Selasa, 13 Maret 2012

kotak persegi

Kotak persegi, hitam putih. Dibawa taksi dari masa lalu ke neraka sepi. Bergulir kian kemari seperti dadu, tak berangka tak bernyawa

Tak bertuan, tanpa nama. Semesta bercerita dia empunya malaikat yg tersesat. Tanpa sayap dan lingkaran dikepala, dia tertawa. Manis memikat

Senyumnya tak terelakan, menempel di kepala. Menutupi mata, telinga, hidung dan bibir. Panca inderaku lumpuh. Tanpa sisa

Dia pun beranjak dari dasar laut raya, naik keatas tubuhku. Menari tanpa malu, tanpa baju. Penuh peluh dan debu dari masalalu.

Kotak persegi, hitam putih. Rekaman manis kisah hidup seperti menonton dvd. "Apakah dia nyata?" Kataku setelah lemas terpuas dibuatnya

Jika cintanya tak abadi, maka ingatanku yg akan abadi. Aku pun tak hanya mencinta, lebih dari memuja. Tentang dia, dibalik tirai matahari

Cintanya manis, namun hilang seiring hujan gerimis. Yg mengintipmu berjalan kaki pulang sendiri dari jauh

Pengikut