terasa
Senyum kecilmu di pagi hari
Yg tak mau mandi
Yg tak mau beranjak pergi

Hanya rasa merindumu
Tak mampu kubendung lagi
Tak kuasa tangan menahan air
Hingga perlahan mengalir

Aku merindumu bangun disisiku
Kecupanmu dikeningku
Tatapanmu melihatku
Yg selalu bisa membangunkanku

Jelas terasa aku merindumu
Jawab, harus kuapakan rindu ini?
Meradang pilu setiap malam
Terbangun sepi setiap pagi

Jelas terasa sekali merindumu
Jawab, harus kuapakan apa ini?
Jika kututup mata dan mulai berhitung
Pada hitungan keberapa kamu akan muncul?

Minggu, 20 Februari 2011

kupu kupu

Terbanglah sini diam dibahuku
Agar kamu tidak kesepian
Agar tidak kedinginan
Agar bisa cukup makan

Aku punya selimut hangat
Atau peluk saja tubuhku
Cukup hangat untukmu
Dan ganti pakaian minimmu

Kupu kupu yg lucu
Kemana engkau terbang?
Apakah ke bunga hati yg luka?
Untuk tawarkan nikmat dan candu

Kupu kupu yg sendu
Kemana engkau berlabuh?
Tetap dengan pakaian minimmu?
Atau mencoba pakaian yg lebih hangat

Kupu kupu yg biru
Tinggallah diam dibahuku
Bermain saja diperutku
Jadikan cairan madu tubuhku tempatmu untuk berlabuh

Kamis, 17 Februari 2011

jakarta dikala malam

Anjing!
Umpatnya keluar dari pintu bar.
Biarpun hujan dia tetap berjalan.
Tidak terasa dingin karna api didalam hatinya jauh lebih hangat dari api neraka
Serasa mau meledak!
Sudah di ubun2!
Terus mengumpat menuju tempat parkiran
Dia pun terus berjalan dan menjadi pusat perhatian bagi pemabuk yg kehujanan
Sesampai di mobil sedan mahal kesayangannya, dia merogoh tasnya, merogoh kantongnya.
Djancuuuuuuk!!
Logat khas keluar lagi. Lebih menyalak.
Kunci mobil tertinggal di meja bar.
Mau tak mau kembali lagi kedalam, dan pulang sebelum dia berpikir untuk menghantamkan kepalanya ke kaca mobil.
Sambil berlari dia kembali masuk.
Basah kuyup. Penuh marah rasanya air dikepalanya menguap karna panas yg mendidih di ubun2.
Langkah demi langkah, dengan geram, tangan dan gigi gemertak dia menuju meja yg diduduki seorang pria khas metroseksual dengan 6botol bir dimejanya.

'Kenapa kamu datang lagi?? Kurang puas hina saya??'

'Diam, anjing! Gue mau ambil kunci mobil gue!'

'Kunci mobil kamu? Sejak kapan itu hak milik kamu? Sudah lupa apa yg kamu lakukan dengan kelamin saya demi dapatkan itu?'

'Oh! Jadi ini perlakuan lo yg udah asik mengobok-obok gue? Kurang puas?'

Segala perkataan kasar keluar dari mulut mereka, dan setiap pasang mata tertuju tanpa mereka. Berkelanjutan. Suasana liar menggila. Seperti tontonan sirkus aneh dengan anak kecil berjanggut sebagai tontonan utama. Penonton tersirap. Ada pasang mata risih, ada pasang mata ingin tahu, dan ada pasang mata terkejut.
Make up yg luntur terkena hujan tidak menghalangi kecantikannya. Tiap orang pun memandang mereka sampai live band yg sedang menghibur para tamunya. Begitu juga para pemabuk dan pelacur yg asik bercumbu berhenti untuk menyaksikan mereka.
Gebrakan meja, kata kotor, segala bahasa kebun binatang dari babi sampai monyet. Dari bangsat sampai pelacur, semua menyatu seperti panggung sirkus kebun binatang sesat. Keadaan panas memuncak.
Seketika pintu bar terbuka, satu lagi yg geram gemertak dikepala panasnya datang kearah mereka. Bunyi hak tinggi ketika berjalan, jelas dia membanting kaki menyentuh lantai. bayangan gelap yg tidak terlalu jelas, siapa sosok yg datang menghampiri karena minimnya cahaya. Apakah pihak kemanan bar? Pemilik bar? Ataukah salah satu pemilik sepasang mata yg akhirnya muak mendengar kata kotor mereka.
Kerlip cahaya sedikit menyinari pihak ketiga tersebut, mulai jelas, mulai cemas pihak yg dituju, mulai lemas lutut mereka berdua.
Seorang wanita tua yg terlihat jelas kaya, setelan kain yg seharga tanah dibilangan jakarta. Dia lantang keras menunjuk dan berteriak,

'Papa!! Cukup!! Sudah saya peringatkan berkali2 jangan sentuh anak saya! Apa saya tidak cukup memenuhi kebutuhan kelamin kamu??! Dan kamu juga anakku! Bikin malu mama! Kamu gak tau sakitnya hati mama kamu, diam2 hubungan intim dengan pacar mama!!'

Sontak dua orang yg ribut seperti genderang itu diam. Perasaan kalut. Kaget. Setengah tidak percaya. Ingin mati saja, rasanya.

'Sekarang, pulang anjing2!!'

Sambil memegang kepala, wanita tua itu berteriak, tanpa banyak bicara dua orang itu seakan terhipnotis kaku dan berjalan keluar. Panggung sirkus sesat bubar. Seperti tersambar petir rasanya. Menyusul wanita tua itu terhuyung berjalan keluar sebelum serangan jantung datang.

Hujan pun reda, suasana hingar bingar di bar berangsur normal.
Sebagian masih bercerita, sebagian kembali menggoda bercumbu seakan tidak terjadi apa2.

Dan dua mobil sedan mahal berjalan beriringan.

aku mencintaimu

aku mencintaimu
kata dan janjimu
serta merta sedu rindumu yang mengebu mengadu pilu disaat sendu

"setiap kata adalah cinta...."

itu kamu ucapkan sebelum tidur dan mengecup keningku
bisikan mimpi agar sayap cinta terbentang melindungimu sampai pagi
aku mencintaimu di pagi hari
dikala cintamu tersenyum merayu beranjak naik keatas tubuhku
aku mencintaimu di sore hari
dikala penat menjadi beban dan peluh seluruh badan kamu menungguku dibangku taman
aku mencintaimu di malam hari
dikala kamu tidur tersenyum melepaskan segala ribuan mimpi yg tertunda
terbaring nyaman diatas dadaku dan rambut hitam memnutupi perutmu

aku selalu mencintaimu
klise tapi fakta.

Minggu, 13 Februari 2011

aku

Aku bukan seorang pembohong
Aku lelaki biasa
Bukan bagaimana cara aku menyakitimu
Tapi bagaimana aku membahagiakan kamu
Bukan juga ketika telingamu mendengar kata kasarku
Bukan juga matamu yg melihat keburukanmu
Coba dengan hatimu rasakan seperti kulit kita yg bersentuhan
Aku mau membahagiakan kamu
Seperti kisah ratna dan galih
Seperti romi pada yuli
Dan sebungkus rokok merah dengan gelas bir
Pasangan serasi
Aku berbahaya dengan segala ucapanku
Segala mimpi besar yg liar
Dan berbahaya ketika aku mulai mencari yg aku mau
Mencari makna tentang rasa yg dipanggil hujan
Jika boleh, aku mau menjadi tokoh utama dalam kisah klasik
Yg penuh intrik dan dikelilingi gadis cantik nan heroik
Berteriak lantang, 'aku akan menyelamatkan dunia!'
Ya, mimpi begitu besar dan liar mengingat tulang kacaku
Rapuh, seperti hati pemabuk yg memeluk botol dipinggir jalan

Aku masih terus mencari, kebahagiaan tentang rumah

Tentang kamu

Tentang hidup

Karna kesakitanku sudah cukup menjelaskan arti sesungguhnya tentang kehidupan
Kesakitan perih yg aku cari
Yang membuatku hidup terus mencari
Sampai lega hati menemukanmu bahagia
Dengan siapa saja yg kamu temui

Senin, 07 Februari 2011

kepadamu, dengan cinta.
aku mencintaimu dengan sederhana.
Seperti bara pada rokok
Seperti botol pada bir.
Kepadamu, dengan cinta.
Aku mencintaimu tanpa harap balas.
Seperti bunga pada matahari.
Seperti bulan pada bumi.
Kepadamu, dengan cinta.
Aku mencintaimu secara luar biasa.
Seperti hujan pada hutan.
Seperti air pantai pada pasirnya.
Kepadamu, dengan penuh cinta
Aku sungguh mencintaimu.

Pengikut