Senin, 11 Januari 2010

menuju strata kasta tertinggi

bangun di sore hari menghabiskan malam yang gelap
tersesat dalam jalan bernama kehidupan
mencari jalan terang dengan harapan dia ada disini
namun dia bersembunyi dari tangan yang hitam ini

kugambarkan jendela berharap melihat dia disana
kugambarkan juga kematian agar mengerti kehidupan
jalan terang, jalan gelap ku berjalan diantaranya, Tuhan dimanakah Kau ?
terangi jalan ku menuju dia, dia yang kurindukan

suaramu masih berada dikepalaku
aku terjatuh tanpa teman dan menghilang
berusaha untuk bangkit tanpa harapan bertemu dengannya lagi
berusaha untuk membuang masalalu ini dan berlari menuju cahaya di strata kasta tertinggi

ingin menghilang bersama kepulan asap ini
mencari alasan untuk kembali melihat kebelakang
adakah kehidupan lebih baik disana ?

aku hanyalah seorang kecil yang tak mengerti syair indah
kutulis lirik dalam hitungan hariku
inilah saatnya ..
saat yang tepat ketika ku merindunya ...

Jumat, 08 Januari 2010

bisakah kau duduk sejenak ?
bisakah luangkan sedikit waktumu untuk mendengarkanku ?
disamping asbak penuh rokok, dan segelas bir yang sudah habis ini kubernyanyi
sebuah lagu punk bertemakan 'cinta'

mereka bilang cinta itu buta, tapi mengapa cinta melihat hitamnya tangan ini ?
mereka bilang cinta itu indah, tapi mengapa kunikmati kesedihan yang berlarut ini ?

bisakah kau diam ditempat duduk itu ?
bisakah tutup matamu, buka telinga dan hati mu untuk dengarkan suara kecil ini ?
suara kecil dari besarnya perasaan yang tumpah ditubuhku ini

kumenanti dia yang kucinta
kubersedih untuk dia yang pergi
cinta datang dan pergi kawan, tanpa kau tau kemana dia akan berlalu

biarlah kita terus bernyanyi, jatuh dan terpendam atau ambil saja kunci motorku, dan kita susuri kota kecil ini sambil menyanyikan ribuan lagu-lagu band dari masalalu kita dan kenangan ini akan terus berlanjut ....

jatuhlah dalam pelukanku dan tidurlah selama yang kau mau
biar mataku berat, biar tubuh ini telah hancur
"kamu aman disisiku" begitu pikirku

sesaat tangan kecilmu memelukku, dan bibirmu menciumku ..
"ini untuk yang terakhir ..." begitu bisikmu
dan hujan pun turun melengkapi temaram dalam hatiku
kupalingkan mataku melihat kematian yang tersenyum semanis strawberry di belakangku..
inikah lembah terakhir yang kutakutkan ?
inikah lembah kekelaman yang kuhindari ?

untuk terakhir kalinya sayang .....


bisakah kau duduk sejenak ?
bisakah luangkan sedikit waktumu untuk mendengarkanku ?
disamping asbak penuh rokok, dan segelas bir yang sudah habis ini kubernyanyi
sebuah lagu punk bertemakan 'cinta'.....

renungan sore ini

jatuh dalam ingatan yang terpendam terasa sesak perih dalam hati
mengingat dosa hitamnya hati dalam perenungan noda ini
kulihat kembali darah ditangan dalam sumur hitam bernama kehidupan

inilah nyawa yang kudapat secara cuma2 akankah kubuang secara sia2
cara hidupmu lama yang terlupakan, mencari celah dalam belenggu berat didada
renungan sore ini dalam alunan musik punkrock, sedikit mencari ilham dalam keruh

kubakar sebatang rokok terakhir, berharap tenggelam dan hilang bersama asap
'percaya saja berbuat baik akan tumbuh sayap' begitu kata dia sesaat sebelum menghilang dalam senja
kuminum segelas bir ini dalam rekaman kenangan ketika hujan sore itu
seperti terbangun dari mimpi ketika semua itu telah usai

aku memohon kepada-Mu Yang Maha Tau, putihkan kembali jalan ini
dan biarlah malaikat terangi mimpiku pada malam ini
hidup dibumi seperti disorga
sepenggalan lirik dalam renungan sore ini

Pengikut