Jumat, 04 Mei 2012
Pulang sayang pulang
Menanti keabadian di alam teramat sunyi. Hingar bingar sebenarnya, tapi tak merasakan teman, kecuali semilir bau bir yg memanggil dan setitik kerinduan pada rumah yg terlintas.
Aku merindukan rumah. Aku merindukan tanah impian. Aku mau menggila karenanya, karenamu juga, karena rinduku yg teramat amatan besar.
Jujur, tak tau apa tujuan aku menulis ini. Aku hanya ingin menulis. Aku hanya ingin merasakanmu, merasakan rasa rasa yg biasanya terasa jika ada kamu. Tepatnya kerinduan. Lagi-lagi kerinduan, asu.
Kenapa tidak kamu mati aja didalam kepalaku? Percuma sayang kamu berlarikian kemari dari kepala hingga hati mencari tempat bersembunyi dari perhatian ini, percuma sayang. Tidak ada jalan keluar, tidak ada pintu keluar bagimu yg terperangkap didalam Kotak bitam persegi didalam tubuh ini.
Aku hanya ingimenulis. Au hanya ingn menulis entah apalagi yg harus terisi, ketika mengetik kata juga spasi.
Karena akamu pun tau, ada hati yg tersisip selip di setiap kata, abjad, dan semua tulisanku.
Asal, absurd, tak jelas, abu-abu, di kepalaku isinya buram, remang-remang kabut memantulkan cahaya seperti dibalik awan, siluet kamu, siluet rumahku.
Tunggu, aku paham maksud tulisanku, kamu adalah rumahku. Tempatku biasa berlabuh mengadu rindu. Ruangku terlelap tanpa ragu, tanpa malu, tanpa baju. Kamu kelemahanku, tak menguatkanku, karena kamu bukan disitu sekarang kamu bukan disebelahku untuk bisa kurengkuh. Kamu ada didalam kepalaku hanya terlihat jika aku menutup mata, asu.
Seindah apa dirimu dibenakku? Bermodal celana dalam hitam dan bh hitam kamu menggangu tiap tidurku, asu.
Sayang, pulang......
Tak tau tak tentu apa harus ku jatuhh lagi, lagi, dan lagi lagi karenamu?
Sayang, pulang....
Pulang, sayang....
Langganan:
Komentar (Atom)
