Senin, 24 Oktober 2011

putri

Perlahan tapi pasti kian mendekat
Terlarut terlalu pekat pada elegi yg kian melekat
Seperti abu pada rokok yg layu dan terjatuh ke asbak
Membakar setiap keberanian dan jatuh terjebak

Aku takut mencintaimu
Terlalu takut untuk jatuh ke lubang yg sama
Teraniaya rasa kesal yg terlanjur lama
Dan tanpa kesenangan semata semua rasa hilang tiada bekas
Karena aku terlalu takut mencintaimu

Memilikimu yg tak menginginkanku
Mencintaimu yg tak mendambaku
Merindumu yg tak memikirkanku
Menangisimu yg tak kunjung datang kepadaku

Dalam gelap semua irama elegi tertelan perlahan
Seakan manis rasa yg terasa pahit

Aku terlalu takut mencintaimu
Rasa pada asa dan putus harapan dikepala

Aku mundur perlahan

Mencari rasa yg tak pernah ku rasa

Aku terlalu takut mencintaimu
Itu sudah cukup, dan tak pernah akan lagi ku lakukan

Senin, 10 Oktober 2011

rima elegi

Asa yg tiada
Cinta yg gundah gulana
Membara sepanjang masa
Memerah diroda yg sama

Dengarlah waktu yg tak lekang
Cinta padanya yg tak pernah hilang
Biar tiap malam teriak mengerang
Mencari hangat ditatapan bintang

Teranglah yg ku cari
Walau selalu tak mau sendiri
Hingga tak ada yg mengerti
Dan memahami arti berbagi

Keinginan yg tak tercapai
Tanpa kesempatan untuk memulai
Sempatkan menangis gemulai
Dan langkah tertatih yg lunglai

Aku mencintaimu
Aku menginginkanmu
Aku merindukanmu
Aku membutuhkanmu

Rima pada elegi
Manis yg tak pasti
Dengarlah jantung hati
Aku masih mencintai

Pengikut