Bertamu kemari, sayang, pintu untukmu masih terbuka
Karena lantunan lagu untukmu masih ku gumam waktu membuat makan malam
Lelahkah kakimu, sayang? Sini bawa milikmu yang sepasang karena milikku telah hilang
Menyerahlah, sayang, pulanglah
Perasaan sudah ku paku bintang dilangit untuk menunjukkan arah pulang
Tapi mengapakah kamu tidak segera datang?
Menengadah angkat dagumu lihat keatas, itu bulanmu yang kuberikan padamu dulu
Sedangkan aku masih menunggu menunduk kebawah karena bintang bulan dan alas permadani langit tidak terlalu indah jika bibirmu ada dibawah daguku
Dan menyerahlah, sayang, aku tahu cara untuk menemukanmu..
