Kotak persegi, hitam putih. Dibawa taksi dari masa lalu ke neraka sepi. Bergulir kian kemari seperti dadu, tak berangka tak bernyawa
Tak bertuan, tanpa nama. Semesta bercerita dia empunya malaikat yg tersesat. Tanpa sayap dan lingkaran dikepala, dia tertawa. Manis memikat
Senyumnya tak terelakan, menempel di kepala. Menutupi mata, telinga, hidung dan bibir. Panca inderaku lumpuh. Tanpa sisa
Dia pun beranjak dari dasar laut raya, naik keatas tubuhku. Menari tanpa malu, tanpa baju. Penuh peluh dan debu dari masalalu.
Kotak persegi, hitam putih. Rekaman manis kisah hidup seperti menonton dvd. "Apakah dia nyata?" Kataku setelah lemas terpuas dibuatnya
Jika cintanya tak abadi, maka ingatanku yg akan abadi. Aku pun tak hanya mencinta, lebih dari memuja. Tentang dia, dibalik tirai matahari
Cintanya manis, namun hilang seiring hujan gerimis. Yg mengintipmu berjalan kaki pulang sendiri dari jauh
Selasa, 13 Maret 2012
Langganan:
Komentar (Atom)
